Home Hadits Adab Tilawah

Adab Tilawah

443
0
SHARE
  1. BERSIWAK SEBELUM TILAWAH

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ إِنَّ أَفْوَاهَكُمْ طُرُقٌ لِلْقُرْآنِ فَطَيِّبُوهَا بِالسِّوَاكِ

Dari Ali bin Abu Thalib ia berkata: “Sesungguhnya mulut-mulut kalian adalah jalan bagi Al Qur`an, maka harumkanlah dengan bersiwak.” HR Ibnu Majah 287, shahih tetapi MAUQUF1.

  1. IKHLASH DALAM TILAWAH

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَفِينَا الْأَعْرَابِيُّ وَالْأَعْجَمِيُّ فَقَالَ اقْرَءُوا فَكُلٌّ حَسَنٌ وَسَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يُقِيمُونَهُ كَمَا يُقَامُ الْقِدْحُ يَتَعَجَّلُونَهُ وَلَا يَتَأَجَّلُونَهُ

Dari Jabir bin Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui kami, ketika itu kami sedang membaca Al Qur’an, sedangkan di antara kami ada seorang arab Badui dan orang Asing, maka beliau bersabda: “Bacalah oleh kalian dengan bacaan yang baik, akan datang suatu kaum yang membaca dengan melurus-luruskannya (benar) sebagaimana anak panah di luruskan, namun mereka hanyalah mengharap-harap balasan yang disegerakan (materi-duniawi) dan mereka tidak mengharap pahala yang ditangguhkan (di akhirat).” HR Abu Dawud 706, shahih.

  1. BAHAYA MENJADI QARI’ YANG TIDAK IKHLASH

ابْن عَمْرِو يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَكْثَرَ مُنَافِقِي أُمَّتِي قُرَّاؤُهَا

Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sungguh kebanyakan kaum munafik dari umatku adalah para qurra` (ahli baca Al-Qur’an).” HR Ahmad 6344, shahih.

  1. TILAWAH DENGAN TADABBUR

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ صَوْتًا بِالْقُرْآنِ الَّذِي إِذَا سَمِعْتُمُوهُ يَقْرَأُ حَسِبْتُمُوهُ يَخْشَى اللَّهَ

Dari Jabir ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling baik suaranya dalam membaca Al Qur`an adalah orang yang apabila kalian mendengarnya sedang membaca (Al Qur`an), kalian mengiranya ia takut kepada Allah. ” HR Ibnu Majah 1329, shahih.

دَعَا مُحَمَّدٌ رَجُلًا فَقَالَ أَخْبِرْنِي بِالَّذِي سَمِعْتَ مِنْ أَبِيكَ فَقَالَ الرَّجُلُ أَخْبَرَنِي أَبِي أَنَّهُ أَتَى زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ فَقَالَ لَهُ كَيْفَ تَرَى فِي قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فِي سَبْعٍ فَقَالَ زَيْدٌ حَسَنٌ وَلَأَنْ أَقْرَأَهُ فِي نِصْفٍ أَوْ عَشْرٍ أَحَبُّ إِلَيَّ وَسَلْنِي لِمَ ذَاكَ قَالَ فَإِنِّي أَسْأَلُكَ قَالَ زَيْدٌ لِكَيْ أَتَدَبَّرَهُ وَأَقِفَ عَلَيْهِ

Muhammad bin Yahya bin Habban memanggil seorang laki-laki seraya berkata, “Kabarkanlah kepadaku apa yang telah kamu dengar dari bapakmu.” Laki-laki itu lalu berkata, ” Bapakku mengabarkan kepadaku, bahwa ia pernah mendatangi Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya, “Menurutmu bagaimana tentang menghatamkan bacaan Al-Qur’an dalam tujuh hari?” Zaid menjawab, “Baik, tetapi menghatamkannya dalam setengah bulan atau sepuluh hari lebih aku sukai. Tanyakan kepadaku kenapa hal itu.” Bapakku berkata, “Aku bertanya kepada anda?” Zaid berkata, “Agar aku dapat mengambil pelajaran dan mengetahuinya.” Riwayat Malik 422.

  1. TILAWAH RASULULLAH SAW

عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ قِرَاءَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَانَ يَمُدُّ صَوْتَهُ مَدًّا

Dari Qatadah ia berkata, “Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia menjawab, “Beliau memanjangkan suaranya. ” HR Ibnu Majah 1343, shahih.

  1. MEMERDUKAN SUARA SAAT TILAWAH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ وَزَادَ غَيْرُهُ يَجْهَرُ بِهِ

Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan Al Qur’an”. Terdapat tambahan: “dia mengeraskannya”. HR Bukhari 6973.

عَنْ عَلْقَمَةَ بن قَيْسٍ، قَالَ: كُنْتُ رَجُلا قَدْ أَعْطَانِي اللَّهُ حُسْنَ الصَّوْتِ بِالْقُرْآنِ، فَكَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يُرْسِلُ إِلَيَّ، فَأَقْرَأُ عَلَيْهِ الْقُرْآنَ، فَكُنْتُ إِذَا فَرَغْتُ مِنْ قِرَاءَتِي، قَالَ: زِدْنَا مِنْ هَذَا فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:حُسْنُ الصَّوْتِ زِينَةُ الْقُرْآنِ.

Dari ‘Alqamah bin Qais berkata, “Aku adalah seorang lelaki yang telah diberi Alloh suara yang bagus dalam membaca Al-Qur’an, maka Ibnu Mas’ud biasa mengirim orang kepadaku agar kubacakan Al-Qur’an untuk beliau. Maka biasanya jika aku telah selesai dari membaca, beliau berkata, “Sungguh tambahlah bacaanmu, karena aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Bagusnya suara adalah hiasan bagi Al-Qur’an.” HR Thabarani 9881, hadits hasan.

  1. TILAWAH DENGAN SUARA KERAS

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ وَقَالَ صَاحِبٌ لَهُ يُرِيدُ أَنْ يَجْهَرَ بِهِ

Dari Abu Hurairah, bahwa ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah Alloh senang sebagaimana senang-Nya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang melagukan Al Qur’an.” Salah seorang sahabatnya berkata, ‘Maksud melagukan yaitu membaca dengan keras.” HR Bukhari 6928.

  1. TILAWAH DENGAN SUARA PELAN

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقة

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhani dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur’an bagaikan orang yang menampakkan sedekah, dan orang yang memelankan bacaan Al Qur’an ibarat orang yang bersekah dengan sembunyi-sembunyi.” HR Abu Dawud 1136, shahih.

  1. KHATAM DALAM SEBULAN/10 HARI/SEPEKAN

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ جَمَعْتُ الْقُرْآنَ فَقَرَأْتُهُ كُلَّهُ فِي لَيْلَةٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أَخْشَى أَنْ يَطُولَ عَلَيْكَ الزَّمَانُ وَأَنْ تَمَلَّ فَاقْرَأْهُ فِي شَهْرٍ فَقُلْتُ دَعْنِي أَسْتَمْتِعْ مِنْ قُوَّتِي وَشَبَابِي قَالَ فَاقْرَأْهُ فِي عَشْرَةٍ قُلْتُ دَعْنِي أَسْتَمْتِعْ مِنْ قُوَّتِي وَشَبَابِي قَالَ فَاقْرَأْهُ فِي سَبْعٍ قُلْتُ دَعْنِي أَسْتَمْتِعْ مِنْ قُوَّتِي وَشَبَابِي فَأَبَى

Dari Abdullah bin Amru berkata; Aku mengumpulkan Al Qur`an dan membaca semuanya dalam semalam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Aku khawatir terlalu lama hingga engkau menjadi bosan, bacalah dalam satu bulan. ” Aku menjawab, “Biarkanlah aku enjoi dengan kemampuan dan masa mudaku. ” Beliau bersabda: “Bacalah dalam sepuluh hari, ” aku menjawab, “Biarkanlah aku enjoi dengan kemampuan dan masa mudaku. ” Beliau bersabda: “Bacalah dalam tujuh hari, ” aku menjawab, “Biarkanlah aku enjoi dengan kemampuan dan masa mudaku, ” namun beliau tidak setuju. ” HR Ibnu Majah 1336, shahih lighairihi.

  1. TILAWAH DI MASJID

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَمِعُ قِرَاءَةَ رَجُلٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ لَقَدْ أَذْكَرَنِي آيَةً كُنْتُ أُنْسِيتُهَا

Dari Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar bacaan seorang laki-laki di Masjid, maka beliau pun bersabda: “Semoga Allah memberinya rahmat. Dia telah mengingatkanku akan suatu ayat, yang aku telah dilupakan daripadanya.” HR Muslim 1312.

  1. TILAWAH DI RUMAH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” HR Muslim 1300.

عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Perumpamaan rumah yang di dalamnya selalu disebut nama Allah Ta’ala dengan rumah yang di dalamnya tidak pernah disebut nama Allah adalah sebagaimana orang hidup dan orang mati.” HR Muslim 1299.

  1. TILAWAH MALAM HARI

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْرِفُ أَصْوَاتَ رُفْقَةِ الْأَشْعَرِيِّينَ بِالْقُرْآنِ حِينَ يَدْخُلُونَ بِاللَّيْلِ وَأَعْرِفُ مَنَازِلَهُمْ مِنْ أَصْوَاتِهِمْ بِالْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ وَإِنْ كُنْتُ لَمْ أَرَ مَنَازِلَهُمْ حِينَ نَزَلُوا بِالنَّهَارِ وَمِنْهُمْ حَكِيمٌ إِذَا لَقِيَ الْخَيْلَ أَوْ قَالَ الْعَدُوَّ قَالَ لَهُمْ إِنَّ أَصْحَابِي يَأْمُرُونَكُمْ أَنْ تَنْظُرُوهُمْ

Dari Abu Musa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh aku mendengar suara kelembutan orang-orang Asy’ari dengan bacaan Al Qurannya ketika mereka memasuki malam hari, dan aku mengetahui rumah-rumah mereka karena kemerduan suara mereka dengan alquran di malam hari, sekalipun aku tidak pernah melihat rumah-rumah mereka ketika siang. Di antara mereka ada seorang yang bijaksana; jika ia menemui kuda perang atau musuh, dia katakan kepada mereka: ‘Sahabat-sahabatku menyuruh kalian agar kalian menunggu2 mereka3.’ HR Bukhari 3906.

  1. TILAWAH BA’DA SHUBUH

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ لَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ آيَةً

مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ وَلَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنْ الْعِلْمِ عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ

Dari Abu Dzar ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Hai Abu Dzar, engkau berpagi-pagi untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah lebih baik bagimu dari pada engkau shalat sebanyak seratus raka’at. Dan engkau berpagi-pagi untuk mempelajari satu bab ilmu kemudian diamalkan ataupun tidak diamalkan, adalah lebih baik bagimu dari pada engkau shalat sebanyak seribu raka’at.” HR Ibnu Majah 215, didha’ifkan al Albani 4.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala dari shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat anak Isma’il. Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah dari Shalat ‘Ashar hingga matahari tenggelam adalah lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat orang budak.” HR Abu Dawud 3182, shahih.

  1. TILAWAH TANPA MEMAHAMI MAKNANYA

Rasulullah saw bersabda:

سيخرج أقوام من أمتي يشربون القرآن كشربهم اللبن ( طب ) عن عقبة بن عامر ( حسن )

Akan datang beberapa kaum dari umatku yang meminum Al-Qur’an sebagaimana mereka minum susu.” HR Thabarani dari ‘Oqbah ra, hadits hasan.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْشَأُ نَشْءٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ قَالَ ابْنُ عُمَرَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ أَكْثَرَ مِنْ عِشْرِينَ مَرَّةً حَتَّى يَخْرُجَ فِي عِرَاضِهِمْ الدَّجَّالُ

Dari Ibnu ‘Umar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan muncul generasi yang membaca Al-Qur’an namun tidak melewati kerongkongan mereka, setiap keluar satu generasi maka akan terputus.”

“Setiap keluar generasi akan terputus sebanyak 20 kali, hingga keluar dajjal di antara keturunan mereka.” HR Ibnu Majah 170, hadits hasan.

  1. TILAWAH LANCAR & TILAWAH BERAT

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Dari ‘Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mukmin yang mahir membaca Al Qur`an, maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al Qur`an dengan gagap, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” HR Muslim 1329.

  1. DOA SETELAH TILAWAH AL-QURAN

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَاصٍّ يَقْرَأُ ثُمَّ سَأَلَ فَاسْتَرْجَعَ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَلْيَسْأَلْ اللَّهَ بِهِ فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ

Dari ‘Imran bin Hushain ia melewati tukang cerita tengah membaca al-Qur’an, setelah itu ia meminta, lalu Imran kembali kemudian berkata; “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca al-Qur’an, hendaklah meminta kepada Allah dengannya, karena sungguh akan datang kaum-kaum yang membaca al-Qur’an; dengannya mereka meminta-minta kepada orang.” HR Tarmidzi 2841, hadits hasan.

  1. PALING BANYAK HAFALAN, LEBIH BERHAK MENJADI IMAM

عَنْ عَمْرِو بْنِ سَلَمَةَ قَالَ لَمَّا رَجَعَ قَوْمِي مِنْ عِنْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا إِنَّهُ قَالَ

لِيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرُكُمْ قِرَاءَةً لِلْقُرْآنِ قَالَ فَدَعَوْنِي فَعَلَّمُونِي الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَكُنْتُ أُصَلِّي بِهِمْ وَكَانَتْ عَلَيَّ بُرْدَةٌ مَفْتُوقَةٌ فَكَانُوا يَقُولُونَ لِأَبِي أَلَا تُغَطِّي عَنَّا اسْتَ ابْنِكَ

Dari ‘Amr bin Salamah dia berkata; “Tatkala kaumku pulang dari sisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. mereka mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ‘yang menjadi imam shalat kalian adalah yang paling banyak hapal Al Qur’an.” Amru berkata lagi, “Mereka mengajak kami dan mengajari kami cara ruku’ dan sujud. Dulu aku shalat bersama mereka, sedangkan aku hanya memakai selimut yang banyak lubangnya, lantas mereka berkata kepada ayahku, ‘Kenapa kamu tidak menutup pantat anakmu sehingga kami tidak melihatnya? HR Nasa`i 759, shahih.

Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan:

Bahwasanya mereka pergi menghadap kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai utusan kaumnya. Tatkala mereka hendak pulang, mereka bertanya; Wahai Rasulullah, siapakah (yang lebih berhak) untuk menjadi imam bagi kami? Beliau bersabda: أَكْثَرُكُمْ جَمْعًا لِلْقُرْآنِ أَوْ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ

“Orang yang paling banyak mengumpulkan atau hafal Al-Quran.”

Amru bin Salamah berkata; Ternyata tidak ada seorang pun dari kaum kami yang menghafal Al Quran sepertiku. Kata Amru; Karena itu mereka mengajukanku (untuk menjadi imam), padahal saya masih kanak kanak yang sedang memakai kain toga (sejenis jubah). Maka tidaklah saya menghadiri suatu perkumpulan di Jarm, melainkan saya pasti yang menjadi imam mereka, dan saya pula yang menyalati jenazah mereka (menjadi imam) sampai hari ini. HR Abu Dawud 496, shahih.

  1. MENGHORMATI & MENJAGA MUSH.HAF AL-QURAN

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُسَافَرَ بِالْقُرْآنِ إِلَى أَرْضِ الْعَدُوِّ

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang bepergian dengan membawa Al Qur’an ke negeri musuh. HR Bukhari 2768.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُسَافِرُوا بِالْقُرْآنِ فَإِنِّي لَا آمَنُ أَنْ يَنَالَهُ الْعَدُوُّ قَالَ أَيُّوبُ فَقَدْ نَالَهُ الْعَدُوُّ وَخَاصَمُوكُمْ بِهِ

Dari Ibnu Umar dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian bepergian dengan membawa Mushaf Al Qur’an saat safar (ke negeri musuh), sebab saya merasa khawatir diambil musuh.” Ayyub berkata, “Sungguh mereka telah mengambilnya lalu menyerang kalian dengannya.” HR Muslim 3476.

  1. FADHILAH MEMBACA MUSH.HAF AL-QURAN

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مِنْ سَرَّهُ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ يُحِبَّ اللهَ وَرَسُولَهُ، فَلْيَقْرَأْ فِي الْمُصْحَفِ ” ” هَكَذَا رُوِيَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مَرْفُوعًا وَهُوَ مُنْكَرٌ تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو سَهْلٍ الْحُرُّ بْنُ مَالِكٍ، عَنْ شُعْبَةَ

Dari ‘Abdullah, Rasulullah saw bersabda, “Siapapun yang senang untuk mengetahui bahwa dirinya mencintai Alloh dan Rasul-Nya, maka bacalah pada mush.haf Al-Qur’an.” HR Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2027 & Abu Nu’aim 7/209. Baihaqi berkata, “Hadits ini diriwayatkan secara marfu’ akan tetapi ini munkar, hanya Abu Sahl al-Hurr bin Malik yang meriwayatkannya dari Syu’bah. * Namun hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6289. Wallahu A’lam.

  1. MENJADI AL-QUR’AN BERJALAN

عَنْ عِصْمَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”لَوْ جُمِعَ الْقُرْآنُ فِي إِهَابٍ مَا أَحْرَقَتْهُ النَّارُ“.

Dari ‘Ishmah bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda, “Andaikan Al-Qur’an

dikumpulkan dalam suatu kulit5, niscaya api neraka takkan membakarnya.” HR Thabarani 13934, hadits hasan.

DAFTAR ISI

  • ADAB TILAWAH AL-QUR’AN:

  1. BERSIWAK SEBELUM TILAWAH

  2. IKHLASH DALAM TILAWAH

  3. BAHAYA MENJADI QARI’ YANG TIDAK IKHLASH

  4. TILAWAH DENGAN TADABBUR

  5. TILAWAH RASULULLAH SAW

  6. MEMERDUKAN SUARA SAAT TILAWAH

  7. TILAWAH DENGAN SUARA KERAS

  8. TILAWAH DENGAN SUARA PELAN

  9. KHATAM DALAM SEBULAN/10 HARI/SEPEKAN

  10. TILAWAH DI MASJID

  11. TILAWAH DI RUMAH

  12. TILAWAH MALAM HARI

  13. TILAWAH BA’DA SHUBUH

  14. TILAWAH TANPA MEMAHAMI MAKNANYA

  15. TILAWAH LANCAR & TILAWAH BERAT

  16. DOA SETELAH TILAWAH AL-QURAN

  • BEBERAPA HAL SEPUTAR TILAWAH:

  1. PALING BANYAK HAFALAN, LEBIH BERHAK MENJADI IMAM

  2. MENGHORMATI & MENJAGA MUSH.HAF AL-QURAN

  3. FADHILAH MEMBACA MUSH.HAF AL-QURAN

  4. MENJADI AL-QUR’AN BERJALAN

والله تعالى أعلم. وعلمه أتم. والحمد لله على ما علّم.

أموت ويبقى جميع ما قد كتبته فيا ليت من يقرأ كتابي دعا ليا ..

لعل الله أن يمن علي بلطفه ويرحم تقصيري وسوء فعاليا

[ Diterbitkan oleh: Pusat Kajian Hadits HQA (Hamalatul Qur’an wal Atsar) Solo ]

1 Mauquf: ucapan/perbuatan shahabat; bukan sabda/amal Rasulullah saw.

2 Dalam CD Ensiklopedi 9 Imam diterjemahkan: melihat mereka. Ini salah. Lihat: Fathul Bari 7/487, Syarhun Nawawi 8/269, dll.

3 Maksudnya, dia sangat pemberani; tidak lari jika berjumpa musuh. (Kasyful Musykil 381)

4 Mukhtalaf fih (diperselisihkan): Matannya hasan lighairihi menurut Jawami’ul Kalim. Isnadnya hasan menurut al Mundziri (Takhrij Kanzil ‘Ummal 28762, oleh Bakri Hayyani). * Sanadnya dha’if karena ‘Ali bin Zaid dan ‘Abdullah bin Ziyad dha’if, namun memiliki syahid dari hadits Ibnu ‘Abbas ra., yang dinilai gharib oleh Tarmidzi. Juga dari hadits Abu Umamah yang dinilai hasan gharib oleh Tarmidzi. (Mishbahuzzujajah 1/30) * Didha’ifkan al Albani dalam Dha’iful Jami’ no. 6373.

5 Maksudnya, yang hafal & mengamalkan Al-Qur’an, tidak dibakar di neraka. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here