Home Aqidah Tafsir Surat Al-Ma’un

Tafsir Surat Al-Ma’un

1895
0
SHARE

​بسم الله الرحمن الرحيم

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

Itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

orang-orang yang berbuat riya,

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Tentang Surat

Surat Al-Ma’un adalah surat Makiyyah, menurut jumhur. Sedangkan menurut Ibnu Abbas dan Qotadah, surat ini ialah surat Madaniyyah. Sebagian ulama berpendapat bahwa bagian awal surat ini (ayat 1-3) menyinggung Al-‘Ash bin Wail (kafir Quraisy) dan bagian akhir surat ini (ayat 4-7) menyinggung Abdullah bin Ubay (orang munafiq)

Garis Besar Makna

1. Allah Ta’ala menggambarkan sifat orang kafir:

a. menghardik anak yatim (bersikap keras kepadanya), karena: 1) hatinya keras, miskin kasih sayang dan 2) mengingkari agama dan tidak beriman kepada hari akhir.

b. tidak menghasung untuk memberi makan kepada orang miskin. apalagi memberi makan kepada mereka

2. Gambaran sifat orang munafik:

a. lalai dari melaksanakan shalat

b. riya dalam amalnya, tidak ikhlaa

c. enggan memberikan/meminjamkan barang-barangnya untuk orang lain, meskipun barang yang kecil nilainya.

Pelajaran Surat

1. Penegasan tentang iman kepada hari kebangkitan dan hari pembalasan.

2. Jika dalam hati seseorang tidak ada keimanan kepada hari pembalasan, dia pasti akan menjadi manusia yang buruk durjana.

3. Peringatan keras bagi orang yang memakan harta anak yatim dan menghalangi mereka mendapatkan haknya.

4. Peringatan bagi orang yang meremehkan shalat dan tidak mempedulikan waktu shalatnya. Dan itu merupakan tanda kemunafikan, wal ‘iyadzubillah.

5. Di antara tanda kemunafikan adalah menahan dari memberi/meminjamkan barang-barang yang berguna.

Referensi:

– Tafsir Al-Munir, Syaikh Wahbah Az-Zuhaily

– Aysarut Tafasir, Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi.

Disarikan oleh Abu Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here