Home Fiqih Jihad 2016 Lawan Ahox

Jihad 2016 Lawan Ahox

218
0
SHARE


💦 JIHADUL KALIMAH….

💧 Semangat Jihad yg membahana di seluruh wilayah NKRI yg dipicu oleh penistaan seorang Ahok terhadap satu ayat Al qur’an, kiranya tidak akan bisa kita lakukan dengan kita mengadakan pengajian keliling Indonesia sepanjang umur kita. Ini murni kehendak Alloh, takdir Alloh, karunia Alloh dan hidayah Alloh. Subhanalloh… 

💧 Semangat jihad umat Islam yg membara di seluruh wilayah Nusantara menggambarkan pemahaman dan keyakinan mayotitas umat Islam (sawadul a’dzom), sehingga siapa yg tidak bersikap demikian akan ternampak aneh atau ganjil (Syaadz), kalau hal itu disebabkan kurangnya ilmu, atau kesalahan ilmunya, atau kelemahan imannya, perlu dimaklumi dan disantuni, sehingga diharapkan pada waktunya akan lurus ilmu dan imannya dengan izin Alloh.

Kita harus ingat : 

“يد الله مع الجماعة”

“Tangan Alloh bersama jamaah kaum Muslimin.”

“لا يجتمع أمتي على ضلالة”

“Umatku tidak akan sepakat (bersama-sama) dalam kesesatan.”

Masya Alloh.. 

💧 Habib Riziq punya istilah “Jihad Konstitusional”, Syekh Shofiyur Rohman Al mubarikfuri punya istilah “Jihadud Dakwah” yg lain punya “Jihadus Siyasah”,  yg lain lagi “Jihadu Ta’lim” dan lain”.

👉 Di sini saya menyebut “Jihadul Kalimah” bukan “Jihadus Saif” (Jihad Pedang)

“Jihadul Kalimah” bukan “Jihad Musallah”.

Dalam jihad musallah senjatanya pedang yg tajam.

Dalam jihadul kalimah senjatanya kata-kata yg tajam. 

“جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم”

“Perangilah orang-orang musyrikin dengan harta, jiwa, dan lisan-lisan kalian.”

“سيأتي زمان واللسان فيه أشد وقعا من السيف”

“Akan datang suatu masa dimana lisan lebih tajam/kuat dari pada pedang.”

“كلم اللسان أنكي من كلم السنان”

“Luka karena lisan bisa lebih parah dari pada luka terkena tombak.”

“الحرب خدعة”.  Perang olah kata

“إن من البيان لسحر..

“Sesungguhnya pada berita itu terdapat sihir.”

والله اعلم والله المستعان

Ini aktualisasi :

“أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر..”

“Seutama-utama jihad adalah kata-kata yg benar didepan penguasa yg dholim.”

💧 Senjatanya iman dan ikhlas dalam hati, ungkapan yg benar (doa, dzikir, takbir dan seterusnya dengan lisan dan dengan tangan kosong. Dengan tangan kosong melawan musuh ‘Ahok’ dan siapun yg berada dibelakangnya.

💧 Harus dengan tangan kosong, murni tangan kosong, hanya dengan Iman dan kata-kata…. “KALIMATU HAQQIN”.

Mengapa Ahok…???

Persoalannya bukan hanya Ahok,  tapi wali²nya baik yg kita tahu atau tidak. Ahok hanya ikon “lawan” bila ia terlumpuhkan semoga semua wali-wali syaiton ikut lumpuh.

💧 Yang perlu dilihat adalah peran setrategis dan fungsi strategies seorang Ahok dalam memusuhi atau mewakili yang lain dalam memusuhi dan menghina Islam. 

👉 Ahok adalah representasi penghina Islam yg dibelakangnya sederet pendukung tersembunyi yg dahsyat dengan pendanaan dan perangkat perlawanan yg luar biasa. (lih. al anfal 60). Wajar bila yg melawannya disebut “afdholul jihad”.

💧 Dan yg terkorban dengan senjata tangan kosong dihargai sebagai “sayyidusy syuhada'” 

Allohu Akbar…!!!

💧 Resiko tertinggi dalam “jihadul kalimah” ini bagi yg terpilih adalah menjadi Tuannya para syuhada’. Masya Alloh…

“سيد الشهداء، حمزة ورجل قام الى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله” الحديث.

“Tuan para syuhada’ Hamzah dan seseorang yg berhadapan dengan penguasa yg dholim melakukan (amar ma’ruf nahi mungkar) kemudian dibunuh.”

Masya Alloh,  segala puji hanya bagi Alloh…
RAMBU-RAMBU “JIHADUL KALIMAH”…

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ. 

“`Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”“`

(QS Ali Imron: 200)
💧 Bekal-bekal “Jihadul Kalimah” berdasarkan ayat di atas :

1) “`Kuatkan dan luruskan Iman.

2) Tingkatkan kesabaran.

3) Lawanlah kesabaran musuh dengan kesabaran yang lebih kuat.
4)  Hadapilah ketahanan dan ketabahan musuh dengan ketahanan dan ketabahan kita yang lebih kuat.
5) Hadapilah dosa-dosa dan kesesatan musuh dengan semakin meningkatkan ketakwaan kita.“`

💧 Keutamaan “Jihadul kalimah”.

1) Semoga yang berangkat mendapat keistimewaan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَغَدْوَةٌ أَوْ رَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا.

“`“Sungguh pagi hari atau sore hari berangkat berjihad di jalan Allah lebih baik dari dunia dan seisinya.”“` *(HR. Al-Bukhari & Muslim)*

2) Semoga yang mengurus pemberangkatan, menyiapkan bekal, mengurus keluarga yang ditinggalkan juga mendapat pahala seperti yang berangkat.

Rosulullah _shollallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda,

مَنْ جَهَّزَ غَازِياً فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِيْ أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا.

“`“Barangsiapa yang memberikan persiapan bekal untuk seseorang yang berperang fi sabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. Dan barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang  fi sabilillah berupa suatu kebaikan apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu, maka dianggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang.”“`

(HR. Bukhari & Muslim)

3) Semoga yang terluka termasuk luka fi sabilillah.

Rosulullah _shollallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda,

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا مِنْ كَلْمٍ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهِ حِينَ كُلِمَ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ مِسْكٌ.

“`“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tak ada seseorang pun yang terluka dalam perang fi sabilillah, melainkan kelak di hari kiamat ia akan datang dalam keadaan luka seperti semula, warna warna darah & baunya bau minyak kesturi.”“`

(HR. Muslim)

4) Semoga yang terbunuh atau meninggal terhitung syahid.

Rosulullah _shollallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda,

مَنْ فَصَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمَاتَ أَوْ قُتِلَ فَهُوَ شَهِيدٌ أَوْ وَقَصَهُ فَرَسُهُ أَوْ بَعِيرُهُ أَوْ لَدَغَتْهُ هَامَّةٌ أَوْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ أَوْ بِأَيِّ حَتْفٍ شَاءَ اللَّهُ فَإِنَّهُ شَهِيدٌ وَإِنَّ لَهُ الْجَنَّةَ.

“`“Barangsiapa yang memutuskan di jalan Allah kemudian ia meninggal atau terbunuh maka ia adalah syahid atau kuda atau untanya telah mematahkan lehernya atau ia tersengat kalajengking atau ia meninggal di atas ranjangnya atau dengan kematian bagaimanapun yang Allah kehendaki maka ia adalah syahid dan baginya surga.”“`

(HR. Abu Dawud)

5) Semoga semua pos-pos tugas termasuk maqom (kedudukan) fie sabilillah.

Dari Abu Hurairah _radhiyallahu ‘anhu_ ia berkata, “Ada salah seorang sahabat Rosulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ melewati suatu celah bukit yang padanya terdapat air tawar. Ia pun menyukainya. Ia berkata, ‘Seandainya saya memisahkan diri dari manusia lalu saya tinggal di tempat ini. Tapi saya tidak akan melakukan ini sebelum minta ijin kepada Rosulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_.’ Ia pun menceritakan kepada *Rosulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_.* Beliau bersabda,

لَا تَفْعَلْ فَإِنَّ مُقَامَ أَحَدِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ سَبْعِينَ عَامًا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ الْجَنَّةَ اغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَوَاقَ نَاقَةٍ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ.

“`Jangan kamu lakukan. Karena tempat berdiri salah seorang dari kalian di jalan Allah lebih utama daripada shalatnya dirumahnya sendiri selama tujuh puluh tahun. Tidakkah kalian suka Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke surga..? Berperanglah di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah selama waktu memeras susu onta àp ia pasti masuk surga.”“`

(HR. Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits Hasan”)

6) .Semoga semua yang berada  di RV (pos-pos transit) di lokasi demo terhitung Ribath.

Rosulullah _shollallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda,

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ.

“`“Melakukan ribath (menjaga perbatasan) di jalan Allah selama sehari semalam lebih baik daripada puasa selama sebulan berserta sholat malam. Jika ia meninggal selama melakukan ribath, maka amalnya akan mengalir kepadanya sebagaimana yang dia lakukan semasa masih hidup. Rezekinya dilimpahkan Allah kepadanya dan diselamatkan dari berbagai fitnah.”“` *(HR. Musliam, Tirmizi, Nasa’i dan Thabrani)*

7) Semoga yang berbaris sepanjang route terhitung seperti di barisan pasukan perang.

Rosulullah _shollallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda,

قِيَامُ سَاعَةٍ فِي الصَّفِّ لِلْقِتَالِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ سِتِّينَ سَنَةٍ.

“`“Berdiri sesaat di dalam barisan tentara dalam suatu peperangan di jalan Allah, lebih baik daripada berdiri enam puluh tahun.”“` *(HR Ahmad, Hakim dan Darimi)*

8) Semoga yang terbunuh atau meninggal mendapat tujuh fadhilah/keutamaan.

Rosulullah _shollallahu ‘alaihi wasallam_ bersabda,

لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سَبْعُ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِّهِ، وَيَرَى مَقْعَدَهُ فِى الْجَنَّةِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ اْلإِيْمَانِ، وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ زَوْجَةً مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيُؤَمَّنُ مِنَ الْفَزْعِ اْلأَكْبَرِ، وَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوِقَارِ، اَلْيَاقُوْتُ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا، وَيَشْفَعُ فِى سَبْعِيْنَ اِنْسَانًا مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ.

“`”Orang yang mati syahid mempunyai 7 karunia di sisi Alloh, yaitu: Ia diampuni pada waktu tetesan darah yang pertama, ia dapat melihat kedudukannya di Sorga, ia dihiasi dengan pakaian keimanan, ia dijodohkan dengan 72 istri dari bidadari yang cantik jelita, ia dilindungi dari adzab kubur dan diamankan dari rasa takut yang paling besar dan dipakaikan pada kepalanya mahkota kehormatan, satu mutiara darinya lebih baik daripada dunia dan dari apa yang ada di dalamnya serta ia dapat memberikan syafaat kepada 70 manusia dari ahli baitnya.”“` *(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*