Home Artikel ‘Fakta Sejarah PKI’ – Cikal Bakal dan Kekejaman PKI

‘Fakta Sejarah PKI’ – Cikal Bakal dan Kekejaman PKI

525
0
SHARE

Bismillaahirrahmaanirrahiim

20. Pada tanggal 5 September 1948 Muso menghadap Bung Karno dan mengancam: kalau Indonesia mau aman, kalau kita tetap mau bersatu, Indonesia wajib untuk berkiblat kepada Uni Soviet. Bung Karno menolak permintaan tersebut.

21. Tanggal 10 September 1948 di Madiun Muso mengumumkan berdirinya negara baru dengan nama Negara Republik Soviet Indonesia.

22. Setelah mendirikan negara baru, keesokan harinya mereka menculik pejabat, lurah, camat yang tidak mendukung Negara Republik Soviet Indonesia. Pondok pesantren yang tidak mendukung dibakar.

23. Pada tanggal 17 September 1948 mereka serbu pondok KH. Sulaiman di Madiun berbatasan dengan Magetan. Seratus delapan ustadz, santri, guru, lurah, camat mereka seret, mereka sembelih satu per satu, mereka masukkan ke dalam sumur. Kejadian di Desa Bojo (?, suara kurang jelas, ed), Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

24. Setelah itu mereka rebut kota Magetan, Ponorogo, Rembang, Kudus, Pati, Cepu, Blora, Sukoharjo. Tentara mereka culik, sebab ada di antara mereka yang sebelumnya adalah tentara. Jawa Tengah pun lumpuh.

25. Bung Karno memanggil Panglima Besar Soedirman. Panglima Besar Soedirman kewalahan karena tentara dan kepolisian disusupi PKI. Beliau kemudian mengerahkan pasukan dari Jawa Timur dan Jawa Barat untuk menghadapi PKI.

26. Gubernur Jawa Timur, Raden Mas Aryu Suryo mereka culik dan mereka bunuh. Dr. Mawardi (atau Muwardi?) pimpinan RS Solo mereka culik dan mereka bunuh, Kol. Marhadi (?) pimpinan TNI di Madiun mereka culik dan mereka sembelih.

27. Tanggal 30 September 1948, Panglima Besar Jenderal Soedirman, dibantu pasukan Gatot Subroto dan Pasukan Siliwangi dari.Jawa Barat berhasil merebut kembali kota Madiun.

28. Bulan November Jawa Tengah dapat dikuasai kembali oleh NKRI. Muso dan Alimin tertangkap. Keduanya dieksekusi mati oleh tentara.

29. Begitu terusir dari Madiun, PKI lari ke Magetan. Sepanjang jalan mereka culiki rakyat dan kyai, mereka membakar pondok pesantren. Ribuan orang mereka tangkap dan mereka giring ke pabrik gula Gorang Gareng dan Alas Teu di Magetan. Mereka sembelih satu per satu di pabrik gula hingga di pabrik gula banjir darah lebih tinggi dari betis.

30. Di Magetan ditemukan 7 ‘sumur neraka’. Di setiap sumur terdapat lebih dari 200 kerangka mayat manusia. Begitu diidentifikasi, ada mayat lurah, camat, kyai, ustadz.

31. Bung Karno tidak bersedia membubarkan PKI. Ulama meminta Bung Karno membubarkan PKI yang telah berbuat dzolim luar biasa. Alasan Bung Karno adalah karena Belanda akan datang dan Indonesia sedang membutuhkan kekuatan. Menurut Bung Karno yang bersalah adalah PKI Madiun dan sekitarnya saja. Cukup Muso dan Alimin sudah dihukun mati.

32. PKI dibenci oleh masyarakat. PKI pun menempuh cara agar mereka lupa dengan kebiadaban PKI. Mereka -yang kemudian dipimpin oleh DN Aidit dan Untung- bangkit dan menggunakan politik ‘menjilat’ Bung Karno. Mereka puji dan bela Bung Karno setinggi-tingginya. Apa saja program Bung Karno mereka dukung. Mereka lakukan untuk merebut hati rakyat karena mereka tahu bahwa rakyat dekat dan cinta kepada Bung Karno. Mereka ingin meluluhkan hati Bung Karno agar cinta kepada PKI. Mereka berhasil. Mereka memanfaatkan kebaikan hati Bung Karno.

33. Tahun 1955 PKI diizinkan untuk mengikuti pemilu. Hasilnya mengejutkan. PKI memperoleh urutan keempat setelah Partai NU, Masyumi, dan PNI.

34. PKI semakin merangsek, membujuk, mendekat, dan memanfaatkan Bung Karno.
35. Para ulama NU, Muhammadiyah, dan Sarikat Islam, dari berbagai komponen menggelar Konvensi Ulama Indonesia di Palembang. Isinya meminta presiden untuk membubarkan PKI. Peristiwa ini terjadi di tahun 1957. Akan tetapi permintaan ini ditolak oleh Bung Karno.

36. Tahun 1960 Bung Karno meluncurkan politik Nasional Agama Komunis (Nasakom). Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) menolak politik ini. Akibatnya, di bulan Agustus 1960 Masyumi dibubarkan.

37. Bung Karno bukan PKI, namun kebijakannya sering memberi kesempatan kepada PKI.

38. Tahun 1962, petinggi PKI yaitu DN Aidit dan Noto ditetapkan oleh Bung Karno sebagai Menteri Besar Penasihat Presiden.

39. Tahun 1963, dua menteri PKI dalam rapat kabinet membujuk Bung Karno untuk perang melawan Malaysia. Ganyang Malaysia. NU, Muhammadiyah, Sarikat Islam, tentara menolak. Tapi PKI terus menekan Bung Karno. Akhirnya Bung Karno meluncurkan ‘Ganyang Malaysia’. Ganyang Malaysia dilatarbelakangi oleh adanya pesanan dari Uni Soviet. Saat itu Partai Komunis Malaysia sedang terancam dibubarkan. Maka gerakan ini sebenarnya untuk menggoyang stabilitas Malaysia agar Partai Komunis Malaysia tidak jadi dibubarkan. Mereka berhasil, Partai Komunis Malaysia tidak jadi dibubarkan.

40. Ganyang Malaysia menyebabkan Indonesia kekurangan tentara. Inilah yang ditunggu oleh PKI. Akhir tahun 1963 PKI menghadap Bung Karno menyatakan bahwa personel militer tidak cukup. PKI menyatakan siap membela negara dengan petani dan buruh yang militan. Mereka meminta agar buruh dan petani dijadikan angkatan kelima (setelah angkatan darat, laut, udara, dan polisi). Dengan demikian petani buruh yang diajukan PKI dipersenjatai.

(Bersambung, insyaaAllaah)

# disarikan dari ceramah Dr. Habib Rizieq, Lc, MA (Imam Besar FPI) dalam Tabligh Akbar ‘Sikat Komunis dari NKRI’ pada tanggal 10 November 2015 di Masjid Agung Surakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here