Home Fiqih Cara Mudah Mengenal Bid’ah

Cara Mudah Mengenal Bid’ah

577
0
SHARE

✍Asy-Syeikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Al Bani -rahimahullah- menerangkan :

إن البدعة المنصوص على ضلالتها من الشارع هي :

1 .ﻛُﻞُّ ﻣﺎَ ﻋَﺎﺭﺽَ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔَ ﻣِﻦْ ﺍﻷﻗﻮﺍﻝِ ﺃﻭِ ﺍﻷﻓﻌﺎﻝِ ﺃﻭِ ﺍﻟﻌﻘﺎﺋﺪِ ﻭﻟﻮْ ﻛﺎﻧَﺖْ ﻋَﻦْ ﺍﺟﺘﻬﺎﺩٍ .

2 . ﻛُﻞُّ ﺃﻣﺮٍ ﻳُﺘﻘَﺮﺏُ ﺇﻟﻰَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻪِ , ﻭﻗَﺪْ ﻧَﻬﻰَ ﻋَﻨﻪُ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ .

3 . ﻛُﻞُّ ﺃﻣﺮٍ ﻻَ ﻳُﻤﻜِﻦُ ﺃﻥْ ﻳُﺸﺮﻉَ ﺇﻻَ ﺑِﻨﺺٍ ﺃﻭْ ﺗﻮﻗﻴﻒٍ, ﻭﻻَ ﻧﺺَّ ﻋﻠﻴﻪِ ﻓﻬَﻮَ ﺑﺪﻋﺔٌ ﺇﻻَ ﻣﺎَ ﻛﺎﻥَ ﻋﻦْ ﺻﺤﺎﺑﻲٍ ﺗﻜﺮﺭَ ﺫﻟﻚَ ﺍﻟﻌﻤﻞُ ﻣﻨﻪُ ﺩﻭﻥَ ﻧﻜﻴﺮٍ .

4 . ﻣَﺎَ ﺃُﻟﺼِﻖَ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓِ ﻣِﻦْ ﻋَﺎﺩﺍﺕِ ﺍﻟﻜُﻔَّﺎﺭِ .

5 . ﻣَﺎَ ﻧَﺺَّ ﻋَﻠﻰَ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺑِﻪِ ﺑﻌﺾُ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀِ ﻻَ ﺳﻴَّﻤﺎَ ﺍﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻳﻦَ ﻭﻻَ ﺩﻟﻴﻞَ .

6 . ﻛُﻞُّ ﻋِﺒﺎﺩﺓٍ ﻟَﻢْ ﺗﺄﺕِ ﻛﻴﻔﻴَّﺘُﻬﺎَ ﺇﻟَّﺎَ ﻓﻲِ ﺣﺪﻳﺚٍ ﺿﻌﻴﻒٍ ﺃﻭْ ﻣﻮﺿﻮﻉٍ .

7 . ﺍﻟﻐﻠﻮُّ ﻓﻲِ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓِ .

8 . ﻛُــﻞُّ ﻋﺒﺎﺩﺓٍ ﺃﻃﻠﻘَﻬﺎَ ﺍﻟﺸﺎﺭﻉُ , ﻭﻗﻴﺪﻫَﺎَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑﺒﻌﺾِ ﺍﻟﻘﻴــﻮﺩِ ﻣﺜـﻞِ : ﺍﻟﻤﻜﺎﻥِ ﺃﻭِ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥِ ﺃﻭِ ﺍﻟﺼﻔﺔِ ﺃﻭِ ﺍﻟﻌﺪﺩ .

“Sesungguhnya bid’ah yang telah dinyatakan kesesatannya berdasarkan dalil-dalil syariat, antara lain :

1. Semua yang bertentangan dengan sunnah (Nabi shallalahu alaihi wasallam), baik bentuknya ucapan, perbuatan, atau keyakinan. Walaupun berasal dari ijtihad,

2. Semua perkara yang dengannya seseorang mendekatkan diri (beribadah), padahal Nabi telah melarang dari perkara tersebut,

3. Semua perkara, yang tidak mungkin disyariatkan kecuali berdasarkan nash (dalil) atau harus berlandaskan dalil, sementara perkara tersebut tidak ada dalilnya, maka itu termasuk bid’ah. Kecuali yang berasal dari para sahabat, dan hal itu mereka senantiasa amalkan tanpa ada yang mengingkarinya dari sahabat yang lainnya,

4. Apa-apa yang disematkan (digandengkan) dengan ibadah, berupa adat kebiasaan orang-orang kafir,

5. Apa-apa yang dinyatakan sebagai sunnah oleh sebahagian ulama, terutama ulama kontemporer, padahal tidak ada dalilnya,

6. Semua ibadah, yang tekhnis pelaksanaannya tidak disebutkan, kecuali hanya berdasarkan hadits lemah atau palsu,

7. Bersikap ekstrim dalam ibadah,

8. Semua ibadah yang disebutkan secara mutlak oleh syariat, namun dibatasi oleh sebahagian orang dengan beberapa pembatasan, seperti dibatasi tempat, waktu, sifat atau jumlahnya.”

_________________

Sumber :

📚 Ahkam Al-Janaiz, hal 206.

══════ ❁✿❁ ══════

📝 Al-Ustâdz Hilal Abu Naufal

Mari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami :

📮 Join Telegram: http://bit.ly/1IRISAP

🌍 FB : fb.me/kajiansunnahpalopo

🐦Twitter : @palopomengaji

🌐 Web Kajian : http://bit.ly/palopo-mengaji

🎬Youtube : Kajian Sunnah Palopo

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi

📂 Grup WA & TG : Dakwah Islam

🌐 TG Channel : @DakwahIslam

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan Allâh membalas anda dengan kebaikan karena telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here