Home Fiqih Amalan Ramadhan Berdasar Dalil-dalil Shahih

Amalan Ramadhan Berdasar Dalil-dalil Shahih

262
0
SHARE

– Judul: AMALAN RAMADHAN MUBARAK
– Ditulis pada: Sya’ban 1434 H / Juni 2013 M.
Konsul fiqh/hadits gratis (SMS) 087836013279 * PIN BB: 29 25 BB 5B.

DAFTAR ISI

1. Tilawah 1 juz ba’da shubuh di masjid
2. Menghadiri majlis ilmu pagi
3. Infaq minimal 5 ribu tiap pagi
4. Shalat dhuha di awal waktunya
5. Shalat dhuha lagi pukul 09.00 pagi
6. Meskipun lagi asyik bekerja …
7. Shalat qabliyah zhuhur 4 rekaat
8. Shalat ba’diyah zhuhur 4 rekaat
9. Shalat qabliyah ashr 4 rekaat
10. Shalat ba’diyah ashr 2 rekaat
11. Shalat ba’diyah maghrib di rumah
12. Rahasia shalat sunnah di rumah
13. Ta’qib di masjid ba’da maghrib
14. Tilawah 1 juz ba’da maghrib
15. Tadarus 3 juz ba’da isya`
16. Tidur 4 jam cukup, bagus & sehat
17. Saling membangunkan jam 01.00
18. Istri dibangunkan sampai bangun!
19. Memperbanyak doa khusus ini:
20. Tuduhan di FB: INNII SHOO`IM
21. Meninggalkan debat rendahan
22. Sibukkan lisan dengan dzikrullah
23. Sibukkan tangan bukan dengan FB (renungan…)
Bismillah, walhamdulillah, wala haula wala quwwata illa billah. Berikut ini adalah beberapa amal shalih yang PKH usulkan untuk dijadikan aktifitas ibadah harian, disertai dalil-dalil dari hadits shahih yang berkaitan dengannya:

1. Tilawah 1 juz ba’da shubuh di masjid

لأنْ يَغْدُوَ أحَدُكمْ إِلَى المَسْجِدِ فَيَتَعَلَّمُ أوْ يَقْرَأُ آيَتَيْنِ مِنْ كِتابِ الله خَيْرٌ لهُ مِنْ ناقَتَيْنِ وَثلاَثٌ خَيْرٌ لهُ مِنْ ثَلاثٍ وأرْبَعٌ خَيْرٌ لهُ مِنْ أرْبَعٍ ومِنْ أعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ

“Sungguh bahwa seseorang dari kalian menuju ke masjid di pagi hari lalu mempelajari atau membaca dua ayat dari Kitabullah, itu lebih baik baginya daripada (mendapatkan) dua onta. Tiga ayat lebih baik baginya daripada tiga onta. Empat ayat lebih baik baginya daripada empat onta, dan seterusnya.” HR Muslim, dari hadits ‘Oqbah bin ‘Amir ra., SJS (Shahihul Jami’is Shaghir karya al Albani) 2697.

2. Menghadiri majlis ilmu pagi

Alhamdulillah, di Solo terdapat majlis ilmu tafsir Al Qur’an yang diadakan tiap pagi ba’da shubuh hingga jam 06.00. Semoga seantero Indonesia lambat laun mengadakan majlis ilmu pagi rutin semacam ini, sehingga umat Islam paham terhadap diennya secara baik. Allahumma amien.

لأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكرُونَ الله تَعَالَى مِنْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِليَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ

“Sungguh bahwa aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Alloh Ta’ala (baca: majlis ilmu) dari shalat shubuh hingga terbit matahari, lebih kusukai daripada memerdekakan empat budak dari keturunan Nabi Isma’il.” HR Abu Dawud, dari hadits Anas ra., hadits hasan. SJS 5036.

3. Infaq minimal 5 ribu tiap pagi

Tentu saja disesuaikan keuangan. Jika kaya banget, bisa diubah menjadi 5 juta tiap pagi. Alhamdulilah, pasti diganti.

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلَفاً وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً

“Tiada suatu hari yang para hamba masuk waktu paginya, melainkan ada dua malaikat turun lalu salah satunya berkata: Ya Alloh, berikanlah ganti kepada orang yang berinfaq, dan satunya berkata: Ya Alloh, berilah kehancuran bagi yang menahan.” Muttafaqun ‘alaih, dari hadits Abu Hirr ghafarallahu lahu waliummihi. SJS 5797.

4. Shalat dhuha di awal waktunya

Disebut shalat isyraq. Isyraq artinya: terbit matahari. Disebut demikian karena dilakukan di awal waktu dhuha, yaitu setelah matahari terbit secara sempurna dan lepas dari ufuk.

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ الله حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تامة تامة.

“Siapapun shalat shubuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Alloh hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rekaat, niscaya ia mendapatkan seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” HR Tarmidzi, dari hadits Anas ra., shahih. SJS 6346.

5. Shalat dhuha lagi pukul 09.00 pagi

صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

“Shalatnya orang-orang yang selalu bertaubat adalah ketika anak-anak onta mulai kepanasan.” HR Muslim, dari hadits Zaid bin Arqam ra., SJS 3815.

6. Meskipun lagi asyik bekerja …

مَنْ خَرَجَ إلى تسبيح الضحى لاَ يَنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ المُعْتَمِرِ.

“Siapapun keluar (dari aktifitas dunia) menuju shalat sunnah dhuha, tiada lain karena shalat tersebut, maka pahalanya seperti pahala orang yang ‘umrah.” HR Abu Dawud, dari hadits Abu Umamah ra., hadits hasan. SJS 6228.

7. Shalat qabliyah zhuhur 4 rekaat

أرْبَعٌ قَبْلَ الظُّهْرِ لَيْسَ فيهِنَّ تَسْلِيمٌ تُفْتَحُ لهن أبواب السماء

“Empat rekaat sebelum zhuhur tanpa salam di tengahnya, dibukakan baginya pintu-pintu langit.” HR Abu Dawud, dari hadits Abu Ayyub ra., hadits hasan. SJS 885.

أرْبَعُ رَكْعاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ يَعْدِلْنَ بِصَلاةِ السَّحَرِ

“Empat rekaat sebelum zhuhur itu sebanding dengan shalat di akhir malam.” HR Ibnu Abi Syaibah secara mursal dari Abu Shalih, hadits hasan. SJS 882.

8. Shalat ba’diyah zhuhur 4 rekaat

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حُرِّمَ عَلَى النَّارِ

“Siapapun kontinyu melakukan empat rekaat sebelum zhuhur dan empat rekaat selepasnya, pasti diharamkan dari neraka.” HR Imam Empat, dari hadits Umi Habibah ‘alaihasssalam, shahih. SJS 6195.

9. Shalat qabliyah ‘ashr 4 rekaat

رحم الله امرءا صَلَّى قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعاً

“Semoga Alloh merahmati orang yang shalat empat rekaat sebelum ashar.” HR Abu Dawud & Tarmidzi, dari hadits Ibnu ‘Umar ra., hadits hasan. SJS 3493.

10. Shalat ba’diyah ‘ashr 2 rekaat

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: مَا تَرَكَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ عِنْدِي قَطُّ

‘Aisyah ‘alaihassalam berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi waâlihi wasallam sama sekali tidak pernah meninggalkan dua rekaat selepas ashar di rumahku.” HR Muslim 835.

لا تصلوا بعد العصر، إلا أن تصلوا والشمس مرتفعة

“Janganlah kalian shalat selepas ashar, kecuali jika saat kalian shalat matahari masih tinggi.” HR Abu Ya’la, dari hadits ‘Ali ‘alaihissalam dengan sanad shahih. (as Shahihah 1/625)

Berdasarkan dalil-dalil di atas, Ibnu Hazm rahimahullah menegaskan bahwa shalat dua rekaat selepas ashar adalah masyru’/disyariatkan. (as Shahihah 7/528) Yaitu selama matahari masih tinggi atau belum menguning. Wallahu A’lam.

11. Shalat ba’diyah maghrib di rumah

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى مَسْجِدَ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ، فَصَلَّى فِيهِ الْمَغْرِبَ، فَلَمَّا قَضَوْا صَلَاتَهُمْ رَآهُمْ يُسَبِّحُونَ بَعْدَهَا، فَقَالَ: هَذِهِ صَلَاةُ الْبُيُوت

Dari Ka’b bin ‘Ujrah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi masjid Bani ‘Abdil Asyhal, lalu beliau shalat maghrib di situ. Selepas shalat beliau melihat mereka shalat sunnah ba’da maghrib, maka beliau berkomentar, “Ini adalah shalatnya rumah-rumah.” Abu Dawud 1300, shahih. SJS 7010.

12. Rahasia shalat sunnah di rumah

فَضْلُ صلاَةِ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ عَلَى صَلاَتِهِ حَيْثُ يَرَاهُ النَّاسُ كَفَضْلِ المكْتُوبَةِ عَلَى النَّافِلَةِ

“Keutamaan shalat seseorang di rumahnya dibandingkan shalatnya di tempat yang terlihat orang banyak, seperti keutamaan shalat wajib dibandingkan shalat sunnah.” HR Thabarani, dari hadits Shuhaib bin Nu’man ra., hadits hasan. SJS 4217.

13. Ta’qib di masjid ba’da maghrib

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang tergopoh-gopoh ke masjid membawa kabar gembira untuk orang-orang yang tidak pulang ke rumah selepas maghrib, karena beribadah di masjid hingga isya’. Beliau bersabda:

أبْشِرُوا هَذَا رَبُّكُمْ قد فَتَحَ بَابا مِنْ أبْوابِ السَّماءِ يُبَاهِي بِكُمُ المَلائِكَةَ يَقُولُ: انْظرُوا إِلَى عِبادِي قد قَضَوْا فَرِيضَةً وهُمْ يَنْظرُونَ أخرى.

“Bahagilah, inilah Rabb kalian telah membuka suatu pintu dari pintu-pintu langit, Dia membanggakan kalian kepada malaikat, Dia berkata: Lihatlah para hamba-Ku, mereka sudah menyelesaikan suatu kewajiban, dan mereka menunggu kewajiban yang lain.” HR Ibnu Majah, dari hadits Ibnu ‘Amr ra., shahih. SJS 36.

14. Tilawah 1 juz ba’da maghrib

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحِبَّ اللهَ وَرَسُولَهُ فَلْيَقْرَأْ فِي المُصْحَفِ

“Siapa yang ingin bisa mencintai (atau dicintai) Alloh dan Rasul-Nya, hendaklah dia membaca mush.haf Al Qur’an.” HR Abu Nu’aim, dari hadits Ibnu Mas’ud ra., hadits hasan. SJS 6289.

15. Tadarus 3 juz ba’da isya`

أوصِيكَ بِتَقْوَى الله تَعالى فإِنَّهُ رَأسُ كلِّ شَيْءٍ وعَلَيْكَ بالجِهادِ فإنهُ رَهْبانِيَّة الإِسلامِ وعليْكَ بِذِكرِ الله تَعالى وتِلاوَةِ القرْآنِ فإِنَّهُ رَوْحكَ فِي السَّماءِ وذِكْرُكَ فِي الأَرْضِ.

“Kuwasiatkan kepadamu (tiga hal, yaitu):
1. Bertaqwa kepada Alloh, karena ia adalah pokok segala sesuatu.
2. Selalu berjihad, karena ia merupakan kerahiban dalam Islam.
3. Selalu berdzikir kepada Alloh Ta’ala dan tilawah Al Qur’an, karena ia adalah istirahatmu di langit dan pujian bagimu di bumi.” HR Ahmad, dari hadits Abu Sa’id ra., hadits hasan. SJS 2543.

16. Tidur 4 jam cukup, bagus & sehat

كانَ يَقُومُ إِذَا سَمِعَ الصَّارِخَ.

“Beliau biasa bangun apabila mendengar ayam berkokok.” Muttafaqun ‘alaih, dari hadits ‘Aisyah ‘alaihassalam. SJ 5002.

17. Saling membangunkan jam 01.00

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَهَبَ ثُلُثَا اللَّيْلِ قَامَ فَقَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا اللَّهَ اذْكُرُوا اللَّهَ جَاءَتِ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ»

Ubay bin Ka’b berkisah: Rasulullah saw jika telah lewat dua pertiga malam (sekitar jam 01.00), beliau bangun lalu bersabda, “Wahai sekalian manusia, ingatlah Alloh (2x), pasti datang penggoncang, diiringi pembonceng. Pasti datang kematian beserta isinya (2x).” HR Tarmidzi 2457, hasan.

18. Istri dibangunkan sampai bangun!

رَحِمَ الله رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وجهها الماء ….

“Semoga Alloh merahmati seseorang yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan istrinya, maka istrinya pun juga shalat. Jika istri enggan (bangun), ia memercikkan air pada wajah istrinya.” HR Abu Dawud, dari hadits Abu Hirr ghafarallahu lahu waliummihi,1 shahih. SJS 3494.
Istri tentu juga mendapatkan fadhilah yang sama jika melakukannya. Alloh Swt Mahaadil & Mahabijaksana.

19. Memperbanyak doa khusus ini:

‘Aisyah ‘alaihassalam yang sangat cerdas bertanya cerdas kepada Rasulullah saw, apa yang harus diucapkan jika mengetahui kapan lailatul qadr datang, maka beliau jawab:

قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عني

“Ucapkanlah: Ya Alloh, sungguh Engkau Mahapemaaf, suka memaafkan, maka maafkanlah aku.” HR Tarmidzi, shahih. SJS 4423.

20. Tuduhan di FB à INNII SHOO`IM

Dituduh? Tidak perlu naik pitam atau kebakaran jenggot. Nabi shallallahu ‘alaihi waâlihi wasallam dituduh sebagai dukun dan tidak marah. Padahal kedukunan berarti kekafiran.
Jawablah dengan santun: salaamaa … innii shaa`im (2x).
Mengapa dua kali? Karena mengamalkan hadits shahih:

إِذا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ ولا يجهل فإن امرء شاتَمَهُ أوْ قاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنَّي صائِمٌ. إِنِّي صائِمٌ.

“Jika tiba hari shaum seseorang dari kalian, maka jangan berkata mesum, dan jangan berbuat tolol. Jika seseorang mencacinya atau menengkarinya, hendaklah dijawab: sungguh aku sedang shaum, sungguh aku lagi shaum.” Muttafaqun ‘alaih, dari hadits Abu Hirr ghafarallâhu lahû waliummihi. SJS 783.

Kerendahan ilmu dan akal seseorang tampak dari tingkah polah dan ucapannya. Menanggapi orang rendahan adalah suatu kerendahan. Ulama` menasihatkan: Maklumilah orang bodoh karena bodohnya, maklumilah anak kecil karena kecilnya. Menanggapi perkara rendah bukanlah sikap bijak.

21. Meninggalkan debat rendahan

إنّ الله تَعَالَى يُحِبُّ مَعالِيَ الأُمُورِ وأشْرَافَها ويكره سفسافها

“Sungguh Alloh Ta’ala menyukai perkara-perkara tinggi dan mulia, dan membenci perkara-perkara rendahan.” HR Thabarani, dari hadits Husain bin ‘Ali ‘alaihimassalam, shahih. SJS 1890.

22. Sibukkan lisan dengan dzikrullah

إنّ الله تَعَالَى يَقولُ: أَنا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَني وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتاهُ

“Sungguh Alloh Ta’ala berkata: Aku bersama hamba-Ku, selama dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak-gerak (dzikir) karena-Ku.” HR Ibnu Majah, dari hadits Abu Hirr ghafarallahu lahu waliummihi, shahih. SJS 1906.

23. Sibukkan tangan bukan dengan FB

Kecuali untuk menebar ilmu, kebajikan, dan kebijaksanaan.

لا تقل بلسانك إلا معروفا، ولا تبسط يدك إلا إلى خير.

“Jangan kau ucapkan dengan lisanmu kecuali kebaikan, dan jangan kau hamparkan tanganmu kecuali kepada kebaikan.” HR Thabarani 817, dari hadits Aswad bin Ashram al Muharibi ra., dengan sanad shahih. (Juga di at Tarikh karya Bukhari: 1/444) Lihat: as Shahihah 4/82.

· Renungan:
Mana lebih utama?
Melayani debat kusir dengan jidariyyun (manusia tembok) di FB, atau memegang mush.haf Al Qur’an Al Karim? Wabillahit taufiq …! Wallahu A’lamu bimâ yashifûn. Walhamdulillah.

· Kuteb PKH terbaru buat muslimin:
Antara lain: Sikapi tuduhan saudaramu dengan hikmah & ukhuwah. * Cintai Ahlul Bait. * Semangat Ngaji pagi. * Babat Paham Syi’ah! * Hukum khusus wanita. Dll.

الحمد لله الذي هدانا لهذا، اللهم فاهدنا واهد بنا واجعلنا سببا لمن اهتدى

Download (DOCX, 40KB)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*