Home Hadits Hadits-hadits Shahih Fadhilah Tahlil

Hadits-hadits Shahih Fadhilah Tahlil

4877
0
SHARE
  1. PERINTAH MEMPERBANYAK TAHLIL

أكثروا من شهادة : أن لا إله إلا الله قبل أن يحال بينكم و بينها و لقنوها موتاكم (ع عد)

Perbanyaklah mengucapkan syahadat La ilaha illallah, sebelum kalian terhalang dari syahadat itu, dan talqinkanlah ia kepada orang-orang yang AKAN MATI di antara kalian.” HR Abu Ya’la, dari Abu Hirr ra; hadits hasan.

  1. TAHLIL ADALAH KALAM PILIHAN ALLOH SWT

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَأَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عِشْرِينَ حَسَنَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ عِشْرِينَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَتْ لَهُ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allâh telah memilih empat perkataan: SUBAHAANALLAAH (Maha suci Allâh) dan ALHAMDULILLAAH (segala puji bagi Allâh) dan LAA ILAAHA ILLA Allâh (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allâh) dan ALLAAHU AKBAR (Allah maha besar). Barangsiapa mengucapkan; subhaanallah, maka Allâh akan menulis dua puluh kebaikan baginya dan menggugurkan dua puluh dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan; Allâhu Akbar, maka Allâh akan menulis seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan; laa Ilaaha illa Allâh, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allâh akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” HR Ahmad 7670, shahih.

  1. TAHLIL ADALAH DZIKIR PALING UTAMA

جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

Jabir bin ‘Abdullah radhillahu ‘anhuma berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik dzikir adalah LAA ILAAHA ILLALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh) dan sebaik-baik doa adalah AL HAMDULILLAAHI (Segala puji bagi Allâh).” HR Tarmidzi 3305, shahih.

  1. TAHLIL LEBIH BERAT DARIPADA LANGIT BUMI

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ نُوحًا عَلَيْهِ السَّلَام لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ دَعَا ابْنَيْهِ فَقَالَ إِنِّي قَاصِرٌ عَلَيْكُمَا الْوَصِيَّةَ آمُرُكُمَا بِاثْنَتَيْنِ وَأَنْهَاكُمَا عَنْ اثْنَتَيْنِ أَنْهَاكُمَا عَنْ الشِّرْكِ وَالْكِبْرِ وَآمُرُكُمَا بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَإِنَّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا فِيهِمَا لَوْ وُضِعَتْ فِي كِفَّةِ الْمِيزَانِ وَوُضِعَتْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فِي الْكِفَّةِ الْأُخْرَى كَانَتْ أَرْجَحَ وَلَوْ أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا حَلْقَةً فَوُضِعَتْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَلَيْهَا لَفَصَمَتْهَا أَوْ لَقَصَمَتْهَا وَآمُرُكُمَا بِسُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فَإِنَّهَا صَلَاةُ كُلِّ شَيْءٍ وَبِهَا يُرْزَقُ كُلُّ شَيْءٍ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Nuh ‘Alaihis Salam ketika akan meninggal ia memanggil putranya dan berkata; ‘Aku akan meringkas sebuah wasiat untuk kalian, aku perintahkan kepada kalian dua hal dan melarang dari dua hal; aku larang kalian berdua dari berbuat syirik dan berlaku sombong, dan aku perintahkan kepada kalian berdua mengucap LAA ILAAHA ILLALLAH karena sesungguhnya jika langit yang tujuh serta bumi dan apa yang ada di antara keduanya diletakkan pada satu sisi neraca, kemudian LAA ILAAHA ILLALLAH ditelakkan pada sisi yang lain, niscaya akan condong kepada neraca yang diletakkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH padanya. Dan sekiranya langit yang tujuh dan bumi tersebut adalah sebuah lingkaran kemudian diletakkan padanya LAA ILAAHA ILLALLAH niscaya akan terbelah. Dan aku perintahkan kalian berdua untuk mengucapkan SUBHAANALLAH WABIHAMDIH, sesungguhnya ia adalah shalatnya segala sesuatu, dan dengannya segala sesuatu (makhluk) diberi rizki.” HR Ahmad 6804, shahih.

  1. TAHLIL ADALAH KEBAIKAN PALING UTAMA

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فَأَتْبِعْهَا حَسَنَةً تَمْحُهَا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ الْحَسَنَاتِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ هِيَ أَفْضَلُ الْحَسَنَاتِ

Dari Abu Dzarr berkata, “Aku bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat.’ Beliau bersabda: “Kalau engkau berbuat jelek maka ikutilah dengan kebaikan hingga ia bisa menghapuskannya.” Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah ‘Laa Ilaaha Illallah’ itu bagian dari kebaikan?” Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Tahlil adalah kebaikan paling utama.” HR Ahmad 20512, shahih.

  1. TAHLIL MEMBUAHKAN POHON DI JANNAH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا فَقَالَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ مَا الَّذِي تَغْرِسُ قُلْتُ غِرَاسًا لِي قَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى غِرَاسٍ خَيْرٍ لَكَ مِنْ هَذَا قَالَ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ يُغْرَسْ لَكَ بِكُلِّ وَاحِدَةٍ شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melawitnya saat ia sedang menanam tanaman, maka beliau bersabda: “Wahai Abu Hurairah, tanaman apa yang kamu tanam?” dia menjawab; “Tanaman milikku.” Beliau bersabda: “Apakah kamu mau kuberitahukan tentang tanaman yang bagimu akan lebih baik dari tanaman ini?” Abu Hurairah menjawab; “Tentu wahai Rasulullah!.” Beliau bersabda: “Ucapkanlah olehmu Subhanallah (Maha suci Allâh), Al Hamdulillah (Segala puji bagi Allâh), Laa ilaaha illallah (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allâh) dan Allâhu akbar (Allah Maha besar). Maka setiap bacaan tersebut akan menumbuhkan satu pohon di surga bagimu.” HR Ibnu Majah 3797, shahih.

  1. TAHLIL MENGGUGURKAN DOSA-DOSA

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشَجَرَةٍ يَابِسَةِ الْوَرَقِ فَضَرَبَهَا بِعَصَاهُ فَتَنَاثَرَ الْوَرَقُ فَقَالَ إِنَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَتُسَاقِطُ مِنْ ذُنُوبِ الْعَبْدِ كَمَا تَسَاقَطَ وَرَقُ هَذِهِ الشَّجَرَةِ

Dari Anas bahwa Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam pernah melewati sebuah pohon yang kering daunnya, kemudian beliau memukul menggunakan tongkatnya sehingga daunnya bertebaran dan beliau mengucapkan: Sesungguhnya bacaan “INNAL HAMDA LILLAAHI WA LAA ILAAHA ILLALLAHU WALLAAHU AKBAR ‘segala puli bagi Allâh, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh, Allâh Maha Besar’, bacaan tersebut menggugurkan dosa-dosa seorang hamba sebagaimana daun-daun pohon ini berguguran.” HR Tarmidzi 3456, shahih.

Dalam riwayat Ahmad disebutkan dengan redaksi:

تَنْفُضُ الْخَطَايَا كَمَا تَنْفُضُ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Ia merontokkan dosa-dosa sebagaimana sebatang pohon yang merontokkan dedaunannya.” HR Ahmad 12076, shahih.

  1. TAHLIL DIHARAPKAN MEMPERBAHARUI IMAN

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَبُّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَوْ أَنَّ عِبَادِي أَطَاعُونِي لَأَسْقَيْتُهُمْ الْمَطَرَ بِاللَّيْلِ وَأَطْلَعْتُ عَلَيْهِمْ الشَّمْسَ بِالنَّهَارِ وَلَمَا أَسْمَعْتُهُمْ صَوْتَ الرَّعْدِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ حُسْنَ الظَّنِّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ حُسْنِ عِبَادَةِ اللَّهِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا

Dari Abu Hurairah berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rabb kalian telah berKalam: ‘Kalau saja hamba-hamab-Ku taat kepada-Ku niscaya Aku akan menyiram mereka dengan hujan di waktu malam, dan Aku akan menerbitkan matahari kepada mereka di waktu siang serta Aku tidak akan memperdengarkan suara halilintar kepada mereka.'” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya berbaik sangka kepada Allâh ‘Azza wa Jalla termasuk beribadah kepada Allâh dengan baik.” Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perbaharuilah iman kalian, ” maka ditanyakan kepada beliau; “Bagaimana kami memperbaharui iman kami wahai Rasulullah?” beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ : “Perbanyaklah mengucapkan; LAA ILAAHA ILLAALLAH.” HR Ahmad 8353, DHA’IF1.

  1. TAHLIL TERMASUK DZIKIR PALING DICINTAI ALLOH

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Dari Samurah bin Jundab ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada empat ucapan yang paling disukai Allâh Subhanahu Wa Ta’ala; 1) Subhanallah, 2) Al Hamdulillah, 3) Laa ilaaha illallah, 3) Allâhu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai. HR Muslim 3985.

  1. TAHLIL TERMASUK UCAPAN PALING UTAMA

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ أَفْضَلُ الْكَلَامِ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Dari Samurah bin Jundab dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ucapan yang paling utama itu ada empat, tidak akan membahayakan bagimu dengan mana saja kamu memulainya, yaitu; Subhanallah (Maha suci Allâh), Al Hamdulillah (segala puji bagi Allâh), Laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh), dan Allâhu akbar (Allah Maha besar).” HR Ibnu Majah 3801, shahih.

  1. TAHLIL ADALAH UCAPAN PALING UTAMA PARA NABI

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dari ‘Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari ‘Arafah dan sebaik-baik apa yang aku dan para Nabi sebelumku katakan adalah “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR (Tiada tuhan melainkan Allâh semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan dan pujian dan Dialah Maha menguasai atas segala sesuatu).” HR Tarmidzi 3509, shahih.

  1. BERTAHLIL, DIBENARKAN OLEH ALLOH SWT

عَنْ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ أَنَّهُ شَهِدَ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الْعَبْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَأَنَا أَكْبَرُ وَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَحْدِي وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَا شَرِيكَ لَهُ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَلَا شَرِيكَ لِي وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا لِي الْمُلْكُ وَلِيَ الْحَمْدُ وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ صَدَقَ عَبْدِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِي. (ثُمَّ قَالَ الْأَغَرُّ: مَنْ رُزِقَهُنَّ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ تَمَسَّهُ النَّارُ)

Dari Al-Agharr Abu Muslim bahwa dia menyaksikan Abu Hurairah dan Abu Sa’id bahwa keduanya menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang hamba mengucapkan; “Tidak ada tuhan yang berhaq disembah kecuali Allâh dan Allâh Maha Besar“. Beliau bersabda: Maka Allâh ‘Azza wa Jalla menjawab: “Hamba-Ku benar, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku, dan Aku Maha Besar”. Dan apabila seorang hamba mengucapkan; “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh satu-satunya.” Maka Allâh menjawab: “Hamba-Ku benar, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku satu-satunya.” Dan apabila seorang hamba mengucapkan; “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh yang tidak ada sekutu bagi-Nya.” Maka Allâh menjawab: “Hamba-Ku benar, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku yang tidak ada sekutu bagi-Ku.” Dan apabila seorang hamba mengucapkan; “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh yang milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian.” Maka Allâh menjawab: “Hambaku benar, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku yang milik-Ku segala kerajaan dan bagi-Ku segala pujian.” Dan apabila seorang hamba mengucapkan; “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kehendak Allâh.” Maka Allâh menjawab: “Hamba-Ku benar, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kehendak-Ku.”

“Kemudian al Agharr berkata, “Siapapun diberikan rizki dengan semua itu ketika meninggalnya, maka dia tidak akan tersentuh neraka.” HR Ibnu Majah 3784, shahih.

  1. TAHLIL SANGAT BERAT DALAM TIMBANGAN AMAL

عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَخٍ بَخٍ خَمْسٌ مَا أَثْقَلَهُنَّ فِي الْمِيزَانِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَالْوَلَدُ الصَّالِحُ يُتَوَفَّى فَيَحْتَسِبُهُ وَالِدَاهُ

Dari Abu Sallam, dari budak Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Amboi. Amboi. Ada lima hal yang sangat berat dalam timbangan.Yaitu ucapan ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allâh’, ‘Allah Maha Besar’, ‘Maha Suci Allâh’, ‘Segala pujian hanya milik Allâh’, dan anak shalih yang wafat lalu kedua orang tuanya mengharap-harap pahalanya dari Allâh.” HR Ahmad 15107, shahih.

  1. TAHLIL MENJADI PENYELAMAT DI ALAM KUBUR

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أُقْعِدَ الْمُؤْمِنُ فِي قَبْرِهِ أُتِيَ ثُمَّ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَذَلِكَ قَوْلُهُ: يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ

Dari Al Bara’ bin ‘Azib radliallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila (jenazah) seorang muslim sudah didudukkan dalam kuburnya maka dia akan didatangi (oleh malaikat munkar nakir), kemudian ia bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allâh dan Muhammad utusan Allâh. Itulah (tafsir bagi) Kalam Allâh Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Allah akan meneguhkan (iman) orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh itu2”. HR Bukhari 1280.

  1. TAHLIL YANG IKHLASH MEMBUAHKAN SYAFA’AT DI AKHIRAT

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

Dari Abu Hurairah, bahwa dia berkata: ditanyakan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya”. HR Bukhari 97.

  1. HADITS BITHAQAH

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِثْلُ مَدِّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَفَلَكَ عُذْرٌ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً فَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فَيَقُولُ احْضُرْ وَزْنَكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ فَقَالَ إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ قَالَ فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كَفَّةٍ فَطَاشَتْ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتْ الْبِطَاقَةُ فَلَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللَّهِ شَيْءٌ

Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Ash berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allâh akan menyelamatkan seorang laki-laki dari umatku di hadapan manusia pada hari kiamat, lalu dia membuka buku catatan besar di hadapannya, setiap buku catatan besar lebarnya seperti sepanjang mata memandang, kemudian Dia berKalam; ‘Apakah kamu mengingkari sesuatu dari ini? Apakah para penulisku yang menjaga (amal manusia) menzhalimimu? ‘ dia menjawab; ‘Tidak wahai Rabbku.’ Allâh bertanya; ‘Apakah kamu mempunyai alasan dalih (bagi amal burukmu)? ‘ Dia menjawab; ‘Tidak wahai Rabbku.’ Allâh berKalam; ‘Tidak demikian, sesungguhnya kamu mempunyai kebaikan di hadapan Kami, karena itu tidak ada kezhaliman atasmu pada hari ini’. Lalu keluarlah kartu amal kebaikan, yang di dalamnya tercatat bahwa; saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allâh, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.’ Lalu Allâh berKalam; ‘Hadirkan amal timbanganmu! ‘ dia berkata; ‘Wahai Rabbku, apa (artinya) satu kartu amal ini (bila) dibandingkan buku catatan besar ini? ‘ Allâh berKalam; ‘Sesungguhnya kamu tidak akan dizhalimi.'” Nabi melanjutkan; ‘Lalu diletakkanlah buku catatan besar pada satu sisi, sedangkan kartu amal diletakkan pada sisi lainnya, maka buku catatan besar itu ringan (timbangannya) sedangkan kartu amal itu berat, maka tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dibandingkan nama Allâh.” HR Tarmidzi 2563, shahih.

  1. TAHLIL SEBELUM BERDOA MEMINTA HUJAN

Inilah doa yang dibaca Rasulullah saw saat melakukan istisqa’:

{ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ } لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

“Segala puji bagi Allâh, Rabb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dzat yang menguasai hari Pembalasan. (AlFatihah: 2-4). Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allâh, Engkau adalah Allâh, tidak ada tuhan tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau Mahakaya sementara kami yang membutuhkan, maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan kekuatan bagi kami dan sebagai bekal hingga suatu waktu (yang ditetapkan).” HR Abu Dawud 992, shahih.

والله تعالى أعلم. وعلمه أتم. والحمد لله على ما علّم.

[ Diterbitkan oleh: Pusat Kajian Hadits HQA (Hamalatul Qur’an wal Atsar) Solo ]

Catatan:

1 Menurut Mundziri hadits ini sanadnya hasan (Targhib 2/239). Menurut Haitsami sanadnya jayyid (Majma’ 10/82). Menurut Hakim sanadnya shahih (Mustadrak 4/256) * Dzahabi pun mengomentarinya: “Shadaqah adalah rawi yang mereka nilai dha’if”. Syaikh Albani menambahkan: Syittir adalah rawi nakirah (tak dikenal). Lihat: ad-Dha’ifah no. 896.

2 QS Ibrahim ayat 27.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here