Home Fiqih Hadits-hadits Shahih Fadhilah Shaum (11 Bahasan)

Hadits-hadits Shahih Fadhilah Shaum (11 Bahasan)

878
0
SHARE

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Kajian seputar fadhilah shaum ini dimulai dengan 2 pertanyaan, silakan Anda jawab:

  1. Adakah amal yang membandingi ibadah shaum?
  2. Shaum ibarat benteng. Apa maksudnya?

 

  • FADHILAH SHAUM

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ مُرْنِي بِأَمْرٍ آخُذُهُ عَنْكَ قَالَ عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ

Dari Abu Umamah dia berkata; Aku pernah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku berkata; “Perintahlah aku dengan suatu perintah dimana aku bisa mengambilnya dari engkau.” Beliau bersabda: “Selalulah kamu bershaum, karena shaum itu tidak ada bandingannya.” HR Nasa`I 2190, shahih[1].

أَبو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ

Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allâh Ta’ala telah berKalam: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu adalah benteng.” HR Bukhari 1771.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَبَّكُمْ يَقُولُ كُلُّ حَسَنَةٍ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Rabb kalian berKalam: “Setiap kebaikan diberi pahala sebanyak 10 kali lipat hingga 700 kali lipat, sedangkan shaum diperuntukkan untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala shaumnya (tanpa batasan jumlah pahala), shaum merupakan tameng dari api neraka, dan bau mulut orang yang bershaum lebih wangi di hadapan Allâh daripada wangi misk[2].” HR Tarmidzi 695, shahih.

أَنَّ الْحَارِثَ الْأَشْعَرِيَّ حَدَّثَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا

Al Harits Al Asy’ari telah menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allâh memerintahkan lima kalimat kepada Yahya bin Zakariya agar diamalkan dan memerintahkan Bani Israil supaya mengamalkannya … dst.

وَآمُرُكُمْ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ فِي عِصَابَةٍ مَعَهُ صُرَّةٌ فِيهَا مِسْكٌ

فَكُلُّهُمْ يَعْجَبُ أَوْ يُعْجِبُهُ رِيحُهَا وَإِنَّ رِيحَ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

… “Dan aku memerintahkan kalian shaum, dan perumpamaannya seperti seseorang berada di tengah-tengah sekelompok orang, ia membawa kantong berisi minyak kasturi, kalian semua kagum atau semerbak baunya mengagumkan kalian. Seseungguhnya bau (mulut) orang yang bershaum lebih harum bagi Allâh melebihi minyak kasturi.” HR Tarmidzi 2790, shahih.

 

  • FADHILAH SHAUM RAMADHAN

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Dari Abdurrahman bin Auf berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, bershaum di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta’at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah kamu ke dalam Jannah dari pintu mana saja yang kamu inginkan’.” HR Ahmad 1573, shahih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bershaum karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni apa saja yang telah lalu dari dosanya”. HR Bukhari 37.

 

  • FADHILAH SHAUM ‘ASYURA

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَالْيَهُودُ تَصُومُ عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ ظَهَرَ فِيهِ مُوسَى عَلَى فِرْعَوْنَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ أَنْتُمْ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصُومُوا

Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi bershaum pada hari Asyura`, mereka berkata; “Inilah hari saat Musa mengalahkan Fir’aun. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya: “Kalian lebih berhak terhadap Musa daripada mereka, maka bershaumlah kalian.” HR Bukhari 4312.

ابْن عَبَّاسٍ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ عَاشُورَاءَ قَالَ مَا عَلِمْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ يَوْمًا يَتَحَرَّى فَضْلَهُ عَلَى الْأَيَّامِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ

Ibnu ‘Abbas -ditanya tentang shaum Asyura? ia berkata; “Aku tidak pernah mengetahui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bershaum di hari yang beliau pilih keutamaannya dibanding hari-hari lain, kecuali hari ini, yaitu: bulan Ramadlan dan hari ‘Asyura.” HR Nasa`I 2330, shahih.

Adapun hadits bahwa Nabi saw tidak pernah meninggalkan shaum ‘asyura` dan 10 hari awal Dzul Hijjah, derajatnya dha’if maka tidak dapat dijadikan dalil, yaitu:

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Dari Hafshah dia berkata; “Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; shaum ‘Asyura, shaum sepuluh hari, shaum tiga hari dalam setiap bulan dan dua raka’at sebelum Subuh.” HR Nasa`I 2373; DHA’IF.

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shaum pada hari ‘Asyura`, aku berharap kepada Allâh agar shaum tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.” HR Muslim 1976.

 

  • FADHILAH SHAUM MUHARRAM

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seutama-utama shaum setelah Ramadlan ialah shaum di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat Fardlu, ialah shalat malam.” HR Muslim 1982.

 

  • FADHILAH SHAUM RAJAB ?

Adakah fadhilahnya? Ternyata sudah dibahas di masa tabi’in:

حَدَّثَ عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ

‘Utsman bin Hakim Al Anshari berkata; Saya bertanya kepada Sa’id bin Jubair mengenai shaum Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab; Saya telah mendengar Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bershaum hingga kami berkata berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan shaum.” HR Muslim 1960.

Bulan Rajab adalah salah satu dari 4 bulan haram, yaitu 3 berturut-turut (Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram), dan 1 yang bersendiri (Rajab). Maka fadhilah shaum di bulan Rajab adalah jelas, karena amalan di bulan-bulan haram tentu saja lebih mulia daripada bulan-bulan biasa. Sebagaimana amalan di waktu atau tempat yang mulia, lebih utama daripada di waktu dan tempat biasa. Wallahu A’lam.

Adapun fadhilah shaum Rajab secara khusus, hadits-haditsnya dha’if sehingga tidak dapat dijadikan dalil, antara lain:

صوم أول يوم من رجب كفارة ثلاث سنين و الثاني كفارة سنتين و الثالث كفارة سنة ثم كل يوم شهرا ( أبو محمد الخلال في فضائل رجب ) عن ابن عباس ( ضعيف ) 3500 ضعيف الجامع

“Shaum di hari pertama bulan Rajab itu menghapus (dosa) 3 tahun, shaum di hari kedua menghapus (dosa) 2 tahun, dan shaum di hari ketiga menghapus (dosa) setahun. Kemudian shaum sehari setelah itu menghapus dosa 1 bulan. HR Khallal dalam Fadha`il Rajab, dari Ibnu ‘Abbas, DHA’IF. (Dha’iful Jami’ 3500)

Demikian pula sebaliknya, hadits yang melarang shaum di bulan Rajab juga dha’if, maka tidak dapat dijadikan dalil pula, yaitu:

نهى عن صيام رجب كله ( هـ طب ) عن ابن عباس ( ضعيف جدا ) 6070 ضعيف الجامع

Nabi melarang dari shaum Rajab sepanjang bulan. HR Ibnu Majah, dari Ibnu ‘Abbas ra; SANGAT DHA’IF. (Dha’iful Jami’ 6070)

 

  • FADHILAH SHAUM SYA’BAN

حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ

Usamah bin Zaid dia berkata; Aku bertanya; “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku tidak pernah melihat engkau bershaum dalam satu bulan sebagaimana engkau bershaum di bulan Sya’ban?”

قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ

إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadlan, yaitu bulan yang padanya diangkat berbagai amal kepada Rabb semesta alam, maka aku senang amalku diangkat saat sedang bershaum.” HR Nasa`I 2317, shahih.

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ صِيَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ صَامَ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَفْطَرَ وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا

Dari Abu Salamah ia berkata, saya pernah bertanya kepada Aisyah radliallahu ‘anha tentang shaum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia pun berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering bershaum hingga kami mengira bahwa beliau akan shaum seterusnya. Dan beliau sering berbuka (tidak shaum) sehingga kami mengira beliau akan berbuka terus-menerus. Dan aku tidak pernah melihat beliau bershaum terus sebulan penuh kecuali Ramadlan. Dan aku juga tidak pernah melihat beliau shaum sunnah dalam sebulan yang lebih banyak daripada shaumnya di bulan Sya’ban. Beliau bershaum pada bulan Sya’ban kecuali beberap hari saja darinya.” Muslim 1957.

 

  • FADHILAH SHAUM SYAWWAL

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ

Dari Abu Ayyub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: “Barangsiapa yang melakukan shaum pada Bulan Ramadhan kemudian ia ikuti dengan shaum enam hari pada Bulan Syawal, maka seolah-olah ia bershaum satu tahun.” HR Abu Dawud 2078, shahih.

 

  • FADHILAH SHAUM TARWIYAH ?

Hari tarwiyah adalah tanggal 8 bulan Dzul Hijjah.

Adakah fadhilahnya? Bila ada, shahihkah haditsnya?

صوم يوم التروية كفارة سنة و صوم يوم عرفة كفارة سنتين ( أبو الشيخ في الثواب ابن النجار ) عن ابن عباس ( موضوع ) 3501 في ضعيف الجامع

“Shaum di hari tarwiyah itu menghapus (dosa) setahun, dan shaum di hari ‘Arafah menghapus (dosa) dua tahun.” HR Abu Syaikh dari Ibnu ‘Abbas ra, hadits PALSU. (Dha’iful Jami’ 3501)

 

  • FADHILAH SHAUM ‘ARAFAH (9 Dzul Hijjah)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shaum tiga hari setiap bulan, shaum dari Ramadlan ke Ramadlan sama dengan shaum setahun penuh. Sedangkan shaum pada hari Arafah, aku berharap kepada Allâh agar shaum itu bisa menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” HR Muslim 1976.

 

  • FADHILAH SHAUM DAWUD

قَالَ فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ

Beliau berkata: “Kalau begitu shaumlah sehari dan berbukalah sehari, yang demikian itu adalah shaumnya Nabi Allâh Daud ‘alaihissalam yang merupakan shaum yang paling utama.”

فَقُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ

Aku katakan lagi: “Sungguh aku mampu yang lebih dari itu”. Maka beliau bersabda: “Tiada lagi shaum yang lebih utama daripada itu“. HR Bukhari 1840.

قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمَيْنِ وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ وَيُطِيقُ ذَلِكَ أَحَدٌ قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ ذَاكَ صَوْمُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمَيْنِ قَالَ وَدِدْتُ أَنِّي طُوِّقْتُ ذَلِكَ

‘Umar bertanya, “Bagaimana dengan orang yang bershaum sehari dan berbuka sehari?” beliau menjawab: “Itu adalah shaum Dawud ‘Alaihis Salam.” Umar bertanya lagi, “Bagaimana dengan orang yang bershaum sehari dan berbuka dua hari?” beliau menjawab: “Aku senang jika diberi kekuatan untuk itu.” HR Muslim 1976.

 

  • SHAUM TIAP HARI, BOLEHKAH?

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَجُلٌ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَيْفَ تَصُومُ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَأَى عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ غَضَبَهُ قَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ غَضَبِ اللَّهِ وَغَضَبِ رَسُولِهِ فَجَعَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُرَدِّدُ هَذَا الْكَلَامَ حَتَّى سَكَنَ غَضَبُهُ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ الدَّهْرَ كُلَّهُ قَالَ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ أَوْ قَالَ لَمْ يَصُمْ وَلَمْ يُفْطِرْ

Dari Abu Qatadah bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, “Bagaimanakah Anda bershaum?” Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah. Dan ketika Umar menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah, ia berkata, “Kami rela Allâh sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Rasul. Kami berlindung kepada Allâh, dari murka Allâh dan Rasul-Nya.” Umar mengulang ucapan tersebut hingga kemarahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam reda. Kemudian ia bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang bershaum sepanjang tahun?” Beliau menjawab: “Dia tidak bershaum dan tidak juga berbuka.” Atau beliau katakan dengan redaksi: ‘Selamanya ia tak dianggap bershaum dan tidak pula dianggap berbuka.” HR Muslim 1976.

النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَامَ مَنْ صَامَ الْأَبَدَ مَرَّتَيْنِ

‘Abdullah bin ‘Amru radliallahu ‘anhuma (berkata,); Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak dianggap shaum orang yang shaum abadi (setiap hari)”. Beliau mengucapkannya dua kali. HR Bukhari 1841.

 

  • DAFTAR ISI 
  1. FADHILAH SHAUM
  2. FADHILAH SHAUM RAMADHAN
  3. FADHILAH SHAUM ‘ASYURA
  4. FADHILAH SHAUM MUHARRAM
  5. FADHILAH SHAUM RAJAB ?
  6. FADHILAH SHAUM SYA’BAN
  7. FADHILAH SHAUM SYAWWAL
  8. FADHILAH SHAUM TARWIYAH ?
  9. FADHILAH SHAUM ‘ARAFAH
  10. FADHILAH SHAUM DAWUD
  11. SHAUM TIAP HARI, BOLEHKAH?

 

الحمد لله رب العالمين

[ Selesai ditulis pada: Shafarul Khair 1433 H/2012 M. Kritik/saran: sms ke 0878 3601 3279 ]

[1] Derajat Hadits dinukil dari karya-karya Syaikh al-Albani rahimahullah.

[2] Misk: parfum terwangi dari bahan darah kijang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here