Home Artikel ‘Fakta Sejarah PKI’ – Cikal Bakal dan Kekejaman PKI (3-habis)

‘Fakta Sejarah PKI’ – Cikal Bakal dan Kekejaman PKI (3-habis)

460
0
SHARE

Bismillaahirrahmaanirrahiim
“Fakta Sejarah PKI – Cikal Bakal dan Kekejaman PKI (3-habis)”

40. Ganyang Malaysia menyebabkan Indonesia kekurangan tentara. Inilah yang ditunggu oleh PKI. Akhir tahun 1963 PKI menghadap Bung Karno menyatakan bahwa personel militer tidak cukup. PKI menyatakan siap membela negara dengan petani dan buruh yang militer. Mereka meminta agar buruh dan petani dijadikan angkatan kelima (setelah angkatan darat, laut, udara, dan polisi). Dengan demikian petani buruh yang diajukan PKI dipersenjatai.

41. Tahun 1964 Partai Murba (Musyawarah Rakyat Banyak) -partai yang diisi orang-orang yang keluar dari PKI- mengingatkan Bung Karno: hati-hati PKI akan melakukan kudeta, menggulingkan pemerintahan, merebut kekuasaan. Akibatnya, Partai Murba dibubarkan.

42. GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia) berdemonstrasi menentang politik nasakom dan perang melawan Malaysia. Akibatnya, GPII dibubarkan.

43. Para ulama juga mengkritik pembubaran Masyumi, GPII, dan Partai Murba. Akibatnya, lebih dari tiga puluh kyai tingkat nasional dijebloskan ke penjara. Di antara mereka adalah Buya Hamka, KH. Sholeh Iskandar, KH. Mawardi Nur (?), dan KH. Yunan Helmi Nasution.

44. Pada bulan Juli 1965, dengan izin presiden PKI mendatangkan 2000 pemuda dari kalangan buruh dan tani ke pangkalan udara Halim Perdanakusuma. Di sana mereka mendapatkan pelatihan militer.

45. PKI melihat musuh yang tersisa adalah tentara.

46. Pada 30 September 1965 PKI melakukan penculikan tujuh jenderal tentara. Hanya satu jenderal yang lolos, yaitu AH Nasution. Putri beliau yang bernama Ade Irma Suryani Nasution yang berusia lima tahun ditembak mati oleh PKI. Para jenderal tersebut kemudian disiksa dan dibunuh.

46. Keesokan harinya, melalui radio RRI yang sudah dikuasai oleh PKI, PKI mengumumkan bahwa ada Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta. PKI mengklaim telah menangkap Dewan Jenderal tersebut. Oleh karena itu, sekarang negara berada di tangan Dewan Revolusi Baru, kata PKI.

47. Jenderal AH Nasution kemudian memanggil Letjen Soeharto dan Kolonel Sarwo Edhi agar menggagalkan kudeta PKI. Pada hari itu Soeharto membawa pasukan untuk menyerbu dan berhasil merebut kembali RRI. Soeharto mengumumkan bahwa kudeta PKI gagal. NKRI tetap tegak.

48. Sarwo Edhi membawa RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat, sekarang Kopassus) untuk menyerbu bandara Halim. Pemberontakan PKI dipimpin oleh Kolonel Untung. Hari itu juga bandara Halim dapat direbut kembali. Kemudian pemerintah secara resmi mengeluarkan pengumuman tentang apa yang terjadi.

49. Tanggal 10 Oktober 1965 GP Anshor dengan Banser NU berdemonstrasi di kota-kota menolak dan menentang PKI. Akibatnya, komandan-komandan Banser di Jawa Tengah dan Jawa Timur diculik dan dibunuh oleh PKI. Enam puluh tujuh Banser di Banyuwangi pura-pura diundang, dijamu, diracuni, disembelih satu per satu, dimasukkan di dalam lubang.

50. Di Blora, Madiun, Magetan dll kyai NU diculik.

51. Tanggal 13 Oktober 1965 terjadi bentrok antara Banser NU dengan PKI di seantero Sabang-Merauke. Kemudian seluruh komponen ummat Islam (Muhammadiyah, Persis, Al-Washiliyah, dll) bergabung dengan NU melawan PKI.

52. Setelah kejahatan PKI sebelum-sebelumnya, di mana mereka membunuh rakyat, kyai, ulama, ustadz, santri, tentara, pejabat, jenderal, membakar pondok pesantren, merusak fasilitaa umum, dalam waktu kurang dari satu tahun, satu juta anggota PKI mati di tangan muslimin. Anggota PKI tahun 1965 tercatat sebanyak 3 juta. Satu juta di antaranya mati di tangan muslimin.

53. Bung Karno masih tidak bersedia membubarkan PKI.

54. Para pejabat negara marah dan mendorong diselenggarakannya sidang istimewa MPRS. Kemudian, keluarlah Ketetapan MPRS no. 25 tahun 1966 yang isinya 1) memberhentikan Bung Karno dari jabatan presiden, 2) mengangkat Soeharto sementara waktu menjadi presiden, dan 3) membubarkan PKI serta melarang penyebaran paham-paham komunisme, leninisme, dan marxisme.

Pertanyaan:
Apakah pantas presiden meminta maaf kepada PKI?

Konsekuensi permintaan maaf kepada PKI:
1. Berarti PKI tidak bersalah. Jika PKI tidak bersalah berarti kyai, ulama, santri, umat Islam, pesantren, tentara, dan negara salah.

2. Jika PKI tidak bersalah berarti PKI wajib direhabilitasi oleh negara. Nama baiknya harus dikembalikan, aset-aset yang disita harus dikembalikan, dan PKI harus diresmikan berdiri kembali oleh negara.

3. PKI berhak mendapatkan kompensasi. Saat ini sedang digelar Mahkamah Internasional untuk kasus PKI. Mereka menuntut agar anggota PKI yang dirugikan oleh negara sejak tahun 1965 sampai sekarang diberi kompensasi sebesar 1 milyar rupiah per orang. Tahun 1965 tercatat ada satu juga anggota PKI, berarti dibutuhkan 3000 trilyun rupiah.

4. Berarti kyai-kyai NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas Islam yang pada tahun 1965 ikut perang melawan PKI adalah para penjahat perang dan pelanggar HAM berat. Mereka harus diseret ke pengadilan HAM.

#selesai disarikan dari ceramah Dr. Habib Rizieq, Lc, MA (Imam Besar FPI) pada tabligh akbar ‘Sikat Komunis dari NKRI’, tanggal 10 November 2015 di Masjid Agung Surakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here