Home Doa dan Dzikir 1. Bacaan-bacaan Dzikir ketika Bangun Tidur (2)

1. Bacaan-bacaan Dzikir ketika Bangun Tidur (2)

1477
0
SHARE

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ رَبِّ اغْفِرْ لِي

Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah dosaku

Siapa yang membacanya akan diampuni, jika dia berdo’a akan dikabulkan, dan jika dia bangun untuk berwudhu’ lalu shalat, maka shalatnya diterima,

Imam Bukhari dalam Fathul Bari: 3/39 dan lainnya. Lafadz diatas dari Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah: 2/335.

�� Pembawa hadits ini adalah ‘Ubadah bin Shomit radhiyallahu ‘anhu.

Hadits yang berkenaan dengan doa di atas menyatakan, “Orang yang membacanya akan diampuni, jika dia berdo’a akan dikabulkan, dan jika dia bangun untuk berwudhu’ lalu shalat, maka shalatnya diterima.”

Sabda beliau, “Laa ilaaha illallaah”: ketahuilah bahwa menurut ijma’ ini adalah kalimat tauhid. Kalimat tersebut mencakup penolakan dan penetapan.

Perkataan “laa ilaaha” (tidak ada sesembahan yang haq) merupakan penolakan hak peribadahan pada selain Allah. Adapun perkataan “illallah” (selain Allah) merupakan penetapan hak peribadahan kepada Allah Ta’ala. Dengan kedua sifat inilah tersusun kalimat syahadat dan tauhid.
Khobar dari kalimat “Laa” yang berguna untuk penafian ‘lil jinsi’ dihapus. Makna lengkapnya adalah “Laa ilaaha haqqun” atau “bihaqqin” (tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi) selain Allah Ta’ala.

Sabda beliau, “Laa syariikalah (tidak ada sekutu bagi-Nya)” merupakan penegasan untuk kalimat “wahdah” karena Dzat Yang Esa tidak memiliki sekutu.

Sabda beliau, “Lahul mulku (bagi-Nya kerajaan)” jika dibaca Al-Mulku (huruf mim dibaca dhommah) bermakna umum sedangkan jika dibaca Al-Milku (huruf mim dikasrah) bermakna khusus.

Sabda beliau, “Wa lahul hamdu (dan bagi-Nya pujian)” maksudnya adalah bagi-Nya seluruh pujian dan sanjungan dari penghuni lapisan langit dan bumi, serta seluruh pujian.

Sabda beliau “Subhanallah (Maha suci Allah)” mengandung susunan lengkap “aku mensucikan kesucian Allah,” maknanya adalah pensucian. Yang dimaksud dengan pensucian adalah membebaskan Allah dari sifat yang tidak sesuai dengan kesucian dan ketinggian-Nya, berupa sekutu (dalam wujud anak, pasangan) dan membebaskan Allah dari segala macam kekurangan.

Sabda beliau “Allahu akbar (Allah Maha Besar)” maksudnya Dia lebih besar dan lebih agung dari segala sesuatu.

Sabda beliau “Laa haula walaa quwwata illaa billaah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)” maksudnya: tidak akan berpengaruh dalam pengaturan suatu urusan serta tidak ada yang mengubah keadaan kecuali dengan kehendak dan pertolongan-Nya.

Sabda beliau “Robbighfirlii (Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku)”, maksudnya: Wahai Pemeliharaku, tutupilah dosaku.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Syarah diambil dari Kitab Syarhu Hishnul Muslim min Adzkaaril Kitaabi was Sunnah karya Majdi bin Abdul Wahhab.
�� Dapatkan Broadcast (bukan grup) Syarah Doa dan Dzikir dari Kitab Hishnul Muslim.
�� Untuk mendaftar ketik: Daftar_nama_ikhwan/akhwat_kota
�� Untuk berhenti berlangganan ketik: Stop_nama_ikhwan/akhwat_kota
kirim ke 089671933394 (ikhwan) atau 082138101100 (akhwat) via WhatsApp.

Kiriman ini bebas dishare.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here