Home Hadits Hadits-hadits Shahih Seputar Surat dan Ayat Tertentu

Hadits-hadits Shahih Seputar Surat dan Ayat Tertentu

26343
0
SHARE
  1. FADHILAH AYAT KURSI1

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوتَ.

Dari Abu Umamah, Rasulullah saw bersabda, “Siapapun membaca ayat Kursi tiap selepas shalat fardhu, niscaya tak ada yang menghalanginya dari masuk Jannah kecuali ia harus mati terlebih dahulu.” HR Nasa`i dalam Sunan Kubra 9848, shahih.

  1. FADHILAH 2 AYAT AKHIR AL-BAQARAH

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ

Dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ayat-ayat penutup surah Al Baqarah, tidaklah kamu membaca satu huruf dari kedua surah itu kecuali pasti akan diberikan kepadamu.” HR Muslim 1339.

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِأَلْفَيْ عَامٍ أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَلَا يُقْرَأَانِ فِي دَارٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ

Dari Nu’man bin Basyir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah menulis kitab (Al Qur`an) sejak dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi, Allah menurunkan dua ayat darinya sebagai penutup surah Al Baqarah, tidaklah keduanya dibaca dalam rumah selama tiga malam setan akan mendekatinya.” HR Tarmidzi 2807, shahih.

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Dari Abu Mas’ud Al Badri radliallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua ayat terakhir dari surah Al Baqarah, barangsiapa membacanya pada malam hari, maka ia akan dicukupi.” HR Bukhari 3707.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُعْطِيتُ خَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ وَلَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِي

Dari Abu Dzarr berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Aku diberi penutup Surah Al Baqarah dari simpanan bawah ‘Arasy yang tidak diberikan pada seorang Nabi sebelumku.” HR Ahmad 20583, shahih.

عَمَّنْ سَمِعَ عَلِيًّا يَقُولُ مَا كُنْتُ أَرَى أَنَّ أَحَدًا يَعْقِلُ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ هَؤُلَاءِ الْآيَاتِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ وَإِنَّهُنَّ لَمِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ

Dari orang yang mendengar Ali berkata; Aku tidak melihat seorang berakal tidur hingga ia membaca ayat-ayat terakhir surah Al Baqarah. Sesungguhnya ayat-ayat tersebut termasuk perbendaharaan (rahmat Allah) di bawah ‘Arasy. HR Darimi 3250.

  1. FADHILAH 10 AYAT AWAL AL-KAHFI

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ

Dari Abu Darda` bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surah Al Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Dajjall.” HR Muslim 1342.

  1. FADHILAH AYAT “HÂMÎM”

أَخْبَرَ مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنْ بُيِّتُّمْ فَلْيَكُنْ شِعَارُكُمْ حم لَا يُنْصَرُونَ

Telah mengabarkan orang yang telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apabila musuh hendak membunuh kalian pada malam hari, maka hendaknya slogan kalian adalah: “Hâmîm”2, niscaya mereka tidak akan diberi kemenangan.” HR Abu Dawud 2230, shahih.

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكُمْ سَتَلْقَوْنَ الْعَدُوَّ غَدًا وَإِنَّ شِعَارَكُمْ حم لَا يُنْصَرُونَ

Dari Al Baraa` bin ‘Azib ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: “Esok hari, kalian akan menghadapi pasukan musuh, dan syi’ar kalian adalah: “Hâmîm”, niscaya mereka tidak akan ditolong (menang).'” HR Ahmad 17815, shahih.

  1. FADHILAH RUKU’ AKHIR ALI ‘IMRAN

جَاءَ بِلاَلٌ يُؤْذِنُهُ بِالصَّلاَةِ ، فَلَمَّا رَآهُ يَبْكِي ، قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لِمَ تَبْكِي وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ وَمَا تَأَخَّرَ ؟ ، قَالَ : أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ، لَقَدْ نَزَلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ آيَةٌ ، وَيْلٌ لِمَنْ قَرَأَهَا وَلَمْ يَتَفَكَّرْ فِيهَا { إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ } الْآيَةَ كُلَّهَا.

Bilal datang memberitahu Nabi saw untuk shalat, maka tatkala ia lihat beliau menangis ia pun bertanya, “Wahai Rasulullah mengapakah Anda menangis padahal Alloh telah mengampuni bagimu apapun yang telah lewat dan akan datang?” Beliau menjawab, “Tidakkah aku mau menjadi hamba yang ahli syukur? Sungguh malam tadi telah turun padaku suatu ayat; sungguh celaka siapapun yang membacanya dan tidak bertafakkur memahami ayat-ayatnya, yaitu: inna fi khalqis samawati wal ardhi dst. HR Ibnu Hibban 2/387 & Thahawi dalam Syarh Musykilil Atsar 34.

  1. FADHILAH SURAH AL-FATIHAH3

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا وَإِنَّهَا سَبْعٌ مِنْ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah diturunkan di Taurat, Injil, Zabur dan dalam al-Qur`an seperti itu, sesungguhnya ia adalah tujuh (ayat) yang diulang-ulang dan al-Qur`an yang agung yang diberikan padaku.” HR Tarmidzi 2800, shahih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ هَذَا بَابٌ مِنْ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ فَسَلَّمَ وَقَالَ أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ

Dari Ibnu Abbas ia berkata; Ketika malaikat Jibril sedang duduk di samping Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tiba-tiba ia mendengar suara pintu dibuka dari arah atas kepalanya. Lalu malaikat Jibril berkata: “Itu adalah suara salah satu pintu langit yang dibuka, sebelumnya ia belum pernah dibuka sama sekali kecuali pada hari ini.” Lalu keluarlah daripadanya malaikat. Jibril berkata: “Ini adalah malaikat yang hendak turun ke bumi, sebelumnya ia belum pernah turun ke bumi sama sekali kecuali pada hari ini saja.” Lalu ia memberi salam dan berkata: “Bergembiralah atas dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelummu, yaitu pembuka Al Kitab (surah Al Fatihah) dan penutup surah Al Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf dari kedua surah itu kecuali pasti akan diberikan kepadamu.” HR Muslim 1339.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كُنَّا فِي مَسِيرٍ لَنَا فَنَزَلْنَا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ فَقَالَتْ إِنَّ سَيِّدَ الْحَيِّ سَلِيمٌ وَإِنَّ نَفَرَنَا غَيْبٌ فَهَلْ مِنْكُمْ رَاقٍ فَقَامَ مَعَهَا رَجُلٌ مَا كُنَّا نَأْبُنُهُ بِرُقْيَةٍ فَرَقَاهُ فَبَرَأَ فَأَمَرَ لَهُ بِثَلَاثِينَ شَاةً وَسَقَانَا لَبَنًا فَلَمَّا رَجَعَ قُلْنَا لَهُ أَكُنْتَ تُحْسِنُ رُقْيَةً أَوْ كُنْتَ تَرْقِي قَالَ لَا مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ قُلْنَا لَا تُحْدِثُوا شَيْئًا حَتَّى نَأْتِيَ أَوْ نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ذَكَرْنَاهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَمَا كَانَ يُدْرِيهِ أَنَّهَا رُقْيَةٌ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Dalam perjalanan yang kami lakukan, kami singgah di suatu tempat, lalu datanglah seorang wanita dan berkata, “Sesungguhnya ada seorang kepala kampung sakit, sementara orang-orang kami sedang tiada. Apakah salah seorang dari kalian ada yang bisa meruqyah?” Maka berdirilah seorang laki-laki yang kami sendiri tidak tahu bahwa ia bisa meruqyah. Ia beranjak bersama wanita itu, lalu meruqyah, dan ternyata yang diruqyah sembuh. Kemudian sang kepala kampung memerintahkan agar laki-laki itu diberi tiga puluh ekor kambing, dan kami pun diberinya minuman susu. Setelah pulang, kami bertanya padanya, “Apakah kamu memang seorang yang pandai meruqyah?” Ia menjawab, “Tidak, dan tidaklah aku meruqyahnya, kecuali dengan Ummul Kitab.” Kami katakan, “Janganlah kalian berbuat apa-apa, hingga kita sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya pada beliau.” Ketika kami sampai di Madinah, kami pun menuturkan hal itu pada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau bersabda: “Lalu siapa yang memberitahukannya, bahwa itu adalah ruqyah. Bagikanlah kambing itu, dan aku juga diberi bagian.” HR Bukhari 4623.

  1. FADHILAH SURAH AL-BAQARAH

أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ قَالَ مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ

Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.” Mu’awiyah berkata; “Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa, Al Bathalah adalah tukang-tukang sihir.” HR Muslim 1337.

  1. FADHILAH SURAH ALI ‘IMRAN

أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا

Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surah Al Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya.” HR Muslim 1337.

  1. FADHILAH SURAH AL-KAHFI

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ كَمَا أُنْزِلَتْ كَانَتْ لَهُ نُورًا مِنْ مَقَامِهِ إِلَى مَكَّةَ

Dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Nabi saw bersabda, “Siapapun membaca surah al-Kahfi sebagaimana diturunkan, niscaya ia menjadi sinar4 dari tempatnya hingga Makkah.” HR Nasa`i dalam al-Kubra 10722, shahih (As-Shahihah 2651)

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ وَإِلَى جَانِبِهِ حِصَانٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدْنُو وَتَدْنُو وَجَعَلَ فَرَسُهُ يَنْفِرُ فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ

Dari Al Barra` bin ‘Aazib ia berkata; Seorang laki-laki membaca surah Al Kahfi, sementara di sisinya terdapat seekor kuda yang terikat dengan dua tali, ternyata di atasnya terdapat kabut yang menaunginya. Kabut itu mendekat dan semakin mendekat sehingga membuat kudanya lari ingin beranjak. Ketika waktu pagi datang, laki-laki itu pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menuturkan kejadian yang dialaminya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu adalah As Sakinah (ketenangan) yang turun karena Al Qur`an.” HR Bukhari 4625.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; “Siappun membaca surah Al Kahfi pada malam Jum’at maka ia akan diterangi oleh cahaya yang terangnya mencapai jarak antara dirinya dan Baitul ‘Atiq5. HR Darimi 3273, mauquf 6shahih.

Hadits ini juga diriwayatkan dengan redaksi lain, yaitu:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Siapapun membaca surah Al-Kahfi di hari7 Jum’at maka ia akan diterangi oleh cahaya antara 2 hari Jum’at (sepekan)”.HR Baihaqi 6209, shahih.

  1. FADHILAH SURAH-SURAH MUSABBIHAT 8

عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ الْمُسَبِّحَاتِ قَبْلَ أَنْ يَرْقُدَ وَيَقُولُ إِنَّ فِيهِنَّ آيَةً خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ آية

Dari ‘Irbadl bin Sariyah ia menceritakan kepadanya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surah-surah Al Musabbihaat sebelum tidur, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya pada surah-surah tersebut terdapat ayat yang lebih baik dari 1.000 ayat.” HR Tarmidzi 2845, shahih.

  1. FADHILAH SURAH AL-MULK

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنْ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya ada satu surah dalam Al Qur`an yang terdiri dari tiga puluh ayat, dan dapat memberikan syafa’at kepada seseorang hingga dia diampuni, yaitu surah TABAARAKAL LADZII BIYADIHIL MULKU.” HR Tarmidzi 2816, shahih.

Adapun kisah berikut, haditsnya dha’if maka waspadailah:

Dari Ibnu Abbas ia berkata; “Sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membuat kemah di atas pemakaman, ternyata ia tidak mengira jika berada di pemakaman, tiba-tiba ada seseorang membaca surah TABAARAKAL LADZII BIYADIHIL MULKU (Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan) “. sampai selesai, kemudian dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Wahai Rasulullah sesungguhnya, aku membuat kemahku di atas kuburan dan saya tidak mengira jika tempat tersebut adalah kuburan, kemudian ada seseorang membaca surah TABARAK (surah) Al Mulk sampai selesai, ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Dia adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur.” HR Tarmidzi 2815, DHA’IF.

Namun matan hadits di atas shahih, dikuatkan dengan riwayat lain:

سورة تبارك هي المانعة من عذاب القبر ( ابن مردويه ) عن ابن مسعود ( صحيح )

Surah Tabaraka (al-Mulk) dialah penghalang dari siksa kubur.” HR Ibnu Marduyah dari Ibnu Mas’ud ra; shahih. (Shahihul Jami’ 3643)

  1. FADHILAH SURAH-SURAH KIAMAT

ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ

Ibnu ‘Umar berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang ingin melihat Hari Kiamat seolah-olah seperti pandangan mata, hendaknya ia membaca surah-surah: Idzasysyamsu kuwwirat, Idzas Samaaunfatharat, dan idzas samaaunsyaqqat. HR Tarmidzi 3256, shahih.

  1. FADHILAH SURAH AL-KAFIRUN

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِنَوْفَلٍ اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنْ الشِّرْكِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Naufal: “Bacalah surah ‘QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (Katakanlah; Wahai orang-orang kafir), dan tidurlah setelah membacanya hingga selesai, sebab itu adalah pembebas dari perbuatan syirik.” HR Abu Dawud 4396, shahih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ تَعْدِلُ رُبُعَ الْقُرْآنِ

Dari Ibnu ‘Abbas berkata; Rasulullah saw bersabda: “Surah QUL YÂ AYYUHAL KÂFIRÛN sebanding dengan ¼ Al-Qur`an.” Tarmidzi 2819, shahih.

  1. FADHILAH SURAH AL-IKHLASH

Dari Mu’adz bin ‘Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata; “pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya, beliau bersabda; “apakah kalian telah shalat?”, namun sedikitpun aku tidak berkata-kata, beliau bersabda; “katakanlah”, namun sedikitpun aku tidak berkata-kata, beliau bersabda; “katakanlah”, namun sedikitpun aku tidak berkata-kata, kemudian beliau bersabda; “katakanlah”, hingga aku berkata; “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

قُلْ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

“Bacalah (surah) QUL HUWALLAHU AHAD dan al-Mu’awwidzatain9 ketika sore dan pagi tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” HR Abu Dawud 4419, shahih.

  1. FADHILAH SURAH MU’AWWIDZATAIN

Dari ‘Oqbah bin ‘Amir, ia berkata; ketika aku sedang berjalan bersama Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam antara Juhfah dan Abwa`, tiba-tiba Kami tertutupi angin sangat dan terjadi kegelapan yang sangat, kemudian Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam berlindung dengan membaca surah: “QUL A’UUDZU BIRABBIL FALAQ, ” dan “QUL A’UUDZU BIRABBINNAAS”. Dan beliau bersabda:

يَا عُقْبَةُ تَعَوَّذْ بِهِمَا فَمَا تَعَوَّذَ مُتَعَوِّذٌ بِمِثْلِهِمَا قَالَ وَسَمِعْتُهُ يَؤُمُّنَا بِهِمَا فِي الصَّلَاةِ

“Wahai ‘Oqbah, berlindunglah dengan keduanya, tidak ada orang yang berlindung dengan sebuah perlindungan yang menyamai keduanya.” ‘Uqbah berkata; aku mendengar beliau mengimami Kami dengan membaca kedua surah tersebut dalam shalat. HR Abu Dawud 1251, shahih.

والله تعالى أعلم. وعلمه أتم. والحمد لله على ما علّم.

[ Diterbitkan oleh: Pusat Kajian Hadits HQA (Hamalatul Qur’an wal Atsar) Solo ]

Catatan:

1 Adapun bahwa ayat Kursi diturunkan dari suatu simpanan di bawah ‘Arsy, haditsnya dha’if, diriwayatkan oleh Thabarani dari hadits Abu Umamah (Dha’iful Jami’ 747).

2 Dalam CD Ensiklopedi 9 Imam diterjemahkan: demi Allah. Ini jelas perlu diralat.

3 Adapun bahwa surah al-Fatihah & al-Kautsar diturunkan dari suatu simpanan di bawah ‘Arsy, haditsnya dha’if, diriwayatkan oleh Thabarani dari hadits Abu Umamah (Dha’iful Jami’ 747). Wallahu A’lam.

4 Dalam riwayat Hakim 2072 terdapat tambahan: “di hari kiamat”. Hakim meinilainya shahih atas syarat Muslim.

5 Baitul ‘Atiq: Ka’bah. * Bait: rumah. ‘Atiq: kuno, atau dibebaskan. Bisa jadi disebut ‘atiq dengan arti dibebaskan dari serangan abrahah dsj. Wallahu A’lam.

6 Mauquf: maksudnya ucapan shahabat, bukan sabda Rasulullah saw. Namun hadits ini juga diriwayatkan secara marfu’ (dari sabda Rasulullah saw). Lihat riwayat Hakim 3392 dan Baihaqi 6209, dan Shahihut Targhib 736.

7 Madzhab Imam Syafi’I, surah al-Kahfi dibaca malam jum’at dan hari jum’at. Jadi 2 kali. Walhamdulillah.

8 Musabbihat: 6 surah yang diawali dengan lafal سبح /يسبح yaitu: al-Hadid, al-Hasyr, as-Shaff, al-Jum’ah, at-Taghabun, dan al-A’la. * Sebagian ulama` memasukkan al-Isra` di dalamnya, namun yang dinilai rajih (kuat) oleh Syaikhuna DR Samirun Nash (Syiria) bahwa al-Isra` tidak dimasukkan karena panjangnya tidak menyerupai surah-surah musabbihat yang enam tadi. Wallahu A’lam.

9 Mu’awwidztain: 2 pemberi perlindungan. Maksudnya surah al-Falaq & surah an-Nas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here