Home Hadits Hadits-hadits Shahih Seputar Adab Shaum – Adab Sahur

Hadits-hadits Shahih Seputar Adab Shaum – Adab Sahur

294
0
SHARE
  1. SAHUR DISEBUT JUGA GHADA` MUBARAK

عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِ يكَرِبَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَيْكُمْ بِغَدَاءِ السُّحُورِ فَإِنَّهُ هُوَ الْغَدَاءُ الْمُبَارَكُ

Dari Al Miqdam bin Ma’dikarib dari Nabi bersabda: “Hendaknya kalian makan sahur karena dialah ghada` mubarak (sarapan yang diberkahi).” HR Nasa`i 2135, shahih[1].

عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ هَلُمَّ إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ يَعْنِي السَّحُورَ

Dari Khalid bin Ma’dan dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seseorang, “Kemarilah kamu menuju makan yang diberkahi.” -yaitu; sahur.- HR Nasa`i 2136, shahih.

 

  1. SELALU BERSAHUR

عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَسَحَّرُ فَقَالَ إِنَّ السَّحُورَ بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمُوهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلَا تَدَعُوهَا

Dari seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, seseorang bertamu

ke kediaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau bersahur, beliau bersabda: “Sahur itu berkah yang diberikan Allah ‘Azza wa Jalla kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan.” HR Ahmad 22061, shahih.

 

  1. FADHILAH SAHUR

أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada barakah“. HR Bukhari 1789.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Dari Abu Sa’id Al Khudri berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Makan sahur itu berkah, maka janganlah kalian tinggalkan meskipun salah seorang dari kalian hanya minum seteguk air, karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” HR Ahmad 10664, hadits hasan.

 

  1. FADHILAH MENGAKHIRKAN SAHUR

عن ابن جريج قال اخبرني غير واحد من أهل العلم أن من أخلاق الأنبياء عليهم السلام تعجيل الفطر وتأخير السحور ووضع اليد اليمنى على اليسرى في الصلاة

Dari Ibnu Juraij berkata, “Telah mengabariku lebih dari satu ahli ilmu bahwa termasuk akhlaq para nabi ‘alaihimussalam adalah: menyegerakan ifthar, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat shalat.” Riwayat ‘Abdur Razzaq.[2]

 

  1. TASMIYAH (BUKAN BASMALAH) SEBELUM SAHUR

Tasmiyah adalah ucapan: بسم الله (Dengan Nama Alloh).

Basmalah adalah ucapan: بسم الله الرحمن الرحيم .

Dalil bahwa sebelum makan dibaca tasmiyah saja adalah riwayat Tarmidzi dan Thabarani. Adapun riwayat Thabarani yaitu:

عَنْ عُمَرَ بن أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ: كُنْتُ غُلامًا فِي حِجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا غُلامُ،”إِذَا أَكَلْتَ فَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ”، فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ.

Dari ‘Umar bin Abi Salamah berkata, “Aku adalah seorang anak kecil dalam asuhan Rasulullah saw, maka Rasulullah saw bersabda kepadaku, “Hai anak, jika kau makan maka ucapkanlah BISMILLAH, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat darimu.” Maka senantiasa seperti itulah cara makanku setelah itu. HR Thabarani 8225, shahih.[3]

 

  1. SAHUR DENGAN KURMA BARNI

عن جابر أن النبي صلى الله عليه وسلم قال نعم السحور للمؤمن التمر

Dari Jabir bahwa Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik sahur bagi orang mukmin adalah kurma.” HR Abu Nu’aim 3/350, shahih.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : خَيْرُ تَمَرَاتِكُمُ الْبَرْنِيُّ يُخْرِجُ الدَّاءَ وَلاَ دَاءَ فِيهِ.

Dari Abu Sa’id ra, Rasulullah saw bersabda, “Kurma kalian yang terbaik adalah kurma BARNI; ia mengusir penyakit tanpa mengandung penyakit.” HR Hakim 7451, hadits hasan.

Jika Anda pergi ke tanah suci, silakan mencari kurma barni.

 

  1. SAHUR DENGAN 7 BUTIR KURMA ‘AJWAH [4]

عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اصْطَبَحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتِ عَجْوَةٍ لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سَمٌّ وَلَا سِحْرٌ

‘Amir bin Sa’d dia berkata; saya mendengar Ayahku berkata; saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa di pagi hari makan tujuh buah kurma ‘ajwah, maka pada hari itu racun dan sihir tidak akan membahayakan dirinya.” HR Bukhari 5334.

 

  1. SAHUR DENGAN BUBUR TSARID [5]

عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”الْبَرَكَةُ فِي ثَلاثَةٍ: فِي الْجَمَاعَةِ، وَالثَّرِيدِ، وَالسُّحُورِ” .

Dari Salman, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barakah terdapat dalam tiga hal: dalam jama’ah, bubur tsarid, dan bersahur.” HR Thabarani 6004, shahih.

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَلَ مِنْ الرِّجَالِ كَثِيرٌ وَلَمْ يَكْمُلْ مِنْ النِّسَاءِ إِلَّا آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia yang sempurna dari kalangan laki-laki banyak, dan tidak ada manusia yang sempurna dari kalangan wanita kecuali Asiyah, istrinya Fir’aun dan Maryam binti ‘Imran. Dan keistimewaan ‘Aisyah radliallahu ‘anha dibandingkan wanita-wanita lain bagaikan keistimewaan makanan “tsarid” di atas makanan yang lain”. HR Bukhari 3159.

 

  1. MINUM SETELAH MAKAN SAHUR

دَعَا أَبُو أُسَيْدٍ السَّاعِدِيُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عُرْسِهِ وَكَانَتْ امْرَأَتُهُ يَوْمَئِذٍ خَادِمَهُمْ وَهِيَ الْعَرُوسُ قَالَ سَهْلٌ تَدْرُونَ مَا سَقَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْقَعَتْ لَهُ تَمَرَاتٍ مِنْ اللَّيْلِ فَلَمَّا أَكَلَ سَقَتْهُ إِيَّاهُ

Abu Usaid As-Sa’idi mengundang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam pesta walimahannya. Saat itu, isterinya adalah yang melayani mereka, padahal ia adalah pengantin wanita. Sahl bertkata, “Tahukah kalian minuman apa yang ia suguhkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam? Wanita itu menyediakan kurma yang telah direndam semalaman dan ketika beliau telah makan, maka wanita itu pun menyuguhkan air kepada beliau.” HR Bukhari 4778.

 

Catatan:

[1] Penyebutan derajat hadits diambil dari karya-karya Syaikh al-Albani rahimahullah.

[2] Dalam SJS (Shahihul Jami’is Shaghir) dinisbatkan kepada Thabarani dalam Mu’jam Kabir dari hadits Abu Darda`, namun saya belum menemukannya dalam ketiga mu’jam Thabarani bahkan juga dalam kitab apapun, dengan lafal tersebut. * Yang ditemukan adalah perkataan tabi’in seperti di atas: lihat Mushannaf Ibni Abi Syaibah 9031, Mushannaf ‘Abdir Razzaq 7615, dan 7901 (dengan lafal min akhlaqin Nubuwwah).

[3] Lihat kupasan yang bagus dalam hal ini oleh Syaikh Albani dalam as-Shahihah no. 344.

[4]Ajwah: korma Madinah; ukuran lebih kecil daripada kebanyakan kurma, namun harganya mahal.

[5] Tsarid: bubur Arab. Dibuat dari kuah daging, dan terkadang berisi daging juga. Lihat: Hadyus Sari hlm. 92. * Dalam CD Ensiklopedi 9 Imam tertulis: Tsarid adalah sejenis makanan yang terbuat dari daging dan roti yang dibuat bubur dan berkuah. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*