Home Tazkiyatun Nufus Manusia Langka Abad Modern

Manusia Langka Abad Modern

410
0
SHARE

Boleh dikata Syaikh Ali Jabeer -rahimahullah- adalah sosok yang sangat langka di zaman ini. Wala nuzakki allallahi ahadan..

Beliau tak pernah berharap menjadi hakim, namun terpaksa harus menerima jawatan hakim yang diamanahkan oleh Syaikh Abdullah Humaid. Setelah beberapa lama menjabat sebagai hakim, iapun mengundurkan diri.

Beliau tak pernah berharap menjadi imam masjidil harom. Namun apa daya, King Kholid bin Abdul Aziz menunjuknya secara aklamasi agar menjadi Imam Masjidil harom. Saat itu usianya 27 tahun.

Sepeninggal king Kholid, Syaikh mengajukan surat pengunduran diri.

Namun permohonannya berkali-kali ditolak. Setelah melalui berbagi upaya, permohonan pengunduran dirinya akhirnya dikabulkan.

Mungkin kita bertanya-tanya ada apa wahai syaikh…?

Mengapa engkau meninggalkan semua itu disaat engkau tengah berada dipuncak popularitas..?

Jawabannya adalah:

Pertama: Beliau tak ingin jauh dari sang ibu yang saat itu tinggal di kota Madinah.

Kedua: Beliau ingin jadi penuntut ilmu dan tinggal dilingkungan para penuntut ilmu saja.

Hingga wafat beliau tak pernah seharipun menganggap dirinya sebagai ulama. Padahal banyak diantara murid-murid beliau yang telah menjadi ulama besar.

Ketiga: Beliau merasa bahwa amanah menjadi imam Masjidil harom terlalu besar untuknya. Maka beliau meninggalkannya.

Masyaallah…

Benar-benar nasehat kehidupan yang menyejukkan, ditengah panasnya persaingan manusia dalam mengejar popularitas dan keakuan.

Guru kami pernah mengatakan bahwa keengganan dan ketawadhuan beliau itulah yang menjadi sebab pertolongan Allah padanya. Dimana selama menjadi imam Masjidil Harom Syaikh Ali Jabeer tak pernah sekalipun salah dalam melafazhkan kalamullah, hafalannya begitu kuat dan tajam..

Sungguh benar wasiat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Samuroh. “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan! Karena sesungguhnya jika jabatan itu diberikan kepadamu dengan sebab permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu (tanpa pertolongan dari Allâh). Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan atas permintaanmu, maka pasti kamu akan ditolong (oleh Allâh Azza wa Jalla) dalam melaksanakan jabatan itu.”(HR. Bukhori)

Rahimakallah ayyuhassyaikh..

______________
Makkah 3 Syawwal 1437 H

ACT El-Gharantaly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here