Home Fiqih maulid Nabi, sunnah atau bid’ah

maulid Nabi, sunnah atau bid’ah

387
0
SHARE

๐ŸŒบ๐ŸŒฟPro Kontra Maulid Nabi๐ŸŒฟ๐ŸŒบ

 

Pertanyaan:

 

– Apakah ada kemuliaan hari kelahiran Nabi menurut Nabi sendiri? Bukan hanya perkataan orang-orang.

 

– Bagaimana peringatan hari kelahiran Nabi, apakah ada dasarnya? (GRUP MANIS)

 

Jawaban:

 

๐Ÿ“ŒBismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜Ala Rasulillah wa Baโ€™d:

 

Tidak ada penceritaan secara detil kelahiran Nabi ๏ทบ oleh Nabi sendiri, kecuali hadits berikut:

 

Dari Abu Qatadah Al Anshari Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

 

ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ูุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุงูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ูˆูู„ูุฏู’ุชู ูููŠู‡ู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุจูุนูุซู’ุชู ุฃูŽูˆู’ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูููŠู‡ู

 

Nabi ditanya tentang puasa di hari senin. Beliau menjawab: โ€œItu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi rasul, atau diturunkan kepadaku (wahyu).โ€ (HR. Muslim No. 1162)

 

Bahkan di hari Senin pula Beliau ๏ทบ diwafatkan.

 

Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, bahwa dia ditanya:

 

ุฃูŽูŠู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชููˆููู‘ููŠูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ูุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู

 

Hari apakah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam wafat? Beliau menjawab: โ€œHari senin.โ€ (HR. Bukhari No. 1387)

 

Ini sangat wajar sebab keluhuran budi pekerti Beliau ๏ทบ tidak memungkinkan ย menceritakan kehebatan, keunggulan, dan kemuliaan hari lahirnya sendiri. Seorang Nabi apalagi sayyidul anbiyaโ€™ mustahil memiliki sifat โ€˜ujub. Sehingga jika ada yang mengatakan โ€œNabi ๏ทบ tidak pernah memuliakan hari kelahirannya sendiriโ€ adalah benar adanya. Akhirnya, kitalah umatnya yang memuliakan dan menampakkan kegembiraan atas kelahiran Nabi ๏ทบ, sebagaimana firman Allah ๏ทป tentang kegembiraan Nabi Ibrahim โ€˜Alaihissalam atas lahirnya Nabi Ismail โ€˜Alaihissalam.

 

Allah ย ๏ทป ย berfirman:

ููŽุจูŽุดู‘ูŽุฑู’ู†ูŽุงู‡ู ุจูุบูู„ุงู…ู ุญูŽู„ููŠู…ู

 

โ€œ Maka Kami beri dia (Nabi Ibrahim) kabar gembira dengan (lahirnya) seorang anak yang amat sabar (yakni Nabi Ismail)โ€ (QS. Ash Shafat (37): 101)

 

Jadi, sebagaimana kelahiran Nabi Ismail โ€˜Alaihissalam adalah sebuah kegembiraan bagi ayahnya, maka kegembiraan pula bagi kaum muslimin atas kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ. Oleh karena itu jangan diingkari kebahagiaan kaum muslimin atas kelahirannya, pujian-pujian kepadanya, sebab Allah ๏ทป pun memujinya dalam Al Quran, demikian juga para sahabatnya, para ulama dan orang-orang utama, maka kaum muslimin layak memberikan pujian yang berlimpah kepadanya, ย selama ย tidak ada pensifatan ketuhanan kepada Rasulullah ๏ทบ.

 

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata โ€“seperti yang dikutip oleh Imam Ibnu Hajar Al Haitami Rahimahullah:

 

ูˆูŽุฃูŽูŠู‘ู ู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูุนู’ู…ูŽุฉู ุจูุจูุฑููˆุฒู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู

 

Dan, nikmat apakah yang paling besar dibanding nikmat kelahiran Nabi yang mulia ini, dialah Nabi yang menjadi rahmat pada hari itu. (Tuhfatul Muhtaj, 31/377)

 

๐Ÿ“‹Pro-Kontra Haflah Maulid Nabi ๏ทบ

 

Kita dapati di media sosial, perdebatan tentang peringatan Maulid Nabi ๏ทบ. Ada yang melarang secara mutlak, apa pun isi dan bentuknya, ada pula yang membolehkan secara mutlak, dan ada pula yang membolehkan dengan perincian dan syarat-syarat. Bahkan perdebatan tersebut tidak jarang menyulut permusuhan, caci maki, saling tuduh, dan tabdiโ€™, tafsiq, satu sama lain.

 

Ini bukanlah perdebatan baru, jika abad ini adalah abad 15 Hijriyah, maka perselisihan ini sudah terjadi sejak belasan abad yang lalu, khususnya setelah tiga abad terbaik. Pihak yang pro dan kontra sama-sama sepakat bahwa haflah ini tidak ada pada masa Nabi, sahabat, tabiโ€™in, dan tabiโ€™ut tabiโ€™in. Bahkan mereka juga sepakat tentang memuliakan Rasulullah ๏ทบ, kapan pun, tidak harus menunggu momen 12 Rabiโ€™ul Awal. Tetapi, mereka tidak sepakat kapankah haflah maulid itu muncul? Sebagian ada yang menguatkan bahwa ini dimulai dan diinisiatifkan Syiah Daulah Fathimiyyah, ada pula yang mengatakan pada masa Shalahuddin Al Ayyubi, ada yang mengatakan dimunculkan oleh Malik Muzhafar Abu Saโ€™id bin Zainuddin (ini yang dikuatkan oleh Imam As Suyuthi), dan versi lainnya, dan seterusnya. Selain itu, -dan ini yang paling menyita energi kita- mereka juga tidak sepakat tentang keabsahannya, boleh atau tidak, seperti yang kami sebutkan di atas.

 

Berikut ini adalah pandangan dua kelompok tersebut.

 

๐Ÿ“Œ Pertama. Pihak Yang Melarang dan Alasan-Alasannya

 

Para ulama yang melarang memiliki sejumlah alasan, di antaranya:

 

1โƒฃ Peringatan maulid Nabi ๏ทบ tidak pernah dilakukan oleh Nabi ๏ทบ, para sahabat, tabiโ€™in, tabiโ€™ut tabiโ€™in, bahkan imam empat madzhab. Sebagaimana ini diakui pula oleh pihak yang membolehkan. Padahal mereka lebih layak melakukan itu sebab kecintaan mereka, ittibaโ€™nya mereka kepada Nabi ๏ทบ, serta ilmunya, melebihi manusia-manusia setelahnya.

 

2โƒฃ Lau kaana khairan lasabaquuna ilaih โ€“ seandainya itu baik niscaya mereka akan mendahului melakukannya. Ini kaidahnya. Jika memang acara Maulid itu baik, kenapa bisa luput kebaikan ini dari generasi terbaik umat ini? Tidak mungkin mereka tidak mengenal kebaikan walau sekecil apa pun, apalagi sampai melewatinya begitu saja. Jika maulid tidak ada pada masa itu, itu menunjukkan memang itu tidak dipandang baik oleh mereka.

 

3โƒฃ Agama ini telah sempurna, sebagaimana firmanNya:

 

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง

 

Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku sempurnakan atasmu nikmatKu, dan Aku ridha Islam adalah agama bagi kamu. (QS. Al Maidah: 3)

 

Jadi, apa pun yang dahulunya bukan bagian dari agama, maka selamanya dia bukan bagian dari ajaran agama. Tidak seorang pun berhak memasukkannya sebagai bagian dari agama. Sebab kesempurnaan agama ini telah final, tidak dibutuhkan lagi penambahan walau ย dipandang baik oleh manusia.

 

4โƒฃ Rasulullah ๏ทบ melarang kita untuk mengada-ada urusan agama. Umumnya para pelaku acara Maulid menganggap ini adalah peringatan keagamaan. Maka, jika itu dianggap bagian dari agama ย maka ย mereka wajib mendatangkan dalil, jika tidak ada maka tertolak. Sebagaimana hadits berikut:

 

ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ู ุงู„ู…ูุคู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฃูู…ู‘ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ – ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง – ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู : (ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ูููŠู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏู‘ูŒ) ย  ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู…

 

Dari Ummul Muโ€™minin, Ummu Abdillah, โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, dia berkata: โ€œBarangsiapa yang menciptakan hal baru dalam urusan kami ini (yakni Islam), berupa apa-apa yang bukan darinya, maka itu tertolak.โ€ ย (HR. Bukhari dan Muslim).

 

๐Ÿ“Œ Aqwaal Para Ulama Yang Melarang

 

Berikut ini adalah perkataan para ulama yang melarang peringatan Maulid Nabi ๏ทบ.

 

1โƒฃ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah

 

Beliau berkata:

 

ูˆู„ู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฎุทุจ ูˆุนู‡ูˆุฏ ูˆูˆู‚ุงุฆุน ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุชุนุฏุฏุฉ: ู…ุซู„ ูŠูˆู… ุจุฏุฑุŒ ูˆุญู†ูŠู†ุŒ ูˆุงู„ุฎู†ุฏู‚ุŒ ูˆูุชุญ ู…ูƒุฉุŒ ูˆูˆู‚ุช ู‡ุฌุฑุชู‡ุŒ ูˆุฏุฎูˆู„ู‡ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉุŒ ูˆุฎุทุจ ู„ู‡ ู…ุชุนุฏุฏุฉ ูŠุฐูƒุฑ ููŠู‡ุง ู‚ูˆุงุนุฏ ุงู„ุฏูŠู†. ุซู… ู„ู… ูŠูˆุฌุจ ุฐู„ูƒ ุฃู† ูŠุชุฎุฐ ุฃู…ุซุงู„ ุชู„ูƒ ุงู„ุฃูŠุงู… ุฃุนูŠุงุฏู‹ุง. ูˆุฅู†ู…ุง ูŠูุนู„ ู…ุซู„ ู‡ุฐุง ุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุชุฎุฐูˆู† ุฃู…ุซุงู„ ุฃูŠุงู… ุญูˆุงุฏุซ ุนูŠุณู‰ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ุฃุนูŠุงุฏู‹ุงุŒ ุฃูˆ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ุงู„ุนูŠุฏ ุดุฑูŠุนุฉุŒ ูู…ุง ุดุฑุนู‡ ุงู„ู„ู‡ ุงุชุจุน. ูˆุฅู„ุง ู„ู… ูŠุญุฏุซ ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡.

ูˆูƒุฐู„ูƒ ู…ุง ูŠุญุฏุซู‡ ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณุŒ ุฅู…ุง ู…ุถุงู‡ุงุฉ ู„ู„ู†ุตุงุฑู‰ ููŠ ู…ูŠู„ุงุฏ ุนูŠุณู‰ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู…ุŒ ูˆุฅู…ุง ู…ุญุจุฉ ู„ู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆุชุนุธูŠู…ู‹ุง. ูˆุงู„ู„ู‡ ู‚ุฏ ูŠุซูŠุจู‡ู… ย  ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุญุจุฉ ูˆุงู„ุงุฌุชู‡ุงุฏุŒ ู„ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุจุฏุน- ู…ู† ุงุชุฎุงุฐ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนูŠุฏู‹ุง. ู…ุน ุงุฎุชู„ุงู ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ู…ูˆู„ุฏู‡. ูุฅู† ู‡ุฐุง ู„ู… ูŠูุนู„ู‡ ุงู„ุณู„ูุŒ ู…ุน ู‚ูŠุงู… ุงู„ู…ู‚ุชุถูŠ ู„ู‡ ูˆุนุฏู… ุงู„ู…ุงู†ุน ู…ู†ู‡ ู„ูˆ ูƒุงู† ุฎูŠุฑู‹ุง. ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู‡ุฐุง ุฎูŠุฑู‹ุง ย ู…ุญุถุงุŒ ุฃูˆ ุฑุงุฌุญู‹ุง ู„ูƒุงู† ุงู„ุณู„ู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุฃุญู‚ ุจู‡ ู…ู†ุงุŒ ูุฅู†ู‡ู… ูƒุงู†ูˆุง ุฃุดุฏ ู…ุญุจุฉ ู„ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุชุนุธูŠู…ู‹ุง ู„ู‡ ู…ู†ุงุŒ ูˆู‡ู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฎูŠุฑ ุฃุญุฑุต.

 

“Rasululullah ๏ทบ telah melakukan berbagai ย peristiwa penting dalam sejarah beliau, seperti khutbah-khutbah dan perjanjian-perjanjian beliau pada hari Badar, Hunain, Khandaq, Fathu Makkah, Hijrah, Masuk Madinah. Beliau pun memiliki berbagai khutbah yang mengandung banyak kaidah-kaidah agama. Lalu, hari-hari seperti itu tidak sepantasnya dijadikan sebagai perayaan. ย karena yang melakukan seperti itu adalah ย Umat Nasrani yang menjadikan peristiwa yang dialami โ€˜Isa โ€˜Alaihissalam adalah sebagai perayaan, atau juga dilakukan Yahudi. ย  Hari raya merupakan bagian dari syariat, maka apa yang disyariatkan Allah itulah yang diikuti, kalau tidak maka sama saja telah membuat sesuatu yang baru dalam ย agama.

 

Maka apa yang dilakukan oleh sebagian orang, ย baik karena menyerupai tradisi Nasrani yang memperingati kelahiran โ€˜Isa โ€˜Alaihissalam, ย baik karena cinta dan memuliakan Rasulullah ๏ทบ, maka Allah ย akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan dan ijtihad itu, tapi tidak atas bid’ah dengan menjadikan maulid nabi sebagai hari raya. Padahal manusia berselisih tentang kapan hari lahirnya. Sesungguhnya ini ย tidak dilakukan para salaf, padahal mereka punya alasan untuk melakukannya dan tidak ada halangan untuk melakukannya jika memang itu baik. Seandainya itu baik, bersih, ย dan argumentatif, ย niscaya para salaf lebih berhak melakukannya dibanding kita. Sebab mereka adalah generasi yang paling kuat cinta dan pemuliaaanya kepada Rasulullah ๏ทบ dibanding kita, dan mereka sangat bersemangat dalam mengerjakan kebaikan. (Iqtidha Shirathal Mustaqim, 2/123)

 

2โƒฃSyaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy Syaikh Rahimahullah

 

Beliau berkata:

 

ู„ุงุดูƒ ุฃู† ุงู„ุฅุญุชูุงู„ ุจู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ุจุฏุน ุงู„ู…ุญุฏุซุฉ ููŠ ุงู„ุฏูŠู†ุŒ ุจุนุฏ ุฃู† ุงู†ุชุดุฑ ุงู„ุฌู‡ู„ ููŠ ุงู„ุนุงู„ู… ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠ ูˆุตุงุฑ ู„ู„ุชุถู„ูŠู„ ูˆุงู„ุฅุถู„ุงู„ ูˆุงู„ูˆู‡ู… ูˆุงู„ุฅูŠู‡ุงู… ู…ุฌุงู„ุŒ ุนู…ูŠุช ููŠู‡ ุงู„ุจุตุงุฆุฑ ูˆู‚ูˆูŠ ููŠู‡ ุณู„ุทุงู† ุงู„ุชู‚ู„ูŠุฏ ุงู„ุฃุนู…ู‰ุŒ ูˆุฃุตุจุญ ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ุงู„ุบุงู„ุจ ู„ุง ูŠุฑุฌุนูˆู† ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‚ุงู… ุงู„ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ู…ุดุฑูˆุนูŠุชู‡ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠุฑุฌุนูˆู† ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ูู„ุงู† ูˆุงุฑุชุถุงู‡ ุนู„ุงู†ุŒ ูู„ู… ูŠูƒู† ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ุจุฏุนุฉ ุงู„ู…ู†ูƒุฑุฉ ุฃุซุฑ ูŠุฐูƒุฑ ู„ุฏู‰ ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ู„ุฏู‰ ุงู„ุชุงุจุนูŠู† ูˆุชุงุจุนูŠู‡ู…ุŒ ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ” ุนู„ูŠูƒู… ุจุณู†ุชูŠ ูˆุณู†ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู† ุงู„ู…ู‡ุฏูŠูŠู† ู…ู† ุจุนุฏูŠุŒ ุชู…ุณูƒูˆุง ุจู‡ุง ูˆุนุถูˆุง ุนู„ูŠู‡ุง ุจุงู„ู†ูˆุงุฌุฐ ูˆุฅูŠุงูƒู… ูˆู…ุญุฏุซุงุช ุงู„ุฃู…ูˆุฑุŒ ูุฅู† ูƒู„ ู…ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ ”

 

Tidak ragu lagi bahwa acara maulid Nabi ๏ทบ termasuk bidโ€™ah baru dalam agama, setelah menyebarnya kebodohan di dunia Islam, merebaknya kesesatan dan khayalan, yang membutakan mata dan menguatkan taklid buta. Umumnya manusia tidak merujuk kepada dalil-dalil yang mensyariatkannya, tapi mereka hanya mengikuti perkataan si Fulan dan si Alan. Tidak pernah ada bidโ€™ah munkarah ini dalam atsar para sahabat Nabi ๏ทบ, tabiโ€™in, dan pengikutnya. Padagal Nabi ๏ทบ telah bersabda: โ€œPeganglah sunahku dan sunah khulafa ar rasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku, peganglah itu dan gigitlah dengan geraham kalian, takutlah terhadap perkara-perkara yang baru, sebab setiap ย perkara baru adalah bidโ€™ah, dan setiap bidโ€™ah itu sesat.โ€ (Fatawa wa Rasail, 3/54)

 

3โƒฃ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah

 

Beliau berkata:

 

ู†ุนู… ุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆุงู„ุฏ ุจุฏุนุฉุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆุงู„ุฏุŒ ู„ุง ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆู„ุง ุบูŠุฑู‡ุŒ ู„ุฃู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ู‚ุงู„: ยซุฅูŠุงูƒู… ูˆู…ุญุฏุซุงุช ุงู„ุฃู…ูˆุฑุŒ ูุฅู† ูƒู„ ู…ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉุŒ ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ ย ยป ูˆู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…: ููŠ ุฎุทุจุฉ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ: ยซุฃู…ุง ุจุนุฏ ูุฅู† ุฎูŠุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุฎูŠุฑ ุงู„ู‡ุฏูŠ ู‡ุฏูŠ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆุดุฑ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ู…ุญุฏุซุงุชู‡ุงุŒ ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ ย ยป ูˆุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆุงู„ุฏ ุจุฏุนุฉุŒ ู…ุง ูุนู„ู‡ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆู„ุง ุฃุตุญุงุจู‡ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ูˆุฃุฑุถุงู‡ู…ุŒ ูˆูŠูƒููŠ ุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ุชุฃุณูŠ ุจุณู†ุชู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆุงู„ุณูŠุฑ ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุงุฌู‡ ูˆุนุฏู… ุงู„ุฅุญุฏุงุซ ูู…ุญุจุฉ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ูŠุณุช ุจุงู„ุจุฏุนุŒ ูˆู„ูƒู† ุจุงุชุจุงุน ุทุฑูŠู‚ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…ุŒ ูˆุงู…ุชุซุงู„ ุฃูˆุงู…ุฑู‡ุŒ ูˆุชุฑูƒ ู†ูˆุงู‡ูŠู‡

 

Ya, acara maulid itu bidโ€™ah, tidak boleh mengadakan acara maulid-maulid, baik itu maulid Nabi ๏ทบ dan yang lainnya, karena Nabi ๏ทบ bersabda: โ€œTakutlah terhadap perkara-perkara yang baru, sebab setiap ย perkara baru adalah bidโ€™ah, dan setiap bidโ€™ah itu sesat.โ€ Juga sabdanya saat khutbah Jumat: โ€œSesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk ย Muhammad ๏ทบ, dan seburuk-buruknya perkara adalah hal-hal yang baru, dan setiap bidโ€™ah itu sesat.โ€ Acara maulid itu bidโ€™ah, dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi ๏ทบ, para sahabatnya Radhiallahu โ€˜Anhum, dan cukuplah seorang muโ€™min mengikuti sunahnya dan berjalan di atas manhajnya, dan menghilangkan perkara-perkara yang baru. Mencintai Nabi ๏ทบ bukanlah dengan melakukan bidโ€™ah, tapi dengan mengikuti ย jalannya ๏ทบ, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. (Fatawa Nur โ€˜Ala Ad Darb, 3/42)

 

Dan, masih banyak lagi dari para ulama yang melarangnya, ย semisal Imam Fakihani, Imam Asy Syuqairi, Syaikh Shalih Al Fauzan, Syaikh Utsaimin, dan lainnya.

 

๐Ÿ“Œ Kedua. Pihak Yang Membolehkan dan Alasan-Alasannya

 

Pihak yang membolehkan mengutarakan sejumlah alasan, yakni sebagai berikut:

 

๐Ÿ“˜Al Quran Al Karim

 

Allah ๏ทป berfirman:

ู‚ูู„ู’ ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ููŽุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง

 

“Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira”. (QS.Yunus: 58)

 

Bagi seorang muslim, tentunya dengan sadar ย akan mengatakan bahwa karunia dan rahmat Allah ๏ทป terbesar bagi umat manusia adalah kelahiran Nabi ๏ทบ, yang menjadi suluh hidayah bagi segenap manusia. Peringatakan maulid nabi ๏ทบ merupakan perwujudan kebahagiaan atas karunia terbesar tersebut.

 

Ayat lainnya:

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ู‚ูŽุตูŽุตูู‡ูู…ู’ ุนูุจู’ุฑูŽุฉูŒ ู„ูุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู

 

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. ย (QS. Yusuf:111)

 

Kisah kehidupan Nabi ๏ทบ, sejak kelahirannya, perjuangannya, daโ€™wahnya, sampai wafatnya adalah kisah dan potret terbaik kehidupan manusia. Maka, hal yang sangat baik mengambil pelajaran darinya. Maulid Nabi ๏ทบ adalah sarana untuk itu.

 

๐Ÿ“•As Sunnah

 

Untuk dalil As Sunnah, kelompok yang membolehkan punya beberapa dalil:

 

โ–ชPertama. Dari Abu Qatadah Al Anshari Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

 

ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ูุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽุงูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ูˆูู„ูุฏู’ุชู ูููŠู‡ู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุจูุนูุซู’ุชู ุฃูŽูˆู’ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูููŠู‡ู

 

Nabi ditanya tentang shaum di hari senin. Beliau menjawab: โ€œItu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi rasul, atau diturunkan kepadaku (wahyu).โ€ (HR. Muslim No. 1162)

 

Hadits ini menunjukkan bolehnya menapaktilasi dan menghormati hari lahirnya Nabi ๏ทบ dengan amal-amal kebaikan, sebab Nabi ๏ทบ sendiri yang menyontohkan. Beliau berpuasa di hari Senin, karena itulah hari dirinya dilahirkan.

 

โ–ชKedua. ย Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:

 

ู‚ุฏู… ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูุฑุฃู‰ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุชุตูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก.

ูู‚ุงู„: ” ู…ุง ู‡ุฐุงุŸ ” ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠูˆู… ุตุงู„ุญุŒ ู†ุฌู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ ู…ูˆุณู‰ ูˆุจู†ูŠ ุงู„ุณุฑุงุฆูŠู„ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ู…ุŒ ูุตุงู…ู‡ ู…ูˆุณู‰ ูู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ” ุฃู†ุง ุฃุญู‚ ุจู…ูˆุณู‰ ู…ู†ูƒู… ” ูุตุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู…ุฑ ุจุตูŠุงู…ู‡

 

Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa โ€˜Asyura. Beliau bertanya: โ€œApa ini?โ€ mereka menjawab: โ€œIni hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israel dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa.โ€ Maka, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œSaya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian.โ€ Maka, beliau pun beruasa dan memerintahkan untuk berpuasa (โ€˜Asyura).โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)

 

Hadits ini menunjukkan kebolehan memperingati hari-hari bersejarah yang dilalui umat terdahulu dalam rangka mengambil pelajaran darinya, bahkan Nabi ๏ทบ mengisinya dengan ibadah. Hadits ini dijadikan dalil oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani Rahimahullah tentang bolehnya acara Maulid Nabi ๏ทบ, dan diisi dengan amal kebaikan, ย sebagaimana yang akan kami sampaikan nanti.

 

โ–ชKetiga. Kisah peringanan siksaan bagi Abu Lahab setiap ย hari Senin lantaran dia bergembira saat hari kelahiran Nabi ๏ทบ, Abu Lahab menampakkan kegembiraannya dengan membebaskan budak bernama Tsuwaibah.

 

Imam ย Abu Bakar Ad Dimyathi Asy Syafiโ€™i Rahimahullah:

 

ูˆุฑุญู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุงุฆู„ ูˆู‡ูˆ ุญุงูุธ ุงู„ุดุงู… ุดู…ุณ ุงู„ุฏูŠู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ู†ุงุตุฑ ุญูŠุซ ู‚ุงู„ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ุฐุง ูƒุงูุฑุง ุฌุงุก ุฐู…ู‡ ูˆุชุจุช ูŠุฏุงู‡ ููŠ ุงู„ุฌุญูŠู… ู…ุฎู„ุฏุง ุฃุชู‰ ุฃู†ู‡ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฅุซู†ูŠู† ุฏุงุฆู…ุง ูŠุฎูู ุนู†ู‡ ู„ู„ุณุฑูˆุฑ ุจุฃุญู…ุฏ ูู…ุง ุงู„ุธู† ุจุงู„ุนุจุฏ ุงู„ุฐูŠ ูƒุงู† ุนู…ุฑู‡ ุจุฃุญู…ุฏ ู…ุณุฑูˆุฑุง ูˆู…ุงุช ู…ูˆุญุฏุง

 

Semoga Allah merahmati orang yang mengatakan โ€“ yaitu Haafizh Syamsuddin Muhammad bin Naashir โ€“ ketika dia berkata: jika hal ini terjadi pada orang kafir (yakni Abu Lahab) yang telah dicela dan dibinasakan kedua tangannya di neraka yang abadi, bahwa dia (Abu Lahab) diringankan siksaannya pada setiap hari senin karena kebahagiaan dengan memujinya (kelahiran nabi, red), maka apalagi dengan seorang hamba yang ย sepanjang umurnya berbahagia dengan kelahirannya dan dia mati dalam keadaan bertauhid. (Iโ€™anatuth Thalibin, 3/364)

 

Al Haafizh Syamsuddin Muhammad bin Naashir mengatakan kisah ini shahih. (Imam As Suyuthi, Al Hawi Lil Fatawi, 1/230)

 

Sederhananya, jika Abu Lahab saja yang memusuhi Nabi ๏ทบ, yang nerakanya abadi, mendapat keringanan setiap hari Senin karena kebahagiaannya menyambut kelahiran Nabi ๏ทบ, apalagi seorang muslim yang mencintainya sepanjang hayatnya, tentu dia lebih layak mendapatkan keistimewaan itu.

 

โ–ชMaslahat Mursalah, yaitu aktifitas yang secara hakiki memiliki maslahat, baik kepada agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Syariat Islam sangat memperhatikan penjagaan terhadap hal-hal ini. Walau aktifitas tersebut tidak memiliki dalil khusus dalam Al Quran dan As Sunnah, tapi juga tidak ada dalil yang membatalkannya. Kaidah ini dimotori oleh Malikiyah, disetujui Hambaliyah, tapi tidak dipakai oleh Hanafiyah dan Syafi’iyah. Bagi kelompok yang membolehkan maulid, acara maulid nabi termasuk perwujudan maslahat mursalah dan bukan bid’ah, dalam rangka menjaga agama dan syiar-syiarnya. Sebagaimana pengumpulan mushaf Al Quran pada masa Utsman, ilmu tajwid, dan semisalnya.

 

๐Ÿ“ŒAqwaal Ulama Yang Membolehkannya

 

Berikut ini kami sampaikan berbagai perkataan (aqwaal) ย para imam kaum muslimin, Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah, yang membolehkan acara maulid Nabi ๏ทบ.

 

1โƒฃ Imam Nashirus Sunnah (pembela Sunnah), Asy Syafiโ€™i Radhiallahu โ€˜Anhu

 

Berikut ini keterangannya:

 

ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนู‰ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุฌู…ุน ู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงุฎูˆุงู†ุง ูˆุชู‡ูŠุงุก ู„ู‡ู… ุทุนุงู…ุง ูˆุนู…ู„ุง ุญุณุงู†ุง ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู…ุน ุงู„ุตุฏูŠู‚ูŠู† ูˆุงู„ุดู‡ุฏุงุก ูˆุงู„ุตุงู„ุญูŠู†

 

โ€œBarangsiapa yang mengumpulkan orang untuk melaksanakan perayaan Maulid Nabi karena persaudaraan secarJa berjamaโ€™ah dengan menyediakan makanan dan berlaku baik, niscaya Allah bangkitkan di hari kiamat beserta para ahli kebenaran, syuhada dan para shalihinโ€. (Madarijus Suโ€™uud, Hal. 16)

 

Perkataan dari Imam Asy Syafiโ€™i ini sulit diverifikasi sebab tidak disebutkan sanadnya. Sehingga sulit menentukan kepastiannya, ditambah lagi menurut pengakuan Al Hafizh Ibnu Hajar peringatakan maulid baru ada setelah tiga abad terbaik, sedangkan Imam Asy Syafiโ€™i hidup pada masa tabiโ€™ut tabiโ€™in alias abad ke-2 Hijriyah.

 

2โƒฃ Imam As Suyuthi Rahimahullah

 

ุญุณู† ุงู„ู…ู‚ุตุฏ ููŠ ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ุฐูŠู† ุงุตุทูู‰ ุŒ ูˆุจุนุฏ ูู‚ุฏ ูˆู‚ุน ุงู„ุณุคุงู„ ุนู† ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ ููŠ ุดู‡ุฑ ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃูˆู„ ู…ุง ุญูƒู…ู‡ ู…ู† ุญูŠุซ ุงู„ุดุฑุน ุŸ ูˆู‡ู„ ู‡ูˆ ู…ุญู…ูˆุฏ ุฃูˆ ู…ุฐู…ูˆู… ุŸ ูˆู‡ู„ ูŠุซุงุจ ูุงุนู„ู‡ ุฃูˆู„ุงู‹ ุŸ .

ูˆุงู„ุฌูˆุงุจ : ุนู†ุฏูŠ ุฃู† ุฃุตู„ ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฐูŠ ู‡ูˆ ุงุฌุชู…ุงุน ุงู„ู†ุงุณ ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ู…ุง ุชูŠุณุฑ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆุฑูˆุงูŠุฉ ุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ุงู„ูˆุงุฑุฏุฉ ููŠ ู…ุจุฏุฃ ุฃู…ุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ูˆู…ุง ูˆู‚ุน ููŠ ู…ูˆู„ุฏู‡ ู…ู† ุงู„ุขูŠุงุช ุซู… ูŠู…ุฏ ู„ู‡ู… ุณู…ุงุท ูŠุฃูƒู„ูˆู†ู‡ ูˆูŠู†ุตุฑููˆู† ู…ู† ุบูŠุฑ ุฒูŠุงุฏุฉ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ุจุฏุน ุงู„ุญุณู†ุฉ ุงู„ุชูŠ ูŠุซุงุจ ุนู„ูŠู‡ุง ุตุงุญุจู‡ุง ู„ู…ุงููŠู‡ ู…ู† ุชุนุธูŠู… ู‚ุฏุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ูˆุฅุธู‡ุงุฑ ุงู„ูุฑุญ ูˆุงู„ุงุณุชุจุดุงุฑ ุจู…ูˆู„ุฏู‡ ุงู„ุดุฑูŠู

 

Maksud Baik Pada Amalan Maulid

 

Pertanyaan: “Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera untuk hamba pilihanNya, wa ba’d: telah datang pertanyaan tentang perbuatan maulid nabi pada bulan Rabi’ul Awwal, apa hukumnya menurut pandangan syariat? apakah itu terpuji atau tercela? apakah mendapatkan pahala atau tidak, bagi si pelakunya?โ€

 

Jawaban:

 

Bagi saya, dasar dari maulid nabi adalah berkumpulnya manusia, membaca yang mudah dari Al Quran, dan membaca kisah-kisah yang warid ย tentang konsepsi riwayat kehidupan ย Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan membaca apa-apa yang terjadi pada hari kelahirannya berupa tanda-tanda kemuliaannya, dan menyediakan makanan buat mereka, lalu selesai tanpa ada tambahan lain, maka itu adalah bid’ah hasanah, dan diberikan pahala bagi yang melakukannya karena di dalamnya terdapat pemuliaan terhadap kedudukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan menampakan kebahagiaan dan rasa senang dengan kelahirannya yang mulia. (Imam As Suyuthi, Al Hawi Lil Fatawi, 1/181-182. Imam Ibnu Hajar Al Haitami, Tuhfah Al Muhtaj, 31/376)

 

3โƒฃ Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah

 

Perkataan Imam Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani dikutip oleh ย Imam Ibnu Hajar Al Haitami Al Makki ย berikut ini:

 

ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูุฆูู„ูŽ ุดูŽูŠู’ุฎู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุญูŽุงููุธู ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุญูŽุฌูŽุฑู ุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ูุฏู ููŽุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ ุจูู…ูŽุง ู†ูŽุตู‘ูู‡ู ุฃูŽุตู’ู„ู ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ูุฏู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ู‚ูŽู„ู’ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽูู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู‚ูุฑููˆู†ู ุงู„ุซู‘ูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุงุดู’ุชูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุญูŽุงุณูู†ูŽ ูˆูŽุถูุฏู‘ูู‡ูŽุง ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ูููŠ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุญูŽุงุณูู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุฌูŽู†ู‘ูŽุจูŽ ุถูุฏู‘ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู‹ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ููŽู„ูŽุง

 

Bahwasanya Syaikhul Islam Haafizh Al ‘Ashr Abul Fadhl Ahmad bin Hajar ditanya tentang hukum ย Maulid, beliau menjawab: “Pada dasarnya maulid adalah bid’ah dan tidaklah dinukil satu pun dari salafush shalih yang ada pada tiga zaman, namun demikian pada acara tersebut terkandung di dalamnya kebaikan-kebaikan dan juga sebaliknya. maka, siapa saja yang pada acara itu hanya melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi yang buruk, maka itu adalah bid’ah hasanah, dan jika tidak demikian, maka tidak boleh. (Imam Ibnu Hajar Al Haitami, Tuhfatul Muhtaj, 31/378)

 

Al Haafizh Ibnu Hajar ย memberikan alasannya sebagai berikut:

 

ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู„ููŠ ุชูŽุฎู’ุฑููŠุฌูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุตู’ู„ู ุซูŽุงุจูุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุง ุซูŽุจูŽุชูŽ ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽุญููŠุญูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ { ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ููŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุฃูŽุบู’ุฑูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠู‡ู ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ูˆูŽู†ูŽุฌู‘ูŽู‰ ูููŠู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ููŽู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูŽุตููˆู…ูู‡ู ุดููƒู’ุฑู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ } ููŽูŠูุณู’ุชูŽููŽุงุฏู ู…ูู†ู’ู‡ู ููุนู’ู„ู ุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู…ูŽู†ู‘ูŽ ุจูู‡ู ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูุนูŽูŠู‘ูŽู†ู ู…ูู†ู’ ุฅุณู’ุฏูŽุงุกู ู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุฏูŽูู’ุนู ู†ูู‚ู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽูŠูุนูŽุงุฏู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠ ู†ูŽุธููŠุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุณูŽู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุญู’ุตูู„ู ุจูุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุนู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ูƒูŽุงู„ุณู‘ูุฌููˆุฏู ูˆูŽุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูู„ูŽุงูˆูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽูŠู‘ู ู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูุนู’ู…ูŽุฉู ุจูุจูุฑููˆุฒู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู

 

Telah nampak bagiku riwayatnya pada pijakan yang kokoh, yaitu yang terdapat dalam Shahihain bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam datang ke Madinah, dia mendapatkan orang-orang Yahudi sedang berpuasa pada hari โ€˜Asyura, lalu dia menanyakan mereka. Mereka menjawab: โ€œIni adalah hari di mana Allah menenggelamkan Firโ€™aun dan menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah Taโ€™ala.โ€ ย Maka, faidah dari kisah ini adalah melakukan perbuatan syukur kepada Allah atas karunia yang diberikanNya di hari tertentu ย berupa nikmat dan dijauhi dari bencana, dan mengulangi hal itu pada hari tersebut di setiap tahunnya. Bersyukur kepada Allah bisa dilakukan dengan bermacam-macam ibadah seperti sujud, puasa, sedekah, dan tilawah. Dan, nikmat apakah yang paling besar dibanding nikmat kelahiran Nabi yang mulia ini, dialah Nabi yang menjadi rahmat pada hari itu. (Ibid, 31/377)

 

4โƒฃ Imam Abu Syamah Rahimahullah (guru Imam An Nawawi)

 

Imam Ad Dimyathi mengatakan:

 

ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุจูˆ ุดุงู…ุฉ ุดูŠุฎ ุงู„ู†ูˆูˆูŠ ูˆู…ู† ุฃุญุณู† ู…ุง ุงุจุชุฏุน ููŠ ุฒู…ุงู†ู†ุง ู…ุง ูŠูุนู„ ูƒู„ ุนุงู… ููŠ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ู…ูˆุงูู‚ ู„ูŠูˆู… ู…ูˆู„ุฏู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ุตุฏู‚ุงุช ูˆุงู„ู…ุนุฑูˆู ูˆุฅุธู‡ุงุฑ ุงู„ุฒูŠู†ุฉ ูˆุงู„ุณุฑูˆุฑ ูุฅู† ุฐู„ูƒ ู…ุน ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุฅุญุณุงู† ู„ู„ูู‚ุฑุงุก ู…ุดุนุฑ ุจู…ุญุจุฉ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุชุนุธูŠู…ู‡ ููŠ ู‚ู„ุจ ูุงุนู„ ุฐู„ูƒ ูˆุดูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู„ู‰ ู…ุง ู…ู† ุจู‡ ู…ู† ุฅูŠุฌุงุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุฐูŠ ุฃุฑุณู„ู‡ ุฑุญู…ุฉ ู„ู„ุนุงู„ู…ูŠู†

 

Berkata Imam Abu Syamah (guru dari Imam An Nawawi): di antara bid’ah terbaik yang ada pada zaman kita adalah apa yang dilakukan pada setiap tahun di hari bertepatan dengan kelahiran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka ย bersedekah, melakukan hal yang ma’ruf, menampilkan keindahan dan kebahagian, sebab yang demikian itu selain merupakan bukti ย berbuat baik kepada para fuqara juga merupakan wujud mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan memuliakannya di hati pelakunya, yang telah bersyukur kepada Allah Ta’ala atas karunia kehadiran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diutusNya sebagai rahmat bagi semesta. (Imam Abu Bakar bin As Sayyid Ad Dimyathi, I’anatuth Thalibin, 3/364)

 

5โƒฃ ย Al Imam Al Muhaddits As Sakhawi Rahimahullah

 

Imam Ad Dimyathi mengatakan:

 

ู‚ุงู„ ุงู„ุณุฎุงูˆูŠ ุฅู† ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุญุฏุซ ุจุนุฏ ุงู„ู‚ุฑูˆู† ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ุซู… ู„ุง ุฒุงู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ู…ู† ุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃู‚ุทุงุฑ ูˆุงู„ู…ุฏู† ุงู„ูƒุจุงุฑ ูŠุนู…ู„ูˆู† ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ูˆูŠุชุตุฏู‚ูˆู† ููŠ ู„ูŠุงู„ูŠู‡ ุจุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุตุฏู‚ุงุช ูˆูŠุนุชู†ูˆู† ุจู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏู‡ ุงู„ูƒุฑูŠู… ูˆูŠุธู‡ุฑ ุนู„ูŠู‡ู… ู…ู† ุจุฑูƒุงุชู‡ ูƒู„ ูุถู„ ุนู…ูŠู…

 

Berkata As Sakhawi: sesungguhnya amalan maulid baru terjadi setelah tiga zaman (maksudnya zaman nabi, sahabat, dan tabiโ€™in), kemudian penduduk Islam di seluruh penjuru dan kota-kota besar melakukannya dan mereka bersedekah pada malam harinya dengan berbagai macam sedekah dan secara khusus membaca kisah kelahirannya yang mulia, dan nampaklah keberkahan bagi mereka pada setiap keutamaannya. (I’anathuth Thalibin, 3/364)

 

6โƒฃ Imam โ€“ Imam Besar zaman dahulu

 

Berikut perkataan Imam ย Ad Dimyathi Asy Syafiโ€™i:

 

ูˆุฑุญู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุงุฆู„ ูˆู‡ูˆ ุญุงูุธ ุงู„ุดุงู… ุดู…ุณ ุงู„ุฏูŠู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ู†ุงุตุฑ ุญูŠุซ ู‚ุงู„ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ุฐุง ูƒุงูุฑุง ุฌุงุก ุฐู…ู‡ ูˆุชุจุช ูŠุฏุงู‡ ููŠ ุงู„ุฌุญูŠู… ู…ุฎู„ุฏุง ุฃุชู‰ ุฃู†ู‡ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฅุซู†ูŠู† ุฏุงุฆู…ุง ูŠุฎูู ุนู†ู‡ ู„ู„ุณุฑูˆุฑ ุจุฃุญู…ุฏ ูู…ุง ุงู„ุธู† ุจุงู„ุนุจุฏ ุงู„ุฐูŠ ูƒุงู† ุนู…ุฑู‡ ุจุฃุญู…ุฏ ู…ุณุฑูˆุฑุง ูˆู…ุงุช ู…ูˆุญุฏุง ู‚ุงู„ ุงู„ุญุณู† ุงู„ุจุตุฑูŠ ู‚ุฏุณ ุงู„ู„ู‡ ุณุฑู‡ ูˆุฏุฏุช ู„ูˆ ูƒุงู† ู„ูŠ ู…ุซู„ ุฌุจู„ ุฃุญุฏ ุฐู‡ุจุง ู„ุฃู†ูู‚ุชู‡ ุนู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„

ู‚ุงู„ ุงู„ุฌู†ูŠุฏูŠ ุงู„ุจุบุฏุงุฏูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุญุถุฑ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆุนุธู… ู‚ุฏุฑู‡ ูู‚ุฏ ูุงุฒ ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู†

ู‚ุงู„ ู…ุนุฑูˆู ุงู„ูƒุฑุฎูŠ ู‚ุฏุณ ุงู„ู„ู‡ ุณุฑู‡ ู…ู† ู‡ูŠุฃ ู„ุฃุฌู„ ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุทุนุงู…ุง ูˆุฌู…ุน ุฅุฎูˆุงู†ุง ูˆุฃูˆู‚ุฏ ุณุฑุงุฌุง ูˆู„ุจุณ ุฌุฏูŠุฏุง ูˆุชุนุทุฑ ูˆุชุฌู…ู„ ุชุนุธูŠู…ุง ู„ู…ูˆู„ุฏู‡ ุญุดุฑู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู…ุน ุงู„ูุฑู‚ุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู…ู† ุงู„ู†ุจูŠูŠู† ูˆูƒุงู† ููŠ ุฃุนู„ู‰ ุนู„ูŠูŠู†

 

Semoga Allah merahmati orang yang mengatakan โ€“dia adalah Haafizh Syamsuddin Muhammad bin Naashir โ€“ ketika berkata: jika hal ini terjadi pada orang kafir (yakni Abu Lahab) yang telah dicela dan dibinasakan kedua tangannya di neraka yang abadi, bahwa dia (Abu Lahab) diringankan siksaannya pada setiap hari senin karena kebahagiaan dengan memujinya (kelahiran nabi, red), maka apalagi dengan seorang hamba yang ย sepanjang umurnya berbahagia dengan kelahirannya dan dia mati dalam keadaan bertauhid.

 

Berkata Al Hasan Al Bashri ย -semoga Allah mensucikan rahasianya: โ€œIngin sekali aku seandainya memiliki emas semisal gunung Uhud, akan aku infaq-kan kepada orang yang membacakan Maulid Ar Rasul.โ€

 

Berkata Al Junaid Al Baghdadi Rahimahullah: โ€œBarangsiapa yang menghadiri Maulid Ar Rasul dan mengagungkan kedudukannya, maka dia telah beruntung dengan keimanannya.โ€

 

Berkata Maโ€™ruf Al Karkhi Rahimahullah โ€“semoga Allah mensucikan rahasianya: “Barangsiapa menyediakan makanan, mengumpulkan saudara-saudara, menyiapkan lampu, memakai pakaian baru, memakai wangian dan menghias dirinya untuk ย mengagungkan ย kelahiran Rasul, maka kelak di hari kiamat Allah akan mengumpulkannya bersama ย  orang-orang pada barisan pertama dari golongan para nabi, dan dia akan ditempatkan di `Illiyyin yang paling tinggi.” ย (Iโ€™anatuth Thalibin, 3/364)

 

Lalu Imam Abu Bakar Ad Dimyathi juga mengutip dari imam lainnya:

 

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ูŠุงูุนูŠ ุงู„ูŠู…ู†ู‰ ู…ู† ุฌู…ุน ู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅุฎูˆุงู†ุง ูˆู‡ูŠุฃ ุทุนุงู…ุง ูˆุฃุฎู„ู‰ ู…ูƒุงู†ุง ูˆุนู…ู„ ุฅุญุณุงู†ุง ูˆุตุงุฑ ุณุจุจุง ู„ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู…ุน ุงู„ุตุฏูŠู‚ูŠู† ูˆุงู„ุดู‡ุฏุงุก ูˆุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ูˆูŠูƒูˆู† ููŠ ุฌู†ุงุช ุงู„ู†ุนูŠู…

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุณุฑูŠ ุงู„ุณู‚ุทูŠ ู…ู† ู‚ุตุฏ ู…ูˆุถุนุง ูŠู‚ุฑุฃ ููŠู‡ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุฏ ู‚ุตุฏ ุฑูˆุถุฉ ู…ู† ุฑูŠุงุถ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุฃู†ู‡ ู…ุง ู‚ุตุฏ ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ูˆุถุน ุฅู„ุง ู„ู…ุญุจุฉ ุงู„ุฑุณูˆู„

ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ู…ู† ุฃุญุจู†ูŠ ูƒุงู† ู…ุนูŠ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู‚ุงู„ ุณู„ุทุงู† ุงู„ุนุงุฑููŠู† ุฌู„ุงู„ ุงู„ุฏูŠู† ุงู„ุณูŠูˆุทูŠ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ูˆุณุงุฆู„ ููŠ ุดุฑุญ ุงู„ุดู…ุงุฆู„ ู…ุง ู…ู† ุจูŠุช ุฃูˆ ู…ุณุฌุฏ ุฃูˆ ู…ุญู„ุฉ ู‚ุฑู‰ุก ููŠู‡ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุง ุญูุช ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ุจุฃู‡ู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ูƒุงู† ูˆุนู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ุจุงู„ุฑุญู…ุฉ ูˆุงู„ู…ุทูˆู‚ูˆู† ุจุงู„ู†ูˆุฑ ูŠุนู†ูŠ ุฌุจุฑูŠู„ ูˆู…ูŠูƒุงุฆู„ ูˆุฅุณุฑุงููŠู„ ูˆู‚ุฑุจุงุฆูŠู„ ูˆุนูŠู†ุงุฆูŠู„ ูˆุงู„ุตุงููˆู† ูˆุงู„ุญุงููˆู† ูˆุงู„ูƒุฑูˆุจูŠูˆู† ูุฅู†ู‡ู… ูŠุตู„ูˆู† ุนู„ู‰ ู…ุง ูƒุงู† ุณุจุจุง ู„ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ูˆู…ุง ู…ู† ู…ุณู„ู… ู‚ุฑู‰ุก ููŠ ุจูŠุชู‡ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู„ุง ุฑูุน ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ู‚ุญุท ูˆุงู„ูˆุจุงุก ูˆุงู„ุญุฑู‚ ูˆุงู„ุขูุงุช ูˆุงู„ุจู„ูŠุงุช ูˆุงู„ู†ูƒุจุงุช ูˆุงู„ุจุบุถ ูˆุงู„ุญุณุฏ ูˆุนูŠู† ุงู„ุณูˆุก ูˆุงู„ู„ุตูˆุต ุนู† ุฃู‡ู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ุจูŠุช ูุฅุฐุง ู…ุงุช ู‡ูˆู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ ุฌูˆุงุจ ู…ู†ูƒุฑ ูˆู†ูƒูŠุฑ ูˆูƒุงู† ููŠ ู…ู‚ุนุฏ ุตุฏู‚ ุนู†ุฏ ู…ู„ูŠูƒ ู…ู‚ุชุฏุฑ

 

 

Berkata Imam Al Yafiโ€™i Al Yamani: “Barangsiapa mengumpulkan teman-temannya, mempersiapkan hidangan, menyediakan tempat, melakukan kebaikan untuk maulid Nabi dan semua itu menjadi sebab pembacaan maulid Rasul, maka di hari kiamat kelak Allah akan membangkitkannya bersama orang-orang yang shiddiq, para syuhada dan kaum shalihin. Dan kelak ia akan berada di surga-surga yang penuh kenikmatan”.

 

Berkata As Sari As Suqthi, bahwa siapa yang bermaksud menuju tempat yang di dalamnya dibacakan Maulid Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi ย Wa Sallam, maka dia telah menuju taman di antara taman-taman surga, karena tidak ada yang mendorong dia ketempat itu kecuali karena kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam.

 

Telah bersabda Nabi Shallallahu โ€˜Alahis wa Salam: barangsiapa yang mencintaiku maka dia bersamaku di surga. Sulthanul โ€˜Arifin, Al Imam Jalaluddin As Suyuthi berkata dalam kitabnya Al Wasaail Fi Syarh Asy Syamaail berkata: โ€œTidaklah sebuah rumah, atau masjid, atau tanah yang tandus, di dalamnya dibacakan Maulid Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melainkan malaikat mengelilingi mereka yang ada di tempat itu, dan Allah meratakan rahmatNya, meliputi sekeliling mereka dengan cahaya yakni Jabril, Mikaail, Israafil, Qurbaail, โ€˜Aynaail, dan mereka berbaris, berada di tepi dan mendekat, dan mendoakan apa-apa saja yang menjadi sebab dibacakannya Maulid Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. ย  ย Dia berkata: โ€œTidaklah seorang muslim yang di rumahnya dibacakan Maulid Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melainkan akan Allah angkat masa pacekliknya, wabah, kebakaran, penyakit, ย  musibah bencana, amarah, dengki, pandangan mata jahat, pencurian terhadap pemilik rumah tersebut. Jika dia wafat Allah Taโ€™ala akan mudahkan keluarnya ruh baginya menjawab Munkar dan Nakir, dan dia ditempatkan sebagai orang yang benar di sisi Allah, Sang Pemiliki Kekuasaan.โ€ (Ibid, 3/365)

 

7โƒฃ Al Imam Al Haafizh Al Qasthalani Rahimahullah

 

Beliau berkata:

 

ู…ู† ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ ุจู…ุง ู‡ูˆ ู…ุดุฑูˆุน ู„ุง ู…ู†ูƒุฑ ููŠู‡

 

Diantara kebolehan mengadakan acara maulid nabi adalah dengan perbuatan-perbuatan yang masyruโ€™ (sesuai syariat), bukan perbuatan yang munkar โ€ฆ (Mawahib Al Laduniyah, 1/148)

 

Jadi, jika isinya masyruโ€™ (sesuai syariat) menurut Beliau boleh, sedangkan jika isinya diisi kemungkaran maka tidak boleh.

 

8โƒฃ Al Imam Al Haafizh Zainuddin Al โ€˜Iraqi Rahimahullah

 

Beliau mengatakan:

 

ุฅู† ุงุชุฎุงุฐ ุงู„ูˆู„ูŠู…ุฉ ูˆุฅุทุนุงู… ุงู„ุทุนุงู… ู…ุณุชุญุจ ููŠ ูƒู„ ูˆู‚ุชุŒ ููƒูŠู ุฅุฐุง ุงู†ุถู… ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ูุฑุญ ูˆุงู„ุณุฑูˆุฑ ุจุธู‡ูˆุฑ ู†ูˆุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุดู‡ุฑ ุงู„ุดุฑูŠูุŒ ูˆู„ุง ูŠู„ุฒู… ู…ู† ูƒูˆู†ู‡ ุจุฏุนุฉ ูƒูˆู†ู‡ ู…ูƒุฑูˆู‡ุงุŒ ููƒู… ู…ู† ุจุฏุนุฉ ู…ุณุชุญุจุฉ ุจู„ ู‚ุฏ ุชูƒูˆู† ูˆุงุฌุจ

 

โ€œSungguh melakukan perayaan (walimah) dan memberikan makan disunnahkan pada setiap waktu, apalagi jika padanya disertai dengan kesenangan dan kegembiraan dengan kehadiran Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pada bulan yang mulia ini, dan tidaklah setiap bidโ€™ah itu makruh (dibenci), betapa banyak bidโ€™ah yang disunnahkan bahkan diwajibkanโ€ (Ad Durar As Saniyah, Hal. 19)

 

Demikian. Masih banyak lagi para ulama yang membolehkan, seperti Syaikh Mutawalli Asy Syaโ€™rawi, Syaikh Hasanain Makhluf, Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Syaikh ย Ahmad Asy Syurbasyi, Syaikh โ€˜Athiyah Saqr, Syaikh Al Qaradhawi, dan lain-lain.

 

๐Ÿ“š Lalu, Bagaimana?

 

Sebagaimana perbedaan dan perselisihan lainnya, maka ambil-lah sikap toleran dan lapang. Silahkan ambil dan yakini pendapat yang kita anggap lebih kuat dan lebih dekat dengan dalil, tapi jangan ingkari saudara kita yang berbeda. Jika beradu dalil dan argumentasi, maka pada sudut pandang masing-masing pihak akan merasa dirinya yang paling benar. Itu tentunya tidak akan menyelesaikan masalah. Maka, tetap bersaudara, jangan berpecah, kita masih bisa berjalan bersama pada bagian-bagian pokok agama ini yang memang kita memiliki pandangan yang sama. Sebab masalah ini sudah didebatkan lebih dari seribu tahun lamanya, yang para imam pun bersepakat untuk tidak sepakat.

 

Syaikh Dr. Umar bin Abdullah Kamil berkata:

 

ู„ู‚ุฏ ูƒุงู† ุงู„ุฎู„ุงู ู…ูˆุฌูˆุฏู‹ุง ููŠ ุนุตุฑ ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ู…ุชุจูˆุนูŠู† ุงู„ูƒุจุงุฑ : ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉ ูˆู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ุซูˆุฑูŠ ูˆุงู„ุฃูˆุฒุงุนูŠ ูˆุบูŠุฑู‡ู… . ูˆู„ู… ูŠุญุงูˆู„ ุฃุญุฏ ู…ู†ู‡ู… ุฃู† ูŠุญู…ู„ ุงู„ุขุฎุฑูŠู† ุนู„ู‰ ุฑุฃูŠู‡ ุฃูˆ ูŠุชู‡ู…ู‡ู… ููŠ ุนู„ู…ู‡ู… ุฃูˆ ุฏูŠู†ู‡ู… ู…ู† ุฃุฌู„ ู…ุฎุงู„ูุชู‡ู… .

 

โ€œTelah ada perselisihan sejak lama pada masa para imam besar panutan: Abu Hanifah, Malik, Asy Syafiโ€™i, Ahmad, Ats Tsauri, Al Auzaโ€™i, dan lainnya. Tak satu pun mereka memaksa yang lain untuk mengubah agar mengikuti pendapatnya, atau melemparkan tuduhan terhadap keilmuan mereka, atau terhadap agama mereka, lantaran perselisihan itu.โ€ (Dr. Umar bin Abdullah Kamil, Adab Al Hiwar wal Qawaid Al Ikhtilaf, hal. 32. Mauqiโ€™ Al Islam)

 

Imam Hasan Al Banna Rahimahullah menjelaskan:

 

ุฅุฐ ุฅู† ุฃุตูˆู„ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุขูŠุงุช ูˆุฃุญุงุฏูŠุซ ูˆุฃุนู…ุงู„ ุชุฎุชู„ู ููŠ ูู‡ู…ู‡ุง ูˆุชุตูˆุฑู‡ุง ุงู„ุนู‚ูˆู„ ูˆ ุงู„ุฃูู‡ุงู… ุŒ ู„ู‡ุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุฎู„ุงู ูˆุงู‚ุนุงู‹ ุจูŠู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฃู†ูุณู‡ู… ูˆู…ุงุฒุงู„ ูƒุฐู„ูƒุŒ ูˆุณูŠุธู„ ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉุŒ ูˆู…ุง ุฃุญูƒู… ุงู„ุฅู…ุงู… ู…ุงู„ูƒ ู€ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู€ ุญูŠู† ู‚ุงู„ ู„ุฃุจูŠ ุฌุนูุฑ ูˆู‚ุฏ ุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุญู…ู„ ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ูˆุทุฃ: “ุฅู† ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุต ุชูุฑู‚ูˆุง ููŠ ุงู„ุฃู…ุตุงุฑ ูˆุนู†ุฏ ูƒู„ ู‚ูˆู… ุนู„ู…ุŒ ูุฅุฐุง ุญู…ู„ุชู‡ู… ุนู„ู‰ ุฑุฃูŠ ูˆุงุญุฏ ุชูƒูˆู† ูุชู†ุฉ”ุŒ ูˆู„ูŠุณ ุงู„ุนูŠุจ ููŠ ุงู„ุฎู„ุงู ูˆู„ูƒู† ุงู„ุนูŠุจ ููŠ ุงู„ุชุนุตุจ ู„ู„ุฑุฃูŠ ูˆุงู„ุญุฌุฑ ุนู„ู‰ ุนู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุขุฑุงุฆู‡ู…ุŒ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู†ุธุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ุฎู„ุงููŠุฉ ุฌู…ุนุช ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ุงู„ู…ุชูุฑู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ููƒุฑุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉุŒ ูˆุญุณุจ ุงู„ู†ุงุณ ุฃู† ูŠุฌุชู…ุนูˆุง ุนู„ู‰ ู…ุง ูŠุตูŠุฑ ุจู‡ ุงู„ู…ุณู„ู… ู…ุณู„ู…ุงู‹ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุฒูŠุฏ ู€ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡

 

โ€œHal itu terjadi ย karena dasar-dasar Islam dibangun dari ayat-ayat, hadits-hadits dan amal, yang kadang difahami beragam oleh banyak pikiran. Karena itu, maka perbedaan pendapat tetap terjadi pada masa sahabat dulu. Kini masih terjadi dan akan terus terjadi sampai hari kiamat. Alangkah bijaknya Imam Malik ketika berkata kepada Abu Jaโ€™far, tatkala โ€œIa ingin memaksa semua orang berpegang pada Al Muwathaโ€™ (himpunan hadits karya Imam Malik): Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.โ€

Bukanlah aib dan cela manakala kita berbeda pendapat. Tetapi yang aib dan cela adalah sikap fanatik (taโ€™ashub) dengan satu pendapat saja dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia. Menyikapi khilafiyah seperti inilah yang akan menghimpun hati yang bercerai berai kepada satu pemikiran. Cukuplah manusia itu terhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim adalah muslim, seperti yang dikatakan oleh Zaid Radhiallahu โ€˜Anhu. (Majmuโ€™ah Ar Rasail, Muโ€™tamar Khamis, hal. 187)

 

Wallahu Aโ€™lam. Wa Shallallahu ‘ Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa sallam.

 

๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒพ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐ŸŒท๐ŸŒด๐Ÿ€

 

โœ Farid Nu’man Hasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here