Home Hadits Fadhilah Miskin

Fadhilah Miskin

747
0
SHARE
  1. KABAR GEMBIRA UNTUK ORANG MISKIN

Dari ‘Abdullah bin Umar dia berkata, “Orang-orang fakir Muhajirin mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas karunia Allah yang diberikan kepada orang-orang kaya, beliau bersabda:

أَلَا أُبَشِّرُكُمْ أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُؤْمِنِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ

“Wahai orang-orang miskin, maukah aku beri kabar gembira kepada kalian? Sesungguhnya orang-orang fakir miskin dari kaum Mukminin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya dengan jarak setengah hari yang setara dengan lima ratus tahun.”

Kemudian beliau membaca ayat: وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

‘(Sesungguhnya sehari di hadapan Rabbmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu) ‘ (Qs. Al Hajj: 47). HR Ibnu Majah 4114, shahih.

 

  1. RASULULLAH SAW MENGHINDARI HIDUP MEWAH

Dari ‘Aisyah ia berkata; “Kami memiliki tirai bergambar burung yang diletakkan di ruangan rumah bagian depan. Maka setiap orang yang masuk pasti dia akan melihatnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabdaku:

حَوِّلِي هَذَا فَإِنِّي كُلَّمَا دَخَلْتُ فَرَأَيْتُهُ ذَكَرْتُ الدُّنْي

“Wahai ‘Aisyah, pindahkanlah tirai ini! Sebab saat aku masuk dan melihatnya, aku selalu ingat dengan dunia.” HR Muslim 3934.

 

  1. RASULULLAH SAW BERDOA MEMOHON MISKIN

Dari Anas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam berdo’a:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مِسْكِينًا وَأَمِتْنِى مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِى فِى زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

ALLAAHUMMA AHYINII MISKIINAW WA AMITNII MISKIINAW WAHSYURNII FI ZUMRATIL MASAAKIINI YAUMAL QIYAAMATI.

(Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin[1] dan wafatkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat bersama golongan orang orang miskin),

‘A`isyah bertanya: Kenapa wahai Rasulullah? beliau menjawab:

إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لاَ تَرُدِّى الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّى الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya mereka akan masuk surga 40 tahun lebih dahulu daripada orang orang kaya, wahai A’isyah jangan kamu tolak orang orang miskin walaupun hanya dengan memberikan secuil kurma, wahai A’isyah cintailah orang orang miskin dan dekatilah mereka karena Allah akan mendekatkan kamu pada hari kiamat.” HR Tarmidzi 2275, dan dia berkata, “Ini hadits gharib”, namun Syaikh Albani menilai hadits ini shahih. Wallahu A’lam.

 

  1. RASULULLAH SAW MENDOAKAN SEDIKIT HARTA UNTUK MUKMIN

Dari Fadhalah bin ‘Ubaid ra, Rasulullah saw berdoa:

اللَّهُمَّ مَنْ آمَنَ بِكَ وَشَهِدَ أَنِّي رَسُولُكَ، فَحَبِّبْ إِلَيْهِ لِقَاءَكَ، وَسَهِّلْ عَلَيْهِ قَضَاءَكَ، وَأَقْلِلْ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا،

“Ya Alloh, siapapun yang beriman kepada-Mu dan bersaksi bahwa aku adalah Rasul-Mu, maka jadikanlah dia cinta untuk berjumpa dengan-Mu, dan mudahkanlah qadha`-Mu kepadanya, dan sedikitkanlah dunianya.”

وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِكَ وَيَشْهَدْ أَنِّي رَسُولُكَ فَلا تُحَبِّبْ إِلَيْهِ لِقَاءَكَ وَلا تُسَهِّلْ عَلَيْهِ قَضَاءَكَ وَأَكْثِرْ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan siapapun yang tidak beriman kepada-Mu serta tidak bersaksi bahwa aku adalah Rasul-Mu, maka jangan Engkau jadikan dia suka berjumpa dengan-Mu, dan jangan Engkau permudahkan qadha`mu kepadanya, dan perbanyaklah dunia baginya.” HR Thabarani dalam al-Kabir 15203, shahih.

 

  1. RAMBUT KUSUT, MELAMAR DITOLAK, DIMULIAKAN DI JANNAH

Abu Salam berkata; Telah menceritakan kepadaku Tsauban bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

إِنَّ حَوْضِي مَا بَيْنَ عَدَنَ إِلَى أَيْلَةَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ أَكَاوِيبُهُ كَعَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ شَرْبَةً لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهَا أَبَدًا وَأَوَّلُ مَنْ يَرِدُهُ عَلَيَّ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ الدُّنْسُ ثِيَابًا وَالشُّعْثُ رُءُوسًا الَّذِينَ لَا يَنْكِحُونَ الْمُنَعَّمَاتِ وَلَا يُفْتَحُ لَهُمْ السُّدَدُ

“Sesungguhnya telagaku (luasnya) antara ‘Adn dan ‘Ailah, lebih putih dari susu dan lebih manis dari manisnya madu. Gelas-gelasnya laksana jumlah bintang di langit. Barangsiapa meminum seteguk darinya, niscaya tidak akan merasa dahaga untuk salama-lamanya. Dan orang pertama kali yang di tampakkan kepadaku adalah orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin yang berpakaian lusuh dan rambut yang kusut, yang tidak (dapat) menikahi wanita-wanita yang hidup enak, dan tidak pernah pula dibukakan pintu-pintu bagi mereka (tidak diberi izin masuk).”

Lalu ‘Umar pun menangis hingga janggutnya basah, dan berkata:

لَكِنِّي قَدْ نَكَحْتُ الْمُنَعَّمَاتِ وَفُتِحَتْ لِي السُّدَدُ لَا جَرَمَ أَنِّي لَا أَغْسِلُ ثَوْبِي الَّذِي عَلَى جَسَدِي حَتَّى يَتَّسِخَ وَلَا أَدْهُنُ رَأْسِي حَتَّى يَشْعَثَ

“Akan tetapi aku telah menikahi wanita-wanita yang hidup enak, dan pintu-pintu telah dibukakan untukku. Tidak boleh tidak aku takkan mencuci baju yang kupakai ini hingga kotor, dan aku takkan meminyaki rambutku hingga kusut.” HR Ibnu Majah 4293, shahih.

 

  1. MISKIN LEBIH MUDAH HISABNYA

Dari Mahmud bin Labid bahwa Rasulullah saw. bersabda:

اثْنَتَانِ يَكْرَهُهُمَا ابْنُ آدَمَ الْمَوْتُ وَالْمَوْتُ خَيْرٌ لِلْمُؤْمِنِ مِنْ الْفِتْنَةِ وَيَكْرَهُ قِلَّةَ الْمَالِ وَقِلَّةُ الْمَالِ أَقَلُّ لِلْحِسَابِ

“2 hal yang dibenci oleh manusia; kematian padahal kematian itu lebih baik bagi orang mu`min daripada fitnah, dan ia benci sedikitnya harta padahal sedikitnya harta itu lebih ringan untuk hisab.” HR Ahmad 22519, shahih.

 

  1. PAHALA KAUM MISKIN DI AKHIRAT

Dari Fadlalah bin ‘Ubaid, saat Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam shalat bersama orang-orang, beberapa orang jatuh tersungkur saat berdiri dalam shalat karena lapar, mereka adalah para penghuni emperan masjid hingga orang-orang badui berkata: Mereka orang-orang gila. Sesuai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam menghampiri mereka lalu bersabda:

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا لَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ لَأَحْبَبْتُمْ أَنْ تَزْدَادُوا فَاقَةً وَحَاجَةً

“Andai kalian mengetahui bagian milik kalian di hadapan Allah (kelak), niscaya kalian akan suka menjadi lebih miskin dan fakir.” HR Tarmidzi 2291, shahih.

 

  1. PAHALA BESAR BAGI YANG TERKENA BALAK DI DUNIA

Dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يُعْطَى أَهْلُ الْبَلَاءِ الثَّوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُودَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِي الدُّنْيَا بِالْمَقَارِيضِ

“Pada hari Kiamat ketika orang orang yang diuji diberi pahala, orang orang yang sehat menginginkan seandainya kulit-kulit mereka di dunia dipotong dengan gunting.” HR Tarmidzi 2326, dan beliau berkata, “Hadits ini gharib.” Namun Syaikh Albani menilainya hasan dalam Shahihul Jami’ 8177. Wallahu A’lam.

 

  1. BANYAK MISKIN YANG MUSTAJAB DOANYA

Dari Anas bin Malik berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَمْ مِنْ أَشْعَثَ أَغْبَرَ ذِي طِمْرَيْنِ لَا يُؤْبَهُ لَهُ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ مِنْهُمْ الْبَرَاءُ بْنُ مَالِكٍ

“Berapa banyak orang yang rambutnya kusut masai, berdebu dan hanya memiliki dua pakaian usang serta tidak ada yang peduli dengannya, namun apabila dia bersumpah atas Nama Alloh, niscaya akan terkabul, di antara mereka adalah Al Barra` bin Malik.” HR Tarmidzi 3789, shahih.

 

  1. TABI’I TERBAIK ADALAH ORANG SANGAT MISKIN

Dari ‘Abdurrahman bin Abu Laila berkata; ada seorang laki-laki dari penduduk Syam berseru pada Perang Shiffin, Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais Al Qarny?. mereka berkata; benar. (Abdurrahman bin Abu Laila Radliyallahu’anhu) berkata; saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alahiwasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ خَيْرِ التَّابِعِينَ أُوَيْسًا الْقَرَنِيَّ

“Di antara para tabiin yang terbaik adalah Uwais Al Qarny. HR Ahmad 15377, shahih.

Tentang kemiskinan Uwais, diriwayatkan dalam hadits shahih:

Dari Usair bin Jabir dia berkata; “Ketika Umar bin Khaththab didatangi oleh rombongan orang-orang Yaman, ia selalu bertanya kepada mereka; ‘Apakah Uwais bin Amir dalam rombongan kalian? ‘ Hingga pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khaththab bertemu dengan Uwais seraya bertanya; ‘Apakah kamu Uwais bin Amir? ‘ Uwais menjawab; ‘Ya. Benar saya adalah Uwais.’ Khalifah Umar bertanya lagi; ‘Kamu berasal dari Murad dan kemudian dan Qaran? ‘ Uwais menjawab; ‘Ya benar.’ Selanjutnya Khalifah Umar bertanya lagi; ‘Apakah kamu pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar mata uang dirham pada dirimu? ‘ Uwais menjawab; ‘Ya benar.’ Khalifah Umar bertanya lagi; ‘Apakah ibumu masih ada? ‘ Uwais menjawab; ‘Ya, ibu saya masih ada.’ Khalifah Umar bin Khaththab berkata; ‘Hai Uwais, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Uwais bin Amir akan datang kepadamu bersama rombongan orang-orang Yaman yang berasal dari Murad kemudian dari Qaran. Ia pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar uang dirham. Ibunya masih hidup dan ia selalu berbakti kepadanya. Kalau ia bersumpah atas nama Allah maka akan dikabulkan sumpahnya itu, maka jika kamu dapat memohon agar dia memohonkan ampunan untuk kalian, lakukanlah! ‘ Oleh karena itu hai Uwais, mohonkanlah ampunan untukku! ‘ Lalu Uwais pun memohonkan ampunan untuk Umar bin Khaththab. Setelah itu, Khalifah Umar bertanya kepada Uwais; ‘Hendak pergi kemana kamu hai Uwais? ‘ Uwais bin Amir menjawab; ‘Saya hendak pergi ke Kufah ya Amirul mukminin.’ Khalifah Umar berkata lagi; ‘Apakah aku perlu membuatkan surat khusus kepada pejabat Kufah? ‘Uwais bin Amir menjawab:

أَكُونُ فِي غَبْرَاءِ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيَّ

‘Saya Iebih senang berada bersama rakyat jelata.’

Usair bin Jabir berkata; ‘Pada tahun berikutnya, seorang pejabat tinggi Kufah pergi melaksanakan ibadah haji ke Makkah. Selesai melaksanakan ibadah haji, ia pun pergi mengunjungi Khalifah Umar bin Khaththab. Lalu Khalifah pun menanyakan tentang berita Uwais kepadanya. Pejabat itu menjawab; ‘Saya membiarkan Uwais tinggal di rumah tua dan hidup dalam kondisi yang sangat sederhana.’ Umar bin Khaththab berkata; ‘Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Kelak Uwais bin Amir akan datang kepadamu bersama rombongan orang-orang Yaman. Ia berasal dari Murad dan kemudian dari Qaran. Ia pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar mata uang dirham. Kalau ia bersumpah dengan nama Allah, niscaya akan dikabulkan sumpahnya. Jika kamu dapat meminta agar ia berkenan memohonkan ampunan untukmu, maka laksanakanlah! ‘ Setelah itu, pejabat Kufah tersebut Iangsung menemui Uwais dan berkata kepadanya; ‘Wahai Uwais, mohonkanlah ampunan untukku! ‘ Uwais bin Amir dengan perasaan heran menjawab; ‘Bukankah engkau baru saja pulang dari perjalanan suci, ibadah haji di Makkah? Maka seharusnya engkau yang memohonkan ampunan untuk saya.’ Pejabat tersebut tetap bersikeras dan berkata; ‘Mohonkanlah ampunan untukku hai Uwais? ‘ Uwais bin Amir pun menjawab; ‘Engkau baru pulang dari ibadah haji, maka engkau yang Iebih pantas mendoakan saya.’ Kemudian Uwais balik bertanya kepada pejabat itu; ‘Apakah engkau telah bertemu dengan Khalifah Umar bin Khaththab di Madinah? ‘ Pejabat Kufah itu menjawab; ‘Ya. Aku telah bertemu dengannya.’ Akhirnya Uwais pun memohonkan ampun untuk pejabat Kufah tersebut. Setelah itu, Uwais dikenal oleh masyarakat luas, tetapi ia sendiri tidak berubah hidupnya dan tetap seperti semula. Usair berkata; ‘Maka aku memberikan Uwais sehelai selendang yang indah, hingga setiap kali orang yang melihatnya pasti akan bertanya: مِنْ أَيْنَ لِأُوَيْسٍ هَذِهِ الْبُرْدَةُ : ‘Dari mana Uwais memperoleh selendang itu? ‘” HR Muslim 4613.

 

  1. MISKIN ADALAH KEBANYAKAN PENGIKUT PARA NABI

Dalam Shahih Bukhari 1/6 tentang kisah Kaisar Romawi yang bertanya kepada Abu Sufyan tentang Rasulullah saw, disebutkan dia berkata:

وَسَأَلْتُكَ أَشْرَافُ النَّاسِ اتَّبَعُوهُ أَمْ ضُعَفَاؤُهُمْ فَذَكَرْتَ أَنَّ ضُعَفَاءَهُمُ اتَّبَعُوهُ وَهُمْ أَتْبَاعُ الرُّسُلِ

“Aku tadi bertanya kepadamu apakah orang-orang mulia yang mengikutinya (Rasulullah saw) ataukah orang-orang lemah, maka Anda sebutkan bahwa orang-orang lemah yang mengikutinya, dan mereka itulah pengikut para rasul.”

 

  1. SEBAB TERSEBARNYA KEMISKINAN

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:خَمْسٌ بِخَمْسٍ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خَمْسٌ بِخَمْسٍ؟ قَالَ:مَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ إِلا سُلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوُّهُمْ، وَمَا حَكَمُوا بِغَيْرِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلا فَشَا فِيهِمُ الْفَقْرُ، وَلا ظَهَرَتْ فِيهِمُ الْفَاحِشَةُ إِلا فَشَا فِيهِمُ الْمَوْتُ، وَلا طفَّفُوا الْمِكْيَالَ إِلا مُنِعُوا النَّبَاتَ وَأُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَلا مَنَعُوا الزَّكَاةَ إِلا حُبِسَ عَنْهُمُ الْقَطْرُ.

Dari Ibnu ‘Abbas ra, Rasulullah saw bersabda, “Lima dengan lima.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu lima dengan lima?” Beliau menjawab:

  1. Tidaklah suatu kaum merusak janji, melainkan musuh mereka akan dijadikan menguasai mereka.
  2. Tidaklah mereka berhukum dengan selain apa yang diturunkan Alloh, melainkan kefakiran pasti menyebar pada mereka.
  3. Tidaklah muncul zina pada mereka, melainkan kematian pasti menyebar pada mereka.
  4. Tidaklah mereka mengurangi takaran, melainkan mereka terhalang dari tetumbuhan dan mereka disiksa dengan paceklik.
  5. Dan tidaklah mereka menahan zakat, melainkan hujan ditahan dari mereka. (HR Thabarani dalam al-Kabir 9/257, shahih)

 

  1. PERMISALAN DUNIA

Dari Ubay bin Ka’b: Rasulullah shallallahu‘alaihiwasallam bersabda:

إِنَّ مَطْعَمَ ابْنِ آدَمَ جُعِلَ مَثَلًا لِلدُّنْيَا وَإِنْ قَزَّحَهُ وَمَلَّحَهُ فَانْظُرُوا إِلَى مَا يَصِيرُ

“Sesugguhnya makanan anak Adam itu dijadikan permisalan untuk kehidupan dunia. Meskipun dibumbui dan diberi garam, maka lihatlah apa jadinya (maksudnya menjadi tai).” HR Ahmad 20287, shahih.

 

  1. PERMISALAN HIDUP DI DUNIA

Dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

didatangi Umar, saat itu beliau sedang berada di atas tikar yang membekas pada tubuh beliau, maka Umar berkata; “Wahai Nabiyullah, mengapa engkau tidak menggunakan kasur yang lebih baik dari ini?” beliau menjawab:

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا مَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ سَارَ فِي يَوْمٍ صَائِفٍ فَاسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Apa urusanku dengan duni!? Perumpamaanku dan dunia hanya seperti seorang penunggang yang berjalan pada hari yang panas, lalu ia berteduh sesaat di siang hari di bawah sebuah pohon, kemudian bertolak lagi meninggalkannya.” HR Ahmad 2608, shahih.

 

  1. DOA BERLINDUNG DARI FAKIR

Dari Abu Hurairah rhadhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ

“ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL FAQRI WALQILLATI WADZ DZILLATI, WA A’UUDZU BIKA MIN AN AZHLIMA AU UZHLAMA” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kafakiran, kekurangan dan kehinaan dan aku berlindung kepada-Mu dari aku berbuat dzalim atau didzalimi). HR Abu Dawud 1320, shahih.

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَنْ تَظْلِمَ أَوْ تُظْلَمَ

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kefakiran dan kekurangan dan kehinaan dan berbuat dzalim atau didzalimi.” HR Abu Dawud 3832, shahih.

 

  1. SEBELUM TIDUR BERLINDUNG DARI FAKIR

Dari Suhail dia berkata; ” Abu Shalih pernah menganjurkan kami yaitu, apabila salah seorang dari kami hendak tidur, maka hendaknya ia berbaring dengan cara miring ke kanan seraya membaca doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ

‘Ya Allah, Rabb langit dan bumi, Rabb yang menguasai arasy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Rabb yang membelah dan menumbuhkan biji-bijian, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu, karena segala sesuatu itu berada dalam genggaman-Mu. Ya Allah, Engkaulah Rabb Yang Awal, maka tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu. Ya Allah, Engkaulah Rabb Yang Akhir, maka tidak ada sesuatu setelah-Mu. Ya Allah, Engkaulah Yang Zhahir [2], maka tidak ada yang menutupi-Mu. Ya Allah, Engkaulah Rabb Yang Bathin[3], maka tidak ada yang samar bagi-Mu. Ya Allah, lunaskanlah hutang-hutang kami dan bebaskanlah kami dari kefakiran.’ Abu Shalih meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. HR Muslim 4888.

 

  1. KAYA HAKIKI & MISKIN HAKIKI

Abu Dzarr berkata: Rasulullah saw bersabda, “Wahai Abu Dzarr, apakah Anda mengira banyak harta itu kaya?” Kujawab: Ya, wahai Rasulullah. Beliau bertanya lagi, “Lalu Anda mengira sedikit harta adalah fakir?” Kujawab: Ya, wahai Rasulullah.

Beliau bersabda: إِنَّمَا الْغِنَى غِنًى الْقَلْبِ وَالْفَقْرُ فَقْرُ الْقَلْبِ

“Tiada lain kaya adalah kaya hati, dan fakir adalah fakir hati.”

Kemudian beliau bertanya kepadaku tentang seorang lelaki dari Quraisy, “Apakah kau kenal si fulan?” Kujawab: Ya wahai Rasulullah. Beliau bertanya, “Bagaimana kau lihat dia?” Kujawab: Jika dia meminta pasti diberi, jika hadir pasti dipersilakan masuk.

Kemudian beliau bertanya kepadaku tentang seorang lelaki dari ahli suffah, “Apakah kau kenal si fulan?” Kujawab: Tidak demi Alloh aku tidak mengenalnya wahai Rasulullah?” Beliau bertanya, “Bagaimana menurutmu?” Kujawab: Dia orang miskin dari ahli shuffah. Beliau bersabda: هُوَ خَيْرٌ مِنْ طِلاَعِ الأَرْضِ مِنْ الآخَرِ : “Dia lebih baik daripada orang sepenuh bumi seperti yang pertama tadi”. HR Nasa`i dalam Sunanul Kubra 11785, shahih. * Jadi, fakir hati inilah yang kita disuruh berlindung darinya.

 

  1. KAYA & MISKIN DALAM ISTILAH SALAF

‘Abdullah bin Amru bin Al Ash ditanya seseorang, ia menjawab: Bukankah kita orang-orang fakir kaum muhajirin? ‘Abdullah balik bertanya padanya: Apa kau punya istri untuk berlindung? Ia menjawab: Ya. ‘Abdullah bertanya lagi: Apa kau punya tempat tinggal yang kau tempati? Ia menjawab: Ya’. ‘Abdullah berkata: فَأَنْتَ مِنَ الأَغْنِيَاءِ  “Berarti kau termasuk orang kaya”.

Ia berkata: Aku punya seorang pelayan. ‘Abdullah berkomentar:

فَأَنْتَ مِنَ الْمُلُوكِ : “Berarti kau termasuk raja”. HR Muslim 5290.

DIRIWAYATKAN[4] dari Abu Najih, Rasulullah saw bersabda:

مِسْكِينٌ مِسْكِينٌ رَجُلٌ لَيْسَتْ لَهُ امْرَأَةٌ

“Sungguh miskin, miskin, lelaki yang tidak memiliki istri.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, meskipun dia kaya banyak harta?” Beliau menjawab, “Meskipun kaya harta.” Beliau bersabda: وَمِسْكِينَةٌ مِسْكِينَةٌ امْرَأَةٌ لَيْسَ لَهَا زَوْجٌ

“Sungguh miskin, miskin, seorang wanita yang tidak bersuami.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, meskipun dia wanita kaya atau banyak harta?” Beliau jawab, “Meskipun begitu.”

Syaikh Baihaqi berkata, “Abu Najih bernama Yasar, dan dialah bapak ‘Abdullah bin Najih, dan dia dari kalangan Tabi’in, dan hadits ini mursal (dha’if).[5] HR Baihaqi dalam Syu’abul Iman 7/338; DHA’IF.

 

Catatan:

[1] Syaikh Zakariya ditanya tentang hadits ini, beliau menjawab, “Maksudnya beliau memohon tawadhu’, dan agar tidak termasuk para diktator yang sombong atau para hartawan yang melampau batas karena kayanya.” (Faidhul Qadir 2/130)

[2] Mahazhahir (jelas/tampak) dengan adanya dalil-dalil yang qath’i (pasti). –Syarhun Nawawi 9/79.

[3] Mahabathin: Tidak bisa dilihat oleh makhluk. Atau: Mengetahui segala yang tersembunyi. lSyarhun Nawawi 9/79.

[4] Kata ini digunakan untuk menyebutkan riwayat dha’if. Demikian kebiasaan ulama ahli hadits. Wallahu A’lam.

[5] Juga dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Tsabit, yaitu al-‘Abdi. Dalam at-Taqrib disebutkan bahwa Muhammad bin Tsabit al-‘Abdi bernama kuniah Abu ‘Abdillah al-Bashri, dan dia adalah rawi shaduq (jujur) yang layyinul hadits (haditsnya lembek/lemah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here