Home Tahukah Anda Kunjungan Prof. Dr. Taufiq Romadhan Al-Buthi di Indonesia

Kunjungan Prof. Dr. Taufiq Romadhan Al-Buthi di Indonesia

264
0
SHARE

image

Tema : Peran Ulama Dalam Rekonsiliasi Krisis Politik dan Idiologi di Timur Tengah

Tempat : Auditorium UIN Snan Ampel Surabaya.

Hari/Tgl : Senin, 7 Maret 2016

BERIKUT RANGKUMAN POIN-POIN PENTING YANG DISAMPAIKAN OLEH BELIAU :

1. Konflik yang terjadi di timur tengah seperti yang terjadi di Tunisia, Mesir, Yaman dst diyakini oleh As Saykh seyakin yakinya bahwa itu bukan konflik antar sekte seperti sunni-syiah.

2. Akan tetapi konflik di timteng itu sengaja diciptakan untuk merubah tatan hidup disana.

3. Sudah ratusan tahun berbagai macam sekte bisa hidup berdampingan.

4. Amerika Negara yang membikin konflik dan merusak tatanan hidup ditimteg.

5. Amerika mengajari HAM (Hak Asasi Manusia) dan demokrasi namun merekalah yang membikin teroris teroris ditimteng. Mereka membuat sekenario-sekenario baru untuk mencitrakan bahwa islam agama teroris.

6. Yang disuarakan Arab Spring (Musim semi Arab)/Reformasi Arab yang kedengaranya enak. Namun bukan semi yang terjadi, akan tetapi musim keringlah yang ada.

7. Lengsernya para pemimpin-pemimpin ditemteg (seperti ditunis,libys, mesir,yaman dst) tidak menyudahi permasalah, bahkan malah semakin gencar kerusakan kerusakan yang masuk ditimteng.

8. 2 pemeran (terjadinya konflik) :

1. Peran Media masa. Seharusnya media itu berperan memindah, mengantarkan berita, namun yang terjadi ditimteng adalah sina’atul hadats (Membuat berita). Inilah penyebab bencana ditimteng.

2. Penyebabnya lagi adalah Ulama’ ( beliau tidak mau menyebutnya ulama’ akan tetapimenyebutnya dengan kata UMALA’ yang berarti adalah AGEN).

9. Harus Selektif, dan seobjektif mungkin dalam menerima berita dari timteng.

10. Umala’ (Agen) Selalu menyuarakan jihad disyiria, mereka memprofokasi membunuh ulama’ yang sebenarnya disyria.

11. Banyak sepanduk bertulsan “Irhal/Lengserkan…!!!”. Ini bukan ajaran Nabi SAW. Akan tetapi ajaran beliau adalah Aslim taslam (masuk islamlah, kamu selamat)…!!!. Kepada Nabi Musa Allah juaga menyuruh mendakwahi Firaun dengan “Qoulan Layyinan”.

12. Penuntutan lengser dinegara-negara timteng malah akan mngakibatkan konflik berdarah.

13. Tidak ada ISIS di Suriah. Yang ada adalah radikal yang meng kafirkan orang yang tidak se pendapat denganya, hingga terjadi penghalalan darah.

14. Orang-orang yang mengkelaim sebagai reformis mereka menghina dan menjelek – jelekan ulama’ sejati seperti As syaikh Ali Jumah di Mesir, As Syaikh Ahmad Toyyib mufti Al Azhar. Bahkan mereka berani membunuh. Mereka membunuh DR. Said Al Buthi.

15. Tujuannya adalah supaya umat tidak lagi percaya kepada ulama-ulama sejati.

16. Di syiria ada Ittihad Ulama’ fii Syam (Kumpulan ulama’ syam) yang membawahi berbagi lembaga pendidikan. Namun mereka para ulama’ ini malah menjadi target incaran.

17. Kami bukan ulama’ pengecut, yang pengecut adalah mereka yang mengaku sebagai ulama(UMALA’) hidup dibawah seponsor yang menginginkan Syiria hancur.

18. PERAN ULAMA :

1. Mengajak pada reformasi yang islami, mengajak kepada kebaikan. Bukan mengajak pada pertumpahan darah dan peperangan.

2. (Pesan beliau) Tabayun. Menseleksi berita yang sampai pada kita. Jangan gampang menyebarkan berita, tanpa melihat baik buruk dampak yang ditibulkan.

3. Mensikapi segala permasalahan dengan mengembalikan hukum syariah yang sudah ditetapkan. Jangan tergesa-gesa memutuskan fatwa.

19. PENUTUP:

1. Beliau menyampaikan salam dari kementrian agama Suriayah dan Universitas Damaskus kepada muslimin Indonesia.

2. Beliau sangat menginginkan kerjasama antara UIN Suanan Ampel dengan Universitas Damaskus. Bisa saling menukar mahasiswa, dosen dst.

3. Kata Beliau : Suriyah ya Indonesia, Indonesia ya Suriyah….

20. SESI PERTANYAAN (hanya ada 3 pertanyaan) :

1. Bagaimana kondisi belajar mengajar di Suriyah saat ini ?

Jawab : Kondisinya sudah semakin kondusif. 2 hari yang lalu saya mewisuda mahasiswa di Universitas Damaskus dengan sangat meriah.

2. Bagaimana sikap kita terhadap syiah ? (kurang lebih begitu yang ditanyakan penannya).

Jawab :

– Syiah sudah ada sejak awal Islam. 1/3 akhir dari abad pertama.

– Syiah bersekte-sekte. Ada Imamiyyah, Zaidiyah, dst.

– Syiah seperti kita. Kita Sholat mereka juga sholat, namun bedanya mereka menaruh turba disajadah mereka. Kita puasa mereka juga puasa, cumak bedanya mereka melebihkan beberapa menit dari waktu puasa yang dikerjakan ahlu sunnah.

– Kita mensikapi syiah secara objektif. Dulu para ulama melawanya dengan khiwar(dialog). Dengan membuat buku, tulisan tulisan yang mengkritiki pemikiran mereka. Hingga akhirnya mereka hilang sendiri ditelan zaman.

– Fatwa tertinggi Syiah, Khumaini mengharamkan pencacian terhadap sahabat-sahabat Nabi SAW.

– Ada mu’tamar di Inggris tentang I’jazul Qur’an, ayah saya DR. Romadhon Al Buthy menjadi salah satu pesrertanay. Beliau mengatakan sebenarnya perbedaan antara sunni – syiah itu hanya dua. Masa lalau dan masa depan.

Masa lalu adalah tentang ribut siapakah yang berhak mengantikan Rosulullah SAW. Sepeningalan beliau. Dalam kitab pedomanya syiah, ditemukan bahwa sahabat Ali menjadi orang terdepan dalam berbaiat kepada Abu bakar danUmar.

Masa depan. Tentang kedatangan imam Mahdi. Kapan kedatangan imam Mahdi?.

3. Apakah beluma ada perkumpulan ulama seluruh dunia yang secara serius mengatasi konflik ditimur tengah?

Jawab : Sangat disayangkan. Sampai saat ini belum ada organisasi ulama seluruh dunia islam yang serius mengatasi secara dami konflik ditimur tengah. Yang ada adalah mereka organisasi ulama berjalan sendiri-sendiri. Kami mempunyai Ittihad Ulama Syam, itupun tidak semua ulama’ ikut, karena masing masing mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Harapan saya semoga nanti suatu saat mahasiswa mahasiswi yang ada disini bisa menciptakan perkumpulan ulama yang hakiki. Amiin.

NB :

– Tujuan penulis tiada lain hanya untuk kemaslahatan(bukan sebaliknya). Dan menyampaiakan ilmu yang semoga berguna untuk umat.

– Poin-poin diatas berdasarkan apa yang difahami penulis dari perkataan DR. Romadhon Al Buthi berikut penrjemahnya waktu mengikuti seminar.

– Dalam pemakaian kata-kata penulis banyak mengikuti bahasa sang penerjemah.

– Mohon ma’af atas segala salah tulis atau faham. Barokallahu fiikum jamiian. Syukron.

Penulis: eiruel.amd@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here