Home Tazkiyatun Nufus Macam-macam Hafizh Al-Qur’an

Macam-macam Hafizh Al-Qur’an

385
0
SHARE

image

1. Hafizh Setoran
Ini merupakan kategori Hafizh yg paling banyak terdapat dimana2, hanya selesai setoran 30 juz saja tp stlh itu banyak yg hilang, yg tersisa hanya sebagian kecil saja. Hal tsb disebabkan krn kurangnya semangat untuk memuraja’ah, atau krn kesibukan, atau krn targetnya hanya ingin selesai setoran saja (pernah menghafal). Hafizh semacam ini sering mengalami futur krn bebannya terlalu besar dan merasa hafalannya tidak lengket2 sehingga mudah mengantuk dan putus asa. Alangkah nikmatnya jika ia menghafal sedikit2 kmdn menguatkannya dan terus menjaganya, sambil menambah yg baru. Karena muraja’ah itu wajib sementara menambah hafalan baru itu sunnah.

2. Hafizh Pesantren
Hafizh kategori ini biasanya rajinnya ketika di Pesantren saja, dan akan lalai ketika berada di luar pesantren atau ketika liburan pulang kampung. Kadang tidak itu saja, di Pesantren pun ia rajin ketika di hari aktif saja, dan di saat libur akhir pekan sdh terlihat bibit2 kelalaian itu. Hafizh kategori ini sangat mengkhawatirkan, ia butuh lingkungan yg mendukung dan support dari orang2 sekitarnya jika ingin tetap terjaga hafalannya.

3. Hafizh Musabaqah
Hafizh kategori ini tidak dipungkiri lagi dari segi keindahan suara dan kelancaran di atas rata2. Kegiatannya berpindah2 dari satu tempat ke tempat yg lain, dari satu daerah ke daerah yg lain dlm rangka mengikuti musabaqah. Makanya tidak heran jika Hafizh kategori ini kadang akhlaqnya tidak sesuai dgn ayat2 yg dihafalnya, tdk jarang dari mereka yg masih merokok, berpacaran, berkhalwat antara laki2 dan perempuan, tidak menjaga shalat berjamaah di masjid, suka main game, nonton televisi, dll. Ibarat kata, hafalan mereka hanya sampai di tenggorokan saja.

4. Hafizh Sejati
Hafizh kategori ini yg harus kita contoh. Dia akan terus menjaga Al Qur’an hingga maut yg memisahkan, tidak terpengaruh tempat atau waktu, tidak terpengaruh apakah dikontrol oleh Ustadznya atau tidak, tidak terpengaruh dgn hari libur, tidak mengharap pujian, dan kesehariannya selalu diikuti komitmen yg kuat dari dalam dirinya sendiri.
Akhlaqnya baik, karena ia selalu berusaha mengamalkan ayat2 yg ia hafalkan. Hafalannya menjd wirid harian dan bacaan shalatnya yg panjang. Kalaupun ia mengikuti Musabaqah bukan krn mengejar hadiah dan popularitas, tetapi karena menjadikannya sebg sarana untuk menguatkan hafalannya.

Nasehat untuk sesiapa yg mau berubah, & diriku yg masih lalai يا الله!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here