Home Hadits Hanya karena Mendengar Musik

Hanya karena Mendengar Musik

465
0
SHARE

Hanya karena mendengar musik, ada seorang perawi hadits ditinggalkan riwayatnya.
Diceritakan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam An-Nubala’ (5 : 184) bahwa Al-Minhal bin ‘Amr Al-Asadi yang meninggal tahun 110-an Hijriyah diceritakan sebagai berikut,
“Syu’bah meninggalkan periwayatan dari Al-Minhal hanys karena ia mendengar alat musik di rumahnya.”
Versi lainnya, Syu’bah pernah mendatangi rumah Al-Minhal lalu ia mendengar suara at-tunbur (sejenis alat musik) didalam rumahnya. Syu’bah pun langsung pulang dan tidak bertanya lagi tentang hadits pada Al-Minhal.
(Disebutkan dalam Adh-Dhu’afa’, 4 : 237)
○○○
PELAJARAN BAGI KITA
Mari renungkan begitu bahayanya musik sampai membuat riwayat hadits tertolak.
Keadaan kita saat ini sudah terbiasa mendengarnya. Ada yang tidak disengaja dan berlalu begitu saja. Namun kadang kita menikmatinya dengan kesengajaan. Bahkan di gadget atau telepon genggam, kita pun enak menikmatinya.

Begitu juga ada disebagian tempat sebelum belajar atau kerja ada yg wajib harus dengar musik, bagaimana dapat Ridho dari Allah atas pendidikannya ataupun pekerjaannya ???
Astaghfirullah, tobat….
Semoga Allah memberikan pintu hidayah taufiq kepada kita semua untuk mudah meninggalkan musik…
Mari kembali kita renungkan dalam dalam, untuk apa kita diciptakan Allah ?

hanya untuk Ibadah kepada Nya…

Perintah Allah kepada Nabi kita untuk membaca Al Qur’an, mendengarkan bila dibacakan Al Qur’an dan diam,,,,
lalu kenapa kita harus mendengarkan musik yg jelas itu maksiat kpd Allah, atau karena ketidak tahuan kita akan bahaya musik itu sendiri…
Siapakah yang lebih hati-hati menjaga hati, mereka para ulama ataukah kita..?
Ya Allah, lindungilah pendengaran kami dari hal yang sia-sia. Jadikanlah pendengaran kami lebih senang untuk mendengar Kalam-Mu.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى
“Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi.”
(Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, dari kejelekan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku)
(HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Sssttt, jangan lihat kanan kiri depan belakang atas bawah, hayya bina !!!
Putuskan segera untuk meninggalkan musik…!!!
Sebaik baik kalian orang yg belajar Al Qur’an dan Mengajarkannya…bukan musik..!!!!!!!!!
ini mudah dilakukan bila kita diberi hidayah taufiq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan siap disebut orang asing atau orang aneh…
jadi kla kita nggak dapat hidayah taufiq dari Allah yakinlah kita nggak siap disebut orang asing dan aneh, akhirnya kita akan membenci bahkan memusuhi ataupun memfitnah orang orang yg istiqomah di jalan Allah yg menyenangi dan ingin mengamalkan isi Al Qur’an serta meninggalkan dan membenci itu suara musik..
Lantas bagaimana kla kita melihat orang yg menyukai Al Qur’an namun juga masih menyukai musik,…
yakinlah didalam dirinya masih banyak Subhat atau keraguan dalam dienul Islam yg haq ini, atau masih tingginya kemunafikan dalam dirinya..
Astaghfirullah, tobat…
Tulisan atau informasi ini, nggak perlu diperdebatkan…
Penulis berharap bila telah dikabarkan oleh Allah dalam Al Qur’an dan telah disampaikan Rasulullah dalam haditsnya maka :
kla itu Perintah untuk mengamalkan ya kita amalkan saja….

dan

kla perintahnya itu untuk meninggalkan, ya kita tinggalkan saja…
kita dengar dan kita taat..

itulah karakter orang beriman…

karakter orang munafiq atau orang kafir kerjaannya mendebat, banyak bertanya dan tidak taat dan paling menonjol adalah mengikuti hawa nafsunya…

Semoga kita semua dimudahkan untuk menerima kebenaran dari Al Qur’an dan As Sunnah dan diberikan hidayah taufiq untuk dapat mentadabburinya serta senang dan mudah untuk mengamalkannya segera, tidak menunggu seperti ntar aja, atau besok aja deh…

kita nggak tahu kedepan kita masih punya umur atau tidak, makanya orang-orang yg dimudahkan dan diberikan kebaikan oleh Allah akan segera mengamalkan bukan menundanya. aamiin.

Kemudahan menerima kebenaran dari Al Qur’an dan As Sunnah adalah bila kita selalu menjaga dan mengkonsumsi makanan, minuman yg Halal dan rezeki yg Halal, menutup rapat rapat makanan haram dan rezeki dari yg haram seperti :

– Hasil dari main musik

– Hasil dari berdusta/nipu

– Hasil dari korupsi

– Hasil dari jual beli Rokok

– Hasil dari jual beli Narkoba / barang Haram

– Hasil dari Riba ( rentenir, bunga bank konvensional)

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan manfaat untuk perbaikan dimasa yang akan datang, tinggalkan masa lalu yg tidak disukai Allah dan RasulNya..dan berharap nantinya ketika dipanggil Allah dalam husnul khotimah dan akhirnya kita dipertemukan Allah di Jannah, aamiin.

Akhirnya penulis terus tetep istiqomah untuk mengingatkan, menyampaikan dan mendakwahkan :
*”STBK – AKBS – IHBTR”*

*AMDK AL JAMBI – BNIS*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here