Home Artikel Keistimewaan Ajaib Rasulullah

Keistimewaan Ajaib Rasulullah

260
0
SHARE

oleh: ust. Kantongumur

Diantara Keistimewaan Rosululloh Muhammad adalah:

ALLOH memanggil para nabi dengan Namanya, Seperti:

يا آدم، يا موسى، يا إبراهيم، يا عيسى.

Sedangkan Rosululloh, dipanggil dengan:

يا أيها النبي، يا أيها الرسول، يا أيها المدثر، يا أيها المزمل.

Dan disebabkan oleh Mulyanya Nabi, Umatnya Pun diberi Kemulyaan, Seperti Perkataan imam Al-Bushairi dalam burdahnya:

بأكرم الرسل كنا أكرم الأمم

ALLOH memanggil Ummat Nabi Muhammad Dengan:

يا أيها الناس، يا أيها الذين آمنوا، يا بني آدم،

Dan tidak memanggil dengan Perkataan:

يا أيها الذين كفروا

Kecuali Hanya Pada Satu tempat, Itu pun merupakan Bentuk Hikayat Pada Saat Hari kiamat, Yaitu:

يا أيها الذين كفروا لا تعتذروا اليوم إنما تجزون ما كنتم تعملون

Hal itu merupakan tindakan halus ALLOH kepada Manusia yang masih kafir agar tidak lari, karena ALLOH menghendaki supaya manusia bertaubat, sedangkan Setan berkeinginan untuk menyesatkan manusia. Itulah metode dakwah.

والله يريد أن يتوب عليكم، ويريد الشيطان أن يضلهم ضلالا بعيدا

Pada Ayat itu, kita diajarkan suatu tata krama, saat menyebut ALLOH menerima taubat, agar manusia mau menerima Al-Qur’an menggunakan bahasa “Engkau/Kalian عليكم” Dengan seolah diajakan berdialog.
Akan tetapi saat menjelaskan Setan yang menyesatkan, Al-Qur’an mengibaratkan dengan bahasa “Mereka هم” Dengan tidak menisbatkan kesesatan atas orang yang diajak bicara. Hal ini adalah adab dalam berdakwah. Apakah ada orang yang mau dicap Sesat? Tentu tidak.

Setelah itu, ALLOH memerintahkan Nabi Agar Berinteraksi terhadap Orang yang didakwahi dengan bijaksana dan mengharapkan kebaikan, seperti termuat dalam Al-Qur’an:

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة

Dan kalau harus berbantah-bantahan pun tetap dengan yang lebih baik, bukan saja yang baik.

وجادلهم بالتي هي أحسن

Bahkan kepada Ahli Kitab yang nota bene mempunyai pengertian akan kenabian Rosul, tetap menggunakan yang lebih baik, kecuali kepada orang-orang dlolim diantara mereka.

ولا تجادلوا أهل الكتاب إلا بالتي هي أحسن إلا الذين ظلموا منهم

Mengapa harus dengan cara demikian?
Karena hewan buruan apabila lari, maka akan sulit untuk menangkap dan memburunya.

Kemudian bagaimana cara berdebat dengan cara yang lebih baik?

ALLOH berfirman:
Dan Katakanlaha Kami beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami dan kepada kalian, Tuhan kami dan tuhan kalian satu, dan kami berserah diri hanya kepada-NYA.

وقولوا آمنا بالذي أنزل إلينا وأنزل إليكم وإلهنا وإلهكم واحد ونحن له مسلمون

Yaitu dengan Mencari titik persamaan, dengan mengakui kitab yang diturunkan kepada mereka, dengan tetap berpegang teguh kepada hal benar yang dimiliki berupa kitab yang diturunkan kepada kami, mendudukkan kesejajaran kitab mereka dan kitab kami, walaupun secara hakiki tetap berkeyakinan bahwa kitab kami yang benar, karena diturunkan dari Satu Tuhan Yang Sama.
Dan akhirnya mengembalikan semuanya hanya kepada ALLOH

ونحن له مسلمون

Itulah berdebat yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here