Home Tazkiyatun Nufus QARI’ YANG SESUNGGUHNYA

QARI’ YANG SESUNGGUHNYA

332
0
SHARE

بِسْم الله والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم تسليما كثيرا
Dengan menyebut nama Allaah dan shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurah atas Rasuulullaahi shallallaahi ‘alayhi wa sallam.

أما بعد :
Kemudan setelah itu:

💿 لقد انتشر في الآونة الأخيرة كثير ممن يدعي القراءة والصوت الحسن
Sesungguhnya telah tersebar akhir-akhir ini orang-orang yang mengaku-aku memiliki “bacaan Al-Quran dengan suara yang indah”.

⬅ ولكن إذا نظرت إلى :

🔹 الأحكام
🔹 ومخارج الحروف والصفات
🔹 والوقف والابتداء
Akan tetapi bila engkau memperhatikan:
📌 Hukum-hukum tajwid,
📌 Tempat keluar (makhraj) dan sifat huruf hijaiyyah, serta
📌 Permasalahan waqaf dan ibtida.

لا تجد شيئا.
Maka engkau tidak menemukan apapun pada bacaannya.

⤴ وهذا من الفتن المعاصرة مع تطور وسائل التسجيل الصوتي.
Dan hal ini merupakan bencana kontemporer yang tersebar melalui rekaman-rekaman audio (mp3) [dan juga video, pen.]

فأصبح كل من هب ودب يسجل صوته وينشره عبر وسائل التواصل المنتشرة
Maka setiap orang pun berlomba-lomba untuk merekam suaranya (bacaan Al-Quran) kemudian menyebarkannya dengan berbagai macam media.

🔍 وقد تجد من هؤلاء الجهلة
يلقبونهم بالتسميات الرنانة
Maka engkau telah melihat orang-orang awam menjuluki mereka (orang-orang yang telah merekam bacaan Al-Quran dengan suaranya yang enak tersebut) dengan nama-nama yang indah dan menyanjungnya begitu tinggi.

كالقارئ والماهر والمجيد وصاحب الصوت الشجي والجميل
Seperti menyebut mereka sebagai “Qari”, atau “orang yang mahir dalam Qiraah”, “orang yang mulia”, “pemilik suara emas”,

وغيرها من الألقاب التي لا تسمن ولا تغن من جوع
Serta julukan-julukan lain yang “tidak akan pernah mengenyangkan perut yang lapar atau memberikan manfaat atasnya.”

فهذا القارئ ليس له من نصيب القراءة إلا الاسم واللقب الذي يفرح به { مع الغرور والإعجاب بالنفس الذي يصيبه ويجعله لا يقبل النصح }…
Dan sebutan “Qari” untuknya tersebut sama sekali tidak mencerminkan kualitas bacaannya dan kapasitasnya dalam Qiraah, melainkan sebutan yang membuatnya senang (yang diiringi tipuan sehingga menimbulkan rasa ujub, sombong, dan membuat dirinya tidak bisa menerima nasihat)…

وإذا ذهبت إلى الجوهر لا تجد إلا اللحن بنوعيه الجلي والخفي {والمقصود باللحن الخطأ في التلاوة وليس التلحين ، فأما إذا كان التلحين على المقامات الموسيقية فإنه أشد جرما وإثما }.
Dan bila engkau perhatikan lebih dalam lagi esensi dari bacaan mereka, maka tidak akan ditemukan apapun kecuali kesalahan demi kesalahan, bahkan dua kesalahan (lahn) yang jelas (jaliy) sekaligus yang samar (khafiy). (Dan yang dimaksud “lahn” di sini adalah kesalahan dalam tilawah bukan “talhin”. Adapun talhin, yakni membaca Al-Quran dengan memasukan unsur-unsur nada maqamat musik secara tidak alami, maka dosanya lebih besar lagi.)

[Catatan penerjemah: Maqamat musiqiyah adalah nada-nada yang berasal dari musik untuk dimasukan ke dalam Al-Quran, seperti Bayati, Nahawand, Rast, dan sebagainya. Bila bacaan seseorang secara alami menyerupai salah satu atau beberapa jenis maqamat maka hal tersebut tidak mengapa, yang dilarang menurut tulisan ini adalah bila bacaan seseorang dipaksakan mengikuti kaidah maqamat musiqiyah.]

📝 فالأصل في القارئ هو :
Padahal sesungguhnya asalnya seorang Qari adalah ia yang:

الإخلاص
وحفظ القرآن كاملا
وضبط مخارجه وصفاته
وخاصة جانب الوقف والابتداء
📌 Ikhlas,
📌 Telah menghafal keseluruhan Al-Quran,
📌 Kuat secara teori dan praktik dalam permasalahan makhraj dan sifat huruf,
📌 Terkhusus memahami permasalahan waqaf dan ibtida.

وعلى القارئ أن يختم عدة ختمات على شيخه ويجيزه بالقراءات
Dan kepada pembaca Al-Quran yang telah menyelesaikan bacaannya berkali-kali kepada Syaikhnya lalu telah diberikan ijazah Qiraat atasnya

فحينئذ نستطيع أن نعطيه لقب القارئ .
Maka, baginya bisa kita sebut ia sebagai “Qari”.

وانظروا إلى زمن القرّاء الخمسة..
[ القرّاء الخمسة هم : الشيخ الحصري ، الشيخ المنشاوي ، الشيخ مصطفى اسماعيل ، الشيخ محمود علي البنّا ، الشيخ عبدالباسط عبدالصمد ]
Maka perhatikanlah pada zamannya Qari yang lima (yakni Syaikh Al-Hushariy, Syaikh Al-Minsyawi, Syaikh Mushthafa Ismail, Syaikh Mahmoud Ali Al-Banna, dan Syaikh Abdul Basith Abdush Shamad),

🎙 كانو لا يسجلون إلا تحت إشراف لجنة متخصصة تقوم بالتصحيح والتدقيق والتمحيص للقارئ من جميع الجوانب ..
Mereka tidaklah merekam bacaan Al-Quran kecuali berada di bawah pengawasan Lembaga yang khusus meneliti, mengoreksi, dan menyeleksi para Qari dari berbagai aspeknya.

فالشيخ الحصري مثلا كل التسجيلات التي سجلت له كانت تحت إشراف اللجان المتخصصة .
Syaikh Al-Hushariy misalnya, seluruh rekamannya yang tersebar telah berada di bawah pengawasan Lembaga tersebut.

✂ أما في هذا الزمن فحدث ولا حرج ولا حول ولا قوة إلا بالله نسأل الله العفو والعافية في الدنيا والأخرة والله المستعان وعليه وحده التكلان ……..
Adapun hari ini maka “ucapkanlah apapun yang engkau mau”,* tiada daya dan upaya kecuali dari Allaah dan Dialah sebaik-baik penolong.
📝 كتبه :
Ditulis oleh:

أبو عبدالرحمن عبدالكريم سلمي الجزائري

Abu Abdirrahman Abdul Karim Silmi Al-Jazairiy hafizhahullaahu ta’aala

*Maksudnya adalah setiap orang bisa melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa rasa malu sedikitpun. Wallaahu a’lam

Diterjemahkan oleh:
Abu Ezra Laili Al-Fadhli
semoga Allaah mengampuninya dan mengampuni keluarganya

NB:
Bila ada terjemahan yang kurang tepat mohon koreksi / japri agar segera diperbaiki.

جَزَاكُمُ ٱللَّهُ خَيْرًا وَبَارَكَ ٱللَّهُ فِيكُمْ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here